Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendayagunaan Zakat Untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19 Perpektif Filsafat Hukum Islam Irfandi EZ; Nurul Maisyal
Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 5 No 1 (2020): Al-Muamalat: Jurnal Hukum & Ekonomi Syariah
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/muamalat.v5i1.1849

Abstract

The global pandemic Covid-19 that occurred in Indonesia made people experience a difficult situation that requires assistance in terms of support, material and financial. Zakat as a source of social funds in Islam has a strategic role to meet these needs. This study examines the importance of zakat for tackling the Covid-19 pandemic. This research is a library research and data collection technique carried out through library studies, using Islamic legal philosophy approach, and results in the conclusion that zakat may be given to Covid-19 affected parties, both for medical teams, corona patients and one of citizens who family has confirmed positive corona, people affected by PHK due to phsycal or social distancing implemented by the government to minimize the transmission of Covid-19, etc
ZAKAT ASET PRODUKTIF (MUSTAGHALLAT) DALAM TINJAUAN FIKIH Irfandi Irfandi
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2022): May
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i6.95

Abstract

Aset produktif (mustaghallat) adalah harta yang tidak termasuk dalam jenis harta yang wajib dizakati, tetapi memiliki potensi keuntungan yang dapat melebihi harta zakat. Ulama fiqh klasik umumnya membatasi kewajiban zakat pada komoditas tertentu yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad, yaitu emas dan perak, hasil pertanian, ternak (unta, sapi, dan kambing), harta perniagaan, rikaz (harta temuan) dan ma'adin (produk pertambangan). Sementara itu, para ulama fiqh kontemporer berbeda pendapat mengenai kewajiban zakat atas aset produktif, nishab dan tata cara pembayarannya. Artikel ini mencoba membahas pendapat ulama kontemporer dan menyimpulkan bahwa harta produktif wajib dikeluarkan zakatnya jika keuntungan yang dihasilkan telah mencapai batas nishab emas setelah perputaran tahun (haul) sejak keuntungan tersebut dihasilkan.