Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perberdayaan Santri Pondok Pesantren Al-Amaliah Desa Cikidang-Sukabumi dalam Pengembangan Potensi Wirausaha melalui “Cipta Kantin Mini An-Najah” Iin Suryaningsih; Sari Anggraini; Bahrul Ulum; Putri Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1614

Abstract

Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amaliah, Desa Cikidang Sukabumi,  merupakan kelompok mitra nonprofit. Potensi wirausaha yang dimiliki oleh santri Al-Amaliah secara umum patut dikembangkan, terlebih Desa Cikidang termasuk desa dengan status ekonomi berkembang yang perlu pembinaan lebih intens agar tidak kembali kepada status desa ekonomi rendah. Kantin mini “An-Najah adalah salah satu strategi yang dibangun sebagai wadah edukasi sekaligus implementasi santri dalam menumbuhkembangkan potensi wirausahanya. Permasalahan yang ditemukan adalah belum terarahnya potensi pengembangan wirausaha santri karena kurangnya edukasi dan pendampingan tentang konsep wirausaha yang terbangun dalam pondok pesantren ini. Begitu pula terkait strategi perolehan permodalan sebagai dasar rintisan usaha yang akan dibangun sebagai solusi tim abdimas dalam upaya membangun kantin mini adalah memberikan pembinaan soft dan hard skill seputar konsep wirausaha yang bisa dibangun di kalangan santri Al-Amaliah. Pembinaan ini terdiri dari beberapa materi, di antaranya: penanaman motivasi, konsep santripreneur, dan edukasi sirkulasi barang dan pembukuan dasar. Aktivitas pendampingan ini menggunakan digital based training. Tahapan kegiatan ini di antaranya adalah persiapan, pelaksanaan program, implementasi dan monitoring dan evaluasi. Luaran dari kegiatan ini adalah perubahan pemahaman santri terhadap konsep wirausaha dan upaya pengembangan potensi wirausaha santri yang dapat diaplikasikan secara optimal dengan terbangunnya kantin mini an-Najah di lingkungan ponpes Al-Amaliah.Kata kunci: Konsep Santripreneur, Santri berdaya, Kantin mini An-Najah Ponpes Al-Amaliah, Cikidang-Sukabumi
Implementasi Manajemen Keberlanjutan Usaha Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Aset bagi Kelompok Tani Sukasari Nunung Nurhasanah; Nur Saumi Indana Zulfah; Suci Rahmatia; Sari Anggraini; Alifah Almas; Iksan Khosiya Rohman; Nadila Puspita T.H; Nida Salsabila; Rahmat Giant Nanda
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4974

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan utama mitra, yaitu rendahnya pemahaman kelompok tani terhadap manajemen keuangan dan aset usaha yang berdampak pada lemahnya kemampuan pengelolaan keuangan secara terencana dan berkelanjutan. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Sukasari di Desa Arjasari, Kabupaten Bandung Selatan, yang berfokus pada budidaya bunga matahari. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam pencatatan keuangan, pengelolaan aset, serta penerapan prinsip keberlanjutan usaha tani melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diikuti oleh 15 peserta yang mayoritas merupakan petani aktif, dengan tahapan analisis permasalahan, sosialisasi program, pelatihan manajemen keuangan dalam dua sesi, pendampingan, dan evaluasi. Materi pelatihan menekankan konsep dasar manajemen keuangan, pencatatan transaksi sederhana, serta pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha tani yang terintegrasi, didukung oleh guide book yang disusun khusus sesuai kebutuhan mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, dengan hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 56 persen menjadi 100 persen. Selain peningkatan pemahaman, kegiatan ini menghasilkan dampak sosial positif berupa perubahan perilaku petani dalam menerapkan pencatatan keuangan yang lebih disiplin, peningkatan kesadaran pengelolaan aset, penguatan kapasitas manajerial kelompok tani, peningkatan efisiensi pengelolaan modal, perbaikan kesejahteraan ekonomi petani, serta dukungan terhadap keberlanjutan usaha pertanian bunga matahari di Desa Arjasari.Kata kunci Keberlanjutan Usaha, Kelompok Tani, Manajemen Keuangan, Pelatihan, Pemberdayaan Masyarakat.