Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Karakter dan Motivasi Belajar Anak Panti Asuhan melalui Program Bimbingan Edukatif Sudirman; Nuranisah; Surya Kelana Putra
Battuta-Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter dan motivasi belajar merupakan fondasi vital bagi perkembangan anak, namun sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan akibat keterbatasan pendampingan personal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan karakter positif serta meningkatkan motivasi belajar anak asuh di LKSA Al-Washliyah, Medan Johor. Khalayak sasaran kegiatan ini berjumlah 25 anak asuh tingkat SD dan SMP. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang dikombinasikan dengan pendekatan joyful learning. Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara intensif selama dua bulan, meliputi pendampingan akademik melalui metode peer tutoring serta internalisasi nilai karakter melalui teknik storytelling, role playing, dan penerapan sistem token economy. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan analisis komparatif pre-test dan post-test serta observasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Data evaluasi mencatat kenaikan indikator motivasi belajar tertinggi pada aspek keaktifan bertanya sebesar 40% dan ketekunan mengerjakan tugas sebesar 35%. Selain itu, skor penilaian karakter menunjukkan lonjakan drastis pada aspek kedisiplinan waktu dan kepercayaan diri peserta. Secara kualitatif, terbentuk atmosfer panti yang lebih kondusif ditandai dengan meningkatnya inisiatif belajar mandiri dan budaya sopan santun. Disimpulkan bahwa program bimbingan edukatif yang humanis efektif dalam memulihkan semangat akademik dan membentuk kepribadian tangguh pada anak panti asuhan.
Toward the Development of Anglais pour le Tourisme et l’Hôtellerie Teaching Materials: A Needs Analysis on Integrating the Local Culture of North Sumatra Fitri Tarigan; Resti Citra Dewi; Surya Kelana Putra; Lilis Novianti
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1536

Abstract

The rapid growth of international tourism in North Sumatra driven by its designation as one of Indonesia’s Super Priority Tourist Destinations and the recognition of Lake Toba as a UNESCO Global Geopark in 2020 has increased the demand for tourism professionals who can communicate in French and English, particularly with Francophone visitors. However, university courses such as Anglais pour le Tourisme et l’Hôtellerie (ATH)  still rely on European-based teaching materials that feel disconnected from students’ local realities, often overlooking the linguistic needs, cultural context, and practical situations they will encounter in North Sumatra, highlighting the urgent need for more locally grounded and relevant instructional resources.In response to this gap, the present study aims to conduct a systematic needs analysis as a foundation for developing Anglais pour le Tourisme et l’Hôtellerie  (ATH) instructional materials that are grounded in the local culture of North Sumatra. This study adopted a mixed-methods approach, combining quantitative data from questionnaires with qualitative data obtained through interviews, observations, and document analysis. Data were collected from 100 undergraduate students using a 25-item structured questionnaire, supported by semi-structured interviews and an analysis of ten existing sets of teaching materials. The findings indicate that 80% of students begin the course at the CEFR A1 level, while 83.3% perceive the current materials as irrelevant to their future professional needs. Five key communicative domains emerged as priority areas: guided tour narration (94.2%), hotel reception interactions (91.7%), restaurant service communication (87.5%), complaint handling (79.2%), and promotional writing (72.5%). Furthermore, the document analysis revealed that none of the existing materials include references to Indonesian tourism contexts, with four essential lexical domains entirely missing. Overall, these findings highlight a significant mismatch between the existing ESP materials and the actual needs of learners. At the same time, they provide a clear empirical basis for the development of instructional materials that are culturally relevant and locally grounded, particularly for tourism and hospitality education in North Sumatra.   Pesatnya pertumbuhan pariwisata internasional di Sumatera Utara yang didorong oleh penetapan wilayah ini sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia serta pengakuan Danau Toba sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2020 telah meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga profesional pariwisata yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Prancis dan bahasa Inggris, khususnya dalam melayani wisatawan Francophone. Namun demikian, mata kuliah Anglais pour le Tourisme et l’Hôtellerie di perguruan tinggi masih menggunakan bahan ajar berbasis konteks Eropa yang kurang relevan dengan realitas lokal mahasiswa. Bahan ajar tersebut cenderung mengabaikan kebutuhan linguistik, konteks budaya, serta situasi praktis yang akan dihadapi mahasiswa di lingkungan pariwisata Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan pengembangan sumber pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan, dan berbasis budaya lokal. Sebagai respons terhadap kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan secara sistematis sebagai landasan dalam pengembangan bahan ajar ATH yang berbasis budaya lokal Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan data kuantitatif dari angket dan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Data dikumpulkan dari 100 mahasiswa sarjana melalui kuesioner terstruktur yang terdiri atas 25 butir pertanyaan, didukung oleh wawancara semi-terstruktur dan analisis terhadap sepuluh perangkat bahan ajar yang telah digunakan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% mahasiswa memulai perkuliahan pada tingkat kemahiran A1 berdasarkan CEFR, sementara 83,3% responden menilai bahwa bahan ajar yang digunakan saat ini tidak relevan dengan kebutuhan profesional mereka di masa depan. Penelitian ini juga mengidentifikasi lima domain komunikasi utama yang menjadi prioritas pembelajaran, yaitu narasi pemanduan wisata (94,2%), interaksi resepsionis hotel (91,7%), komunikasi layanan restoran (87,5%), penanganan keluhan wisatawan (79,2%), dan penulisan promosi pariwisata (72,5%). Selain itu, hasil analisis dokumen menunjukkan bahwa tidak satu pun bahan ajar yang dianalisis memuat konteks pariwisata Indonesia, dan terdapat empat domain leksikal penting yang sama sekali belum tercakup. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang signifikan antara bahan ajar ESP yang tersedia dengan kebutuhan nyata peserta didik. Di sisi lain, hasil penelitian ini juga memberikan dasar empiris yang kuat bagi pengembangan bahan ajar yang relevan secara budaya dan berakar pada konteks lokal, khususnya dalam pendidikan pariwisata dan perhotelan di Sumatera Utara.  
Development and Validation of Project-Based English Teaching Materials for Physical Education, Health, and Recreation Students at Universitas Negeri Medan Rifqi Aufan; Budi Valianto; Faridz Ravsamjani; Surya Kelana Putra
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 4 September (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i4.1580

Abstract

The Teaching materials are essential components in the learning process, yet many higher education institutions still lack innovative, student-centered instructional resources that align with Outcome-Based Education (OBE) curricula. This study aimed to develop and validate Project-Based Learning (PBL) teaching materials for English courses at the Faculty of Sports Science (FIK), Universitas Negeri Medan, and to evaluate their effectiveness in enhancing students' English competence. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The sample comprised 300 second-semester students from the Physical Education, Health, and Recreation program who were enrolled in the English course. Data were collected through needs analysis questionnaires, expert validation instruments (content and media experts), and student response questionnaires. Data analysis utilized descriptive statistics with a five-point Likert scale conversion. Needs analysis revealed that 100% of students found the "Break-Down" technique helpful for understanding English materials, 70% were willing to engage with the developed learning media, and 90% expressed interest in PBL-based materials. Expert validation yielded a 94% feasibility rating from content experts. Limited product trials with 30 students showed 45% satisfaction, leading to revisions. Subsequent operational
DEVELOPING ANGLAIS POUR LE TOURISME ET L'HÔTELLERIE TEACHING MATERIALS THROUGH THE INTEGRATION OF NORTH SUMATRAN LOCAL CULTURE AND LUMI EDUCATION. Fitri Ervina Tarigan; Resti Citra Dewi; Surya Kelana Putra; Lilis Novianti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 5 (2026): October (2026)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i5.7243

Abstract

Abstract: Tourism and hospitality programs in North Sumatra face a persistent gap between generic, globally-oriented English for Specific Purposes (ESP) coursebooks and the region's multi-ethnic cultural assets (Toba Batak, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola, Mandailing, Nias, and Malay), while post-pandemic instruction increasingly demands interactive, self-paced digital delivery.This study aims to (1) analyze the target and learning needs of Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH) learners and stakeholders, (2) describe the process of developing ATH teaching materials that embed North Sumatran local culture and are authored as interactive H5P content through Lumi Education, and (3) evaluate the validity and practicality of the resulting materials. This study used a Research and Development (R&D) design following the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data were collected through needs-analysis questionnaires, semi-structured interviews with students and tourism-industry practitioners, expert-validation instruments (content, language, media/design, and cultural-authenticity aspects), and a student practicality questionnaire, then analyzed using both descriptive-quantitative and thematic-qualitative techniques.  The needs analysis confirmed a strong demand for authentic, culturally contextualized speaking and listening materials; ten interactive units were designed and developed in Lumi Education (e.g., Course Presentation, Branching Scenario, Dialog Cards, Image Hotspot, and Interactive Video) around North Sumatran sites and traditions such as Tourist attartions and historical landmarks, traditional handwoven textiles and their symbolized, and Traditional hospitality customs. Expert validation placed the materials in the very valid category (overall mean 3.69 of 4, 92.2%), and classroom implementation showed a very practical student response (94.3%)  The integration of North Sumatran local culture with Lumi Education's H5P authoring environment produces ATH teaching materials that are valid, practical, and effective in improving learners' tourism-English performance, addressing a gap left by prior ESP-tourism and local-wisdom studies that treated these two dimensions separately; the main area flagged for further refinement is the audio clarity of listening-based activities. The findings imply that ESP materials developers and tourism-education policymakers can use locally-grounded, H5P-based interactive design as a replicable model for other regions seeking to align vocational English instruction with cultural preservation and digital-learning demands.  Keyword: Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH) ; teaching materials development; local culture; North Sumatra; Lumi Education; H5P; ADDIE model   Abstrak: Program pariwisata dan perhotelan di Sumatera Utara menghadapi kesenjangan yang terus-menerus antara buku teks Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) yang bersifat umum dan berorientasi global dengan kekayaan budaya multietnis di wilayah tersebut (Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola, Mandailing, Nias, dan Melayu), sementara pembelajaran pasca-pandemi semakin menuntut penyampaian materi secara digital yang interaktif dan dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sasaran dan kebutuhan belajar peserta didik serta pemangku kepentingan Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH), (2) mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar ATH yang mengintegrasikan budaya lokal Sumatera Utara dan disusun sebagai konten interaktif H5P melalui Lumi Education, serta (3) mengevaluasi validitas dan kepraktisan bahan ajar yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang mengikuti model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Data dikumpulkan melalui kuesioner analisis kebutuhan, wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa dan praktisi industri pariwisata, instrumen validasi ahli (aspek isi, bahasa, media/desain, dan keaslian budaya), serta kuesioner praktisitas bagi mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kuantitatif dan tematik-kualitatif. Analisis kebutuhan menegaskan adanya permintaan yang kuat akan materi berbicara dan mendengarkan yang otentik serta kontekstual secara budaya; sepuluh unit interaktif dirancang dan dikembangkan di Lumi Education (misalnya, Presentasi Kursus, Skenario Bercabang, Kartu Dialog, Titik Aktif Gambar, dan Video Interaktif) yang berpusat pada lokasi dan tradisi di Sumatera Utara, seperti objek wisata dan landmark bersejarah, tenun tradisional dan simbol-simbolnya, serta adat istiadat keramahan tradisional. Validasi oleh para ahli menempatkan materi-materi tersebut dalam kategori sangat valid (rata-rata keseluruhan 3,69 dari 4, 92,2%), dan implementasi di kelas menunjukkan respons siswa yang sangat positif (94,3%). Para validator dan siswa juga mencatat bahwa kualitas audio pada beberapa segmen mendengarkan/video interaktif perlu ditingkatkan. Integrasi budaya lokal Sumatera Utara dengan lingkungan pengembangan H5P dari Lumi Education menghasilkan bahan ajar ATH yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kinerja bahasa Inggris pariwisata peserta didik, sekaligus mengatasi kesenjangan yang ditinggalkan oleh studi ESP-pariwisata dan kebijaksanaan lokal sebelumnya yang memperlakukan kedua dimensi tersebut secara terpisah; area utama yang perlu diperbaiki lebih lanjut adalah kejernihan audio pada aktivitas berbasis mendengarkan. Temuan ini menyiratkan bahwa pengembang materi ESP dan pembuat kebijakan pendidikan pariwisata dapat menggunakan desain interaktif berbasis H5P yang berakar pada konteks lokal sebagai model yang dapat direplikasi bagi wilayah lain yang berupaya menyelaraskan pengajaran bahasa Inggris kejuruan dengan pelestarian budaya dan tuntutan pembelajaran digital. Kata kunci: Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH); pengembangan bahan ajar; budaya lokal; Sumatera Utara; Lumi Education; H5P; model ADDIE