Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Effect Of Prenatal Yoga On Third Trimester Pregnant Women’s to Reduce Anxiety Dian Taviyanda; Selvia David Richard; Agnes Martha Filipus
Jurnal Vocational Nursing Sciences (VNUS) Vol 2 No 2 (2020): JURNAL VNUS (Vocational Nursing Science)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.406 KB) | DOI: 10.52221/jvnus.v2i2.162

Abstract

Objective : Forms of anxiety experienced by third trimester mothers include doubts about being able to give birth normally, smooth delivery, fear of not being able to withstand the pain experienced during childbirth, condition of the baby being born, delivery not as desired, condition of the mother after giving birth, indirectly met her baby after giving birth, and received less attention from those around her. Prenatal Yoga is a non-pharmacological therapy in reducing anxiety in pregnant women. The purpose of the study was to determine the effectiveness of prenatal yoga in reducing anxiety in third trimester pregnant women in Bangsal RW 2 Kediri. Method : The method used in this study was experimental. The study population was third trimester pregnant women. The number of samples in the study was 35 respondents. This research uses purposive sampling. The variables used were prenatal yoga and anxiety. Researchers used a measuring instrument in the form of an Anxiety Scale for Pregnant (ASP) questionnaire. Result : The results of the research on anxiety in third trimester pregnant women before being given heavy prenatal yoga were 25 respondents (71.4%), after being given prenatal yoga anxiety in third trimester mild pregnant women were 32 respondents (91.4%) with Wilcoxon test results p = 0.000. Conclusion : The conclusion of this study is that prenatal yoga is very effective in reducing anxiety in third trimester pregnant women.
Knowledge Regarding Reproductive Health among Adolescent Kili Astarani; Selvia David Richard; Dian Taviyanda; Sharon Rose; Michelle Paulina Amallo
Genius Journal Vol. 4 No. 2 (2023): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v4i2.187

Abstract

Introduction: Reproductive health is a very important aspect for all men and women, including teenagers, to know. The phenomenon shows that some teenagers do not know and understand reproductive health, for example, menstruation and pregnancy Objective: This research aims to determine adolescent knowledge about reproductive health and then their knowledge and attitudes toward reproductive health problems. Methods: This research is a descriptive study with the variable knowledge of adolescent reproductive health. The population of this study was young men and women aged 10 to 19 years, totaling 39 people. The sampling technique is total sampling. The instrument used for data collection is a questionnaire, which consists of general data and specific data. General data includes biodata, general information about adolescent reproductive health, and information sources used by adolescents to obtain information about adolescent reproductive health. Data analysis was carried out quantitatively and adjusted to the objectives to be achieved in the research. Results: knowledge about adolescent reproductive health at the Kasih Allah Tulungagung Orphanage was in the sufficient category of 11 respondents (28.21%) and the insufficient category was 28 respondents (71.79%). Conclusion: Knowledge about adolescent reproductive health at the Kasih Allah Tulungagung Orphanage is in the poor category. Knowledge of adolescent reproductive health is very important so that adolescents have responsible behavior
LITERATUR REVIEW: EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI Meilinda Krisna Puspasari; Dian Taviyanda; Selvia David Richard
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.492

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu kanker penyebab kematian wanita. Karena, banyak wanita yang terlambat menyadari bahwa sebenarnya ia sudah terserang kanker. Untuk menemukan penyakit lebih awal dikembangkan berbagai metode yaitu salah satunya dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (selanjutnya disebut SADARI). SADARI adalah pemeriksaan payudara oleh diri sendiri untuk mendekteksisegala kelainan yang ada pada payudara.Penelitian ini bertujuan untuk Membuktikan Efektifitas Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Sumber database yang digunakan untuk mengumpulkan literatur berasal dari Google Shcolar, PubMed, Spinger. Penelititi melakukan review Penelitian yang menggunakandesain Pre Experiment, Quasi Experiment, dan Cross sectional yang dalam pelaksanaannya menggunakan metode pre-test post-test group design. Hasil yang di dapatkan bahwa 1 jurnal memaparkan pengetahuan deteksi dini kanker payudara tanpa ada perlakuan, 9 jurnal menunjukkan perbedaan signifikan efektifitas Pendidikan kesehatan sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan kesehatan dengan nilai p <0.05 yang berarti Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri. Kesimpulan: yang dapat diambil pemberian pendidikan kesehatan sangat efektif terhadap pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara.
Bibliotherapy Strategy: Experimental Study To Reduce Hospitalization Stress In Pre-School Children Kili Astarani; Selvia David Richard
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.412

