Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Knowledge Regarding Reproductive Health among Adolescent Kili Astarani; Selvia David Richard; Dian Taviyanda; Sharon Rose; Michelle Paulina Amallo
Genius Journal Vol. 4 No. 2 (2023): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v4i2.187

Abstract

Introduction: Reproductive health is a very important aspect for all men and women, including teenagers, to know. The phenomenon shows that some teenagers do not know and understand reproductive health, for example, menstruation and pregnancy Objective: This research aims to determine adolescent knowledge about reproductive health and then their knowledge and attitudes toward reproductive health problems. Methods: This research is a descriptive study with the variable knowledge of adolescent reproductive health. The population of this study was young men and women aged 10 to 19 years, totaling 39 people. The sampling technique is total sampling. The instrument used for data collection is a questionnaire, which consists of general data and specific data. General data includes biodata, general information about adolescent reproductive health, and information sources used by adolescents to obtain information about adolescent reproductive health. Data analysis was carried out quantitatively and adjusted to the objectives to be achieved in the research. Results: knowledge about adolescent reproductive health at the Kasih Allah Tulungagung Orphanage was in the sufficient category of 11 respondents (28.21%) and the insufficient category was 28 respondents (71.79%). Conclusion: Knowledge about adolescent reproductive health at the Kasih Allah Tulungagung Orphanage is in the poor category. Knowledge of adolescent reproductive health is very important so that adolescents have responsible behavior
Skrining Kesehatan Komunitas untuk Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Srinalesti Mahanani; Kili Astarani; Selvia David Richard; Fidiana Kurniawati; Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani; Lorraine Shields; Lisa Bursch; Sungguh Manullang; Alejandra Arrogo; Wasyana Debora Aurelia Ayu; Sharon Rose; Ahmad Zururi; Ester Eliana; Yessi Putri Thalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i2.691

Abstract

Penyakit tidak menular sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga deteksi dini berbasis komunitas penting, terutama pada kelompok dewasa dan lanjut usia yang belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi risiko metabolik dan kardiovaskular melalui skrining kesehatan terpadu serta memberikan edukasi individual berdasarkan hasil pemeriksaan. Program dilaksanakan di Kabupaten Kediri pada April 2026 dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Sasaran berasal dari keluarga binaan klinik komunitas, komunitas Hamba Tuhan, dan jemaat gereja. Skrining meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, dan asam urat, kemudian dilanjutkan dengan interpretasi hasil, konseling individual, serta rekomendasi pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan bagi peserta dengan temuan abnormal. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan indikator ketercapaian target. Sebanyak 102 peserta mengikuti kegiatan sehingga mencapai 121,4% dari target awal. Pemeriksaan gula darah sewaktu menemukan 10,8% peserta pada kategori pradiabetes dan 2,9% pada kategori skrining diabetes. Kadar asam urat tinggi ditemukan pada 43,1% peserta, sedangkan 52,9% memiliki kolesterol total batas tinggi atau tinggi. Dari 101 peserta dengan klasifikasi tekanan darah lengkap, 94,1% berada pada kategori peningkatan tekanan darah, prahipertensi, atau hasil skrining hipertensi. Kegiatan mencapai cakupan skrining yang tinggi dan capaian peningkatan pemahaman masyarakat tentang deteksi gejala awal penyakit tidak menular. Skrining komunitas yang terintegrasi dengan edukasi individual bermanfaat untuk menemukan peserta yang memerlukan pemeriksaan konfirmasi dan mengarahkan konseling pencegahan, meskipun hasil skrining satu kali tidak dapat diperlakukan sebagai diagnosis klinis definitif.