Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI MUTU FISIKA DAN KIMIA SEDIAAN KRIM LIP AND CHEEK DENGAN PEWARNA ALAMI EKSTRAK BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus Costaricensis) Mega Efrilia; Ika Agustina; Tri Lestari
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v4i2.272

Abstract

Lip and cheek adalah kosmetik dwifungsi yang dapat digunakan sebagai pewarna bibir sekaligus perona pipi. Berdasarkan hasil pengawasan BPOM diketahui banyak pewarna sintetis berbahaya yang disalahgunakan sebagai pewarna kosmetik. Buah naga super merah diketahui dapat digunakan sebagai pewarna alami karena memiliki kandungan zat warna antosianin. Antosianin adalah zat warna yang berperan memberikan warna merah berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan ataupun untuk kosmetik, sebagai pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan evaluasi mutu fisik sediaan lip and cheek dengan pewarna alami ekstrak buah naga super merah. Sediaan dibuat menggunakan dua variasi formula, yaitu F0 dengan konsentrasi ekstrak 0% sebagai kontrol dan F30 dengan konsentrasi ekstrak 30%. Ekstrak buah naga super merah dibuat menggunakan metode maserasi daging buah naga selama tiga hari dengan pelarut etanol 96% yang kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator hingga menjadi ekstrak kental. Daging buah naga dipilih karena kadar antosianin yang terkandung lebih tinggi dibandingkan antosianin yang terdapat pada kulit buah naga. Sediaan dibuat dengan mencampur Fasa I yang sudah mencair dengan Fasa II menggunakkan homogenizer. Krim Lip & Cheek secara organoleptik merupakan sediaan semi padat dengan warna merah muda, memiliki bau khas, dan homogen. Serta memiliki pH 5,01 dengan nilai viskositas 209.200 cps.
ANALISIS RESEP TIDAK TERLAYANI PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSU X JAKARTA Ika Agustina; Farida Tuahuns; Charles Charles; Arfie Nur Adina
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i2.374

Abstract

Pharmacy service is inseparable from health service system of a hospital. The service of pharmacy unit shall be a priority because an effective and efficient service will affect in the fulfillment of prescriptions. Furthermore, the management on the pharmaceutical stock will influence the revenue of the hospital (part of revenue center). The purpose of this research is to find out the percentage of unfilled prescriptions of outpatients from many different units, its reasons, and Therapeutic Class of unserved drug items. The research applies descriptive method using prospective data i.e. 25,259 R/ sheets of prescriptions obtained by total sampling technique. The research was conducted in three months from February to April 2021. The result of the research shows that there are unfilled 467 R/ prescriptions due to several factors, such as the drugs are not listed in the formularies, the drugs are out of stock, and the prescribed or patient-requested drugs are not covered by the insurance. Internal medicine unit has the most unfilled prescriptions (160 out of 467). The main reason is the drugs are out of stock (133 out of 467). Medicines for Gastritic, Respiratory, Heart Diseases and Allergicare the top lists in the Therapeutic Class, which is in accordance with data showing that Intenal Medicine, Emergency Department dan General Practisioners, Pulmonary, Dermatology and Venereology, and Obstetrics and Gynecology are the top 5 polyclinics with the number of unserved prescriptions due to out of stock.
PEMANFAATAN MINYAK ATSIRI Litsea elliptica Blume PADA SEDIAAN SABUN CUCI TANGAN DI KELURAHAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR PRA PANCA BAYU CHANDRA; IKA AGUSTINA; TRIA PRAYOGA
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Litsea is a plant that belongs to the Lauraceae family with 45 genera and more than 2,000 species. A total of 38 types of Litsea are known to grow in the Kalimantan region, including Litsea elliptica. Litsea elliptica is reported to have a dominant distribution in East Kalimantan. The aim of the Community Service (PkM) activities in Duren Sawit Subdistrict is to educate the public about the use of Litsea elliptica Blume Essential Oil in hand washing soap preparations. The PkM activity was attended by 45 residents from various areas in Duren Sawit Village. The results of the PkM activities showed an increase in respondents' knowledge about the use of Litsea elliptica Blume Essential Oil in hand washing soap preparations.
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Cabai Merah Keriting Giling (Capsicum annum L.) Yang Dijual Di Pasar Koja Jakarta Utara Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ika Agustina; Pricillya Maria Loimalitna; Ananda Fitria; Ivan Santoso; Senny Listy Kartika Falestin; PRA CHANDRA
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat yang serba instan, hampir setiap orang mengkonsumsi bahan ataupun bumbu masakan yang sudah siap saji. Salah satunya yaitu cabai olahan berupa cabai merah giling kasar dan cabai merah giling halus. Cabai giling merupakan bentuk cabai olahan yang banyak dijual di pasar menggunakan mesin giling dengan penambahan bahan-bahan lain seperti garam dan air. Kandungan senyawa pada cabai merah seperti karoten (provitamin A), vitamin C dan capsaicin yang membuat rasa pedas pada cabai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin C pada cabai merah keriting giling (Capsicum annum L.) yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sampel cabai merah keriting giling dilakukan uji organoleptik kemudian dilakukan proses filtrasi. Hasil filtrat sampel dipipet sebanyak 10 ml untuk dilakukan pengenceran kemudian diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 260 nm untuk mengetahui kadar vitamin C nya. Hasil uji organoleptik dari lima sampel tersebut berbentuk kasar dan halus, berwarna merah orange, dan memiliki aroma dan rasa yang pedas. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kadar vitamin C yang tertinggi adalah pada sampel 3 sebesar 13,277 mg/L selanjutnya diikuti pada sampel 5 sebesar 12,905 mg/L, sampel 2 sebesar 12,106 mg/L, sampel 4 sebesar 10,849 mg/L, dan sampel 1 sebesar 10,829 mg/L.