Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisa Kritis Teori Feminisme Liberal dalam Konstruksi Pendidikan Islam Prespektif Kesetaraan Gender Robi‟ul Afif Nurul „Aini
At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib, Ngoro, Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah perbedaan gender terjadi mulai sebuah proses yang sangat panjang terbentuknya perbedaan gender ini disebabkan banyak hal, antara lain dibentuk disoialisasi, diperkuat bahkan dikonstruksi secara sosial dan cultural melaui berbagai wacana seperti agama, politik maupun psikologi. Melalui proses yang panjang, sosialisasi gender akhirnya dianggap sebagai ketentuan tuhan, seolah-olah gender adalah bersifat biologis yang tidak bias di ubah-ubah lagi, sehingga perubahan gender dianggap sebagai kodrat laki-lakimaupun kodrat perempuan. Karena di anggap sebagai kodrat upaya untuk menolak perbedaan gender tersebut dianggap sebagai perbutan melawan ketentuan tuhan. Bermula dari kesadaran akan subordinasi dan ketertinandasan perempuan oleh system yang patriakis inilah muncul kajian tentang perempuan yang kemudian dengan istilah “Feminisme”. Dimana salah satu gagasan prmbebasan yang mengkonsentrasikan pada upaya pengangkatan status perempuan agar setara dengan laki-laki dan bebas dari eksploitasi dan tidak mengenal adanya diskriminasi jenis kelamin dan mengenai persoalan mengapa kaum perempuan mengalami ketertindasan dan ketidak adilan, hal ini telah memunculkan aliran feminism liberal. Penelitian pustaka ini secara spesifik mengkaji bagaimana teori feminisme liberal dalam konstruksi pendidikan islam prespektif kesetraraan gender. Kajian terhadap masalah tersebut berawal dari problematika gender yang membutuhkan teori feminisme liberal hadir dalam pendidikan islam ditinjau dari prespektif kesetaraan gender. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui teori feminisme liberal dalam konstruksi pendidikan islam prespektif kesetaraan gender dan untuk mengetahui konsep pendidikan islamprespektif kesetaraan gender. Dan hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti, para praktisi pendidikan dan masyarakat pada umumnya untuk dijadikan bahan pijakan secara teoritis bagi problematika ketidak adilan gender yang tak kunjung usai yang juga merupakan tanggung jawab pendidikan islam. Penelitian ini termasuk pendekatan kulitatif yang fokus pada kajian putaka dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan dokumentasi dan teknik analisa data yang berupa deskrptif dan content analysis. Hasil penelitian tersebutmenunjukkan bahwa ketidakadilan gender yang sebagian besar menimpa perempuan masih sangat memprihatinkan, sehingga membutuhkan analisa kritis teori feminism liberal dalam kontruksi pendidikan islam prespektif kesetaraan gender yakni dengan memberikan kesempatan dan peluang bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan baik secara individu maupun kelompok. Karena perempuan adalah mahkluk yang rasional, kemampuan dan potensinya sama dengan lali-laki. Menanggapi hal tersebut diatas, pendidikan merupakan proses untuk mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan yang telah terkikis karena relasi social yang dominatif. Dalam hal ini, pendidikan islam pada khususnya dituntut untuk mampu tampil sebagai wahana paling utama baik secara konsepsional maupun dalam pelaksanaanya untuk berperan aktif dalam mengatasi problem masyarakat terhadap ketidakadilan gender.
Implementation of Prediction Guide Method in Islamic Religious Education Learning Robi’ul Afif Nurul ‘Aini; Zamroji, Muhammad; Robi'ul Afif Nurul 'Aini
Ats-Tsaqofi: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol 6 No 2 (2024): Ats-Tsaqofi
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/ats-tsaqofi.v6i2.472

Abstract

The Prediction Guide Method is a learning model designed to actively engage students from the beginning to the end of the learning process. By using this method, students are expected to be involved from the start of the session, maintain focus, and keep their attention while the teacher delivers the material. The steps in implementing this method begin with the formation of study groups by the teacher in the classroom. Through these groups, students can discuss and share their understanding of the material being taught. The key to the success of the Prediction Guide Method is creating an interactive and non-monotonous learning atmosphere. One common problem in traditional teaching methods is that they are often too rigid and static, which can cause students to quickly feel bored and lose motivation. However, by implementing the Prediction Guide Method, the teaching and learning process becomes more engaging and encourages active participation from all students. This method has a particularly significant impact on student engagement in Islamic Education. As a result, the implementation of this method not only makes students more active but also improves their comprehension and learning outcomes. Students can more easily remember and understand the material because they are directly involved in the learning process. Through this method, teachers can also better assess students’ engagement and understanding, thereby enhancing the overall quality of learning.