Abstract

The research design used the Pre Experiment Design with a one-group pre-post test design. The population, preschool-aged children who experience hospitalization stress in the Karunia Room of Kediri Baptist Hospital. The sample is 15 respondents who were selected by Quota Sampling. The research variable was Bibliotherapy. The data collection process was carried out using a questionnaire. Data analysis using Paired Samples Test. The results of the research before doing bibliotherapy, stress hospitalization of preschool children were severe as 9 respondents (60.0%), mild as many as 4 respondents (26.7%), and moderate as many as 2 respondents (13.3%). The average change in stress hospitalization before and after bibliotherapy was 7.67 with a p-value of 0.000. Bibliotherapy is effective in reducing hospitalization stress in preschool children in the Karunia Room of Kediri Baptist Hospital
Implementasi Karakter Sosial Pada Anak Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Holistik Keperawatan Anak Dalam Kegiatan Bersinar Kili Astarani; Selvia David Richard; Indraningrum Fitria; Yoyok Febrijanto; Debora Aurelia Ayu Wasyana; Jonathan Adjie Nugraha; Stephanie Aurellya Putri Widayat; Jeremi Christian Burju; Micah Erickson; Jessica Gordon
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.621

Abstract

Latar Belakang: Sekolah dan keluarga memiliki peran besar dalam menumbuhkan karakter anak melalui keteladanan, pembiasaan, dan pembelajaran yang bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Memberikan implementasi Karakter Sosial Pada Anak Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Holistik Keperawatan Anak dalam Kegiatan BERSINAR (Bina Empati, Tolong Menolong, dan Kebersamaan Anak). Metode: Metode yang dipilih pengabdi diawali dengan Koordinasi dengan kepala sekolah dan guru, dilanjutkan penyusunan materi edukasi dan pembuatan poster. Pelaksanaan meliputi pengenalan, refleksi diri, diskuse serta evaluasi perilaku siswa. Hasil: Kegiatan ini menunjukkan dari 36 siswa sebanyak 25 siswa (69,44%) memiliki nilai empati tinggi, sejumlah 28 siswa (77,78%) memiliki nilai tolong menolong tinggi, dan sejumlah 28 siswa (77,78%) memiliki nilai kebersamaan tinggi. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil memperkuat nilai siswa dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah serta direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut. 
Skrining Kesehatan Komunitas untuk Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Srinalesti Mahanani; Kili Astarani; Selvia David Richard; Fidiana Kurniawati; Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani; Lorraine Shields; Lisa Bursch; Sungguh Manullang; Alejandra Arrogo; Wasyana Debora Aurelia Ayu; Sharon Rose; Ahmad Zururi; Ester Eliana; Yessi Putri Thalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i2.691

Abstract

Penyakit tidak menular sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga deteksi dini berbasis komunitas penting, terutama pada kelompok dewasa dan lanjut usia yang belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi risiko metabolik dan kardiovaskular melalui skrining kesehatan terpadu serta memberikan edukasi individual berdasarkan hasil pemeriksaan. Program dilaksanakan di Kabupaten Kediri pada April 2026 dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Sasaran berasal dari keluarga binaan klinik komunitas, komunitas Hamba Tuhan, dan jemaat gereja. Skrining meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, dan asam urat, kemudian dilanjutkan dengan interpretasi hasil, konseling individual, serta rekomendasi pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan bagi peserta dengan temuan abnormal. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan indikator ketercapaian target. Sebanyak 102 peserta mengikuti kegiatan sehingga mencapai 121,4% dari target awal. Pemeriksaan gula darah sewaktu menemukan 10,8% peserta pada kategori pradiabetes dan 2,9% pada kategori skrining diabetes. Kadar asam urat tinggi ditemukan pada 43,1% peserta, sedangkan 52,9% memiliki kolesterol total batas tinggi atau tinggi. Dari 101 peserta dengan klasifikasi tekanan darah lengkap, 94,1% berada pada kategori peningkatan tekanan darah, prahipertensi, atau hasil skrining hipertensi. Kegiatan mencapai cakupan skrining yang tinggi dan capaian peningkatan pemahaman masyarakat tentang deteksi gejala awal penyakit tidak menular. Skrining komunitas yang terintegrasi dengan edukasi individual bermanfaat untuk menemukan peserta yang memerlukan pemeriksaan konfirmasi dan mengarahkan konseling pencegahan, meskipun hasil skrining satu kali tidak dapat diperlakukan sebagai diagnosis klinis definitif.
BUILDING SAFER BEHAVIORS: THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-EFFICACY AND BURN INJURY AMONG STUDENTS Fidiana Kurniawati; Selvia David Richard
Pedagogic Research-Applied Literacy Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Volume 3 Number 3 May - July 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/4xdcqy37

Abstract

Burns are preventable injuries through safety behaviors supported by an individual's belief in their abilities (self-efficacy). This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and burn prevention behaviors in college students. The study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 36 students was selected using a purposive sampling technique. Data was collected using a self-efficacy questionnaire and burn prevention behaviors that had been tested for validity and reliability, then analyzed using Spearman’s Rho correlation test. The results showed that most respondents had moderate self-efficacy (41.7%) and good burn prevention behaviors (69.4%). Spearman Rank analysis showed a strong and significant relationship between self-efficacy and burn prevention behaviors (r = 0.701; p = 0.001). It was concluded that the higher the students' self-efficacy, the better the burn prevention behaviors they apply in their daily lives. Therefore, strengthening self-efficacy needs to be part of burn prevention safety education programs in higher education.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG ORGAN REPRODUKSI GUNA MENGETAHUI IDENTITAS DIRI PADA ANAK DI SDN ASMOROBANGUN 02 KEDIRI Dian Taviyanda; Selvia David Richard; Kili Astarani; Yoyok Febrijanto
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.849

Abstract

Pada masa sekolah inilah anak usia 6-12 tahun mulai diperkenalkan tentang pentingnya gender. Perkembangan anak banyak dibicarakan bahwa dasar kepribadian seseorang terbentuk pada masa anak-anak. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab anak mengalami gangguan emosi berupa perilaku menyimpang. Faktor penyebab tersebut berasal dari anak sendiri dan dapat juga dari lingkungannya. Sehingga anak perlu mengetahui pentingnya perbedaan secara karateritik jenis kelamin mereka atau gender mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan tentang organ reproduksi guna mengetahui identitas diri pada anak di SDN Asmorobangun 02 Kediri. Design penelitian yang digunakan adalah analitik. Populasi penelitian yaitu semua anak usia sekolah usia 7-8 tahundi SDN Asmorobangun o2 Kediri. Tehnik sampling penelitian yang digunakan total sampling, besar sampel yakni sebanyak 28 responden. Variabel independent adalah Pendidikan Kesehatan, sedangkan Variabael Dependen Pengetahuan. Uji Analisis yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan adalah 50% pengetahuan kurang sebanyak 14 responden (50%), sedangkan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan didapatkan Sebagian besar pengetahuan baik sebanyak 20 responden (71,4%). Hasil analisis di dapatkan P= 0,000 yang artinya ada pengaruh yang sangat sifnifikan dengan diberikan Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan pada anak. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dengan diberikan informasi makan mampu memberikan informasi dan mengubah Tingkat pengetahuan mereka.