Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimizing Potential Supply Chain of Biomass Agricultural Waste for Co-firing of Coal Power Plant Using MCDA, GIS, and Linear Programming in the Java and Sumatra Islands, Indonesia Ahmudi, Ali; Hudaya, Chairul; Garniwa, Iwa; Amraini, Said Zul; Sugiyono, Agus