Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN CALON GURU DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN Ines Tasya Jadidah; Eby Sania Awalia; Althaafi Abdillah; Selvia Ananta; Naufal Darmawan
SIGNIFICANT : Journal Of Research And Multidisciplinary Vol 2 No 01 (2023): SIGNIFICANT : Journal Of Research And Multidisciplinary
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/significant.v2i01.658

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan agar dapat menganalisa kemampuan calon guru dalam mengembangkan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskrpitif yang intrumen nya berupa observasi untuk memperoleh suatu informasi menganai masalah. Sebagai hasil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan sejumlah narasumber, peneliti menemukan bahwa sebagian besar calon guru akan merasa nyaman untuk selalu menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan belajar-mengajarnya jika memang diperlukan dan memungkinkan. Semakin berkembangnya zaman maka semakin berkembang pula media pembelajaran untuk peserta didik, pada saat ini saja media pembelajaran sudah sangat inovatif apalagi untuk beberapa tahun yang akan datang. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara oleh peneliti, yang mana narasumber yang diwawancarai adalah seorang calon pendidik yang akan mengabdikan diri mereka untuk mendidik generasi-generasi baru beberapa tahun kedepan. Dari hasil wawancara beberapa narasumber mereka setuju jika media pembelajaran haruslah kreatif dan inovatif apalagi untuk zaman digital saat ini jelas seorang pendidik harus lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mengembangkan media pembelajaran yang menyenangkan sehingga dapat menerik minat belajar siswa Terlepas dari media apa yang akan digunakan baik itu media sederhana maupun media elektronik. Dari hasil pembahasan diatas ditarik kesimpulan bahwa para calon pendidik atau guru setujuh bahwa media pembelajaran harus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman agar proses pembelajaran tidak monoton dan dapat menghasilkan pemebelajaran yang mudah dipahami, menarik, dan menyenangkan, tapi tidak tertinggal zaman. Apalagi menjadi seorang calon pendidik jelas keiinginan untuk mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif itu ada bahkan sudah mulai merancang pengembangan media yang dianggap kurang efektif, inovatif dan kreatif.Para calon guru setuju bahwa media pembelajaran harus dikembangkan dengan cara yang mengikuti perkembangan zaman agar proses pembelajaran tidak monoton dan agar pembelajaran menjadi mudah dipahami, menarik, dan menyenangkan.
Reframing Street Child Governance in Indonesia: A Mixed-Methods Analysis through Parsons᾿ Systems Theory and Islamic Hisbah Framework Yulia Tri Samiha; Middya Boty; Annisa Fauzia Apriliani; Althaafi Abdillah; Eby Sania Awalia; Iga Mawarni
Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum Vol. 11 No. 1 (2026): Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alahkam.v11i1.13431

Abstract

The street children phenomenon is a continuing and complex social issue in South Sumatra, Indonesia, which is influenced by family dysfunctions and structural poverty. Using the concept of Islamic hisbah law and applying the organic systems approach based on Talcott Parsons and the utilitarian view, this study discusses social service interventions for the problem of street children in South Sumatra in terms of their strategy, implementation, difficulties, and success. Employing a mixed-methods approach with a sequential exploratory design, the study investigates the street children management implemented by the Social Services in Palembang city, Banyuasin district, and Ogan Ilir district via interview, observation, and survey. The findings show a well-defined intervention strategy with three main stages: outreach, guidance and training, and repatriation, with persuasive and rehabilitative approaches predominating over the punitive measures. Nevertheless, implementing the model is hindered by three key challenges: limited transportation facilities, budgetary limitations, and inadequate number of field staff members. Based on six performance indicators, it is seen that inter-agency collaboration had the highest score of 85, followed by responsiveness to children’s need (83), program planning (82), effectiveness of implementation (81), adequate resources (80), and finally monitoring, evaluation, and accountability (77). Overall, the intervention model’s implementation received an average score of 81 (in good category), suggesting a fairly effective approach. One unique feature of this study is the application of Islamic hisbah concept to modern social service system through emphasis on the significance of collective responsibility for society as a whole, enhanced involvement of communities, and better monitoring mechanisms.