Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Edukasi: Pemanfaatan Buku Pop-Up sebagai Media Pembelajaran Interaktif di MI Terpadu Berkah Palangkaraya Winna; Hesty Widiastuty; Siti Rahimah; Fajariah; Rini Listiya Ningrum; Devi Hanas Tasya; Krisna Dwi Alifhia Rezky
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v2i2.349

Abstract

Pembelajaran interaktif merupakan pendekatan yang semakin diminati dalam dunia pendidikan modern. Pendekatan ini menekankan pada partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan menarik. Salah satu aspek yang diperhatikan dalam pembelajaran interaktif adalah penggunaan lingkungan belajar berbeda yang menginspirasi dan memotivasi siswa untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan buku pop-up sebagai media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Metode penelitian ini menggunakan deskritif kualitatif, yang fokus mendeskripsikan, meneliti, dan menjelaskan fenomena yang terkait dengan penerapan pembelajaran interaktif menggunakan buku pop-up untuk mempelajari kata keterangan frekuensi di MI Terpadu Berkah Palangkaraya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran interaktif menggunakan buku pop-up untuk mengajar kata keterangan frekuensi di MI Terpadu Berkah Palangkaraya meningkatkan antusiasme dan keterlibatan siswa. Namun, terdapat keterbatasan seperti kelas kurang kondusif karena antusiasme berlebihan siswa, kesulitan mengingat dan memahami materi, serta keterbatasan penglihatan media dari belakang. Rekomendasi untuk pengabdian selanjutnya yaitu pengembangan media pembelajaran dan menggunakan meida ajar lainnya. Interactive learning is an increasingly popular approach in modern education. It emphasizes the active participation of students in the learning process, creating a dynamic and engaging learning environment. One of the aspects considered in interactive learning is the use of different learning environments that inspire and motivate students to learn in a fun way. The purpose of this study is to determine the utilization of pop-up books as interactive learning media in increasing students' interest and involvement in English learning. This research method uses qualitative descriptive, which focuses on describing, examining, and explaining phenomena related to the application of interactive learning using pop-up books to learn adverbs of frequency at MI Terpadu Berkah Palangkaraya. The results showed that interactive learning using pop-up books to teach adverbs of frequency at MI Terpadu Berkah Palangkaraya increased students' enthusiasm and engagement. However, there are limitations such as less conducive class due to students' excessive enthusiasm, difficulty remembering and understanding the material, and limited media vision from behind. Recommendations for further service include developing learning media and using other teaching tools.
KELAYAKAN MENIKAH PADA PEREMPUAN DAYAK DI LERENG PEGUNUNGAN MERATUS Yusna Zaidah; Fajariah; Fauziah Hayati
Berajah Journal Vol. 5 No. 12 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v5i12.625

Abstract

Abstract The normative eligibility for marriage for women is set at a minimum age of 19 years, but its implementation faces challenges in customary law communities that have their own standards of readiness. Marriage for the Dayak people on the slopes of the Meratus Mountains is a complex process involving cultural, economic and psychosocial dimensions. Amidst the tide of modernisation, the criteria for marriage eligibility for Dayak women deserve attention. This qualitative research using an ethnographic approach aims to explore the criteria for marriage readiness for Dayak Meratus women and identify the factors that influence the establishment of these criteria. Data was collected through participatory observation and in-depth interviews with Dayak women, traditional leaders, and family members to understand the gap between formal regulations and local wisdom standards, as well as the factors behind it. The findings show that marriage eligibility for Dayak Meratus women focuses more on physical readiness (ganal awak) and mental readiness (kawa diharap) than age. This is influenced by factors such as the agrarian economic structure that places women as productive units, access to education in mountainous areas, and the social function of marriage as a strategy for strengthening kinship and protecting land. This has a significant impact on the high rate of early marriage in the region.