Nuralifah Nuralifah
Fakultas Farmasi, Universitas Halu Oleo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Granul Antidiabetes Menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandiss Linn F.) Sebagai Zat Aktif Rina Andriani; Rifa'atul Mahmudah; Nuralifah Nuralifah; Sitti Raodah Nurul Jannah; Nurramadhani A. Sida; Nurul Hikmah; Nita Trinovitasari; Wiwin Putri Wulandari
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.410

Abstract

Daun jati (Tectona grandiss Linn F.) merupakan tumbuhan dari keluarga verbenacea yang dibudidayakan di Indonesia. Ekstrak daun jati yang memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder antara lain saponin, alkaloid, asam fenolik, steroid, tanin, kuinon, dan flavonoid. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak daun jati terbukti menurunkan kadar glukosa darah pada tikus. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sediaan granul yang mengandung ekstrak daun jati dan mengetahui sifat fisik granul yang dihasilkan. Granul dibuat menggunakan metode granulasi basah, massa granul yang dihasilkan kemudian dievaluasi dengan beberapa uji seperti: uji organoleptik, uji kecepatan alir, uji sudut diam, uji kerapatan nyata, uji kerapatan mampat, uji kompresibilitas, uji rasio hausner, uji kelembapan dan kadar air, uji ukuran dan distribusi ukuran granul, dan uji kerapuhan. Granul yang dihasilkan memiliki bau khas dan warna kecoklatan yang berasal dari ekstrak serta rasa manis dari sukralosa. Ketiga formula seluruhnya memenuhi syarat kecepatan alir, sudut diam, kerapatan nyata, kerapatan mampat, kompresibilitas, rasio hausner, kelembapan dan kadar air, ukuran dan distribusi ukuran granul, serta kerapuhan. Ekstrak daun jati dapat diformulasikan menjadi sediaan granul dengan hasil paling optimum terdapat terdapat pada formula III dengan nilai uji kecepatan alir 36,1 g/detik, sudut diam 14,74º, kerapatan nyata 0,32 g/mL, nilai kerapatan mampat 0,34 g/mL, nilai indeks kompresibilitas 5,99%, nilai rasio hausner 1,06, nilai kelembapan 3,93%, nilai kadar air 4,11%, nilai distribusi ukuran partikel 13,16 gram pada mesh nomor 40 dengan ukuran granul yaitu 400µm, dan nilai kerapuhan 0,75%.
PENINGKATAN CAKUPAN IMUNISASI POLIO DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR PADA MASYARAKAT KELURAHAN RANOMEETO, SULAWESI TENGGARA Arfan Arfan; Ruslin Ruslin; Henny Kasmawati; Adryan Fristiohady; Nuralifah Nuralifah; Wa Ode Sitti Zubaydah
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2685

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Kelurahan Ranomeeto melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Program Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya imunisasi polio, memperluas cakupan vaksinasi, serta memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dasar kepada masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah kelurahan, kader Posyandu, dan Puskesmas Ranomeeto, penyuluhan kesehatan, pelayanan vaksinasi polio, serta pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan PIN Polio berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat. Penyuluhan yang diberikan membantu meningkatkan pemahaman orang tua, sedangkan kunjungan rumah mendukung pencapaian sasaran imunisasi agar tidak ada anak yang terlewat. Pemeriksaan kesehatan juga membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya secara dini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat. Edukasi kesehatan, pemantauan imunisasi, dan pemeriksaan kesehatan rutin perlu terus diperkuat untuk menjaga kesehatan anak dan keluarga di Kelurahan Ranomeeto.
EDUKASI TUBERKULOSIS BERBASIS KOMUNITAS UNTUK PENGUATAN PEMAHAMAN DETEKSI DINI, PENCEGAHAN, DAN KEPATUHAN PENGOBATAN DI KELURAHAN ABELI Suryani Suryani; Adryan Fristiohady; Nuralifah Nuralifah; Wa Ode Sitti Zubaydah; Arfan Arfan; Sitti Raodah Nurul Jannah
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 8 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i8.2952

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan masyarakat dalam mendukung deteksi dini, pencegahan penularan, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC, khususnya terkait gejala, cara penularan, upaya pencegahan, terapi pencegahan, dan kepatuhan pengobatan. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan berupa pemaparan materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Perubahan pemahaman peserta dievaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest serta dianalisis secara deskriptif berdasarkan masing-masing 54 respons. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan respons afirmatif pada pengenalan batuk ≥2 minggu sebagai gejala TBC dari 66,7% menjadi 94,4%, pemahaman mengenai kontak serumah atau kontak erat sebagai sasaran pemeriksaan atau terapi pencegahan dari 77,8% menjadi 98,1%, penularan melalui udara dari 79,6% menjadi 96,3%, serta pemahaman mengenai Terapi Pencegahan Tuberkulosis dari 79,6% menjadi 96,3%. Pemahaman mengenai kepatuhan minum obat dan konsekuensi penghentian pengobatan juga tetap tinggi setelah edukasi, masing-masing mencapai 96,3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis masyarakat dapat memperkuat pemahaman mengenai aspek penting pencegahan dan penanganan TBC, terutama pengenalan gejala dini, pencegahan penularan, terapi pencegahan, dan kepatuhan terhadap pengobatan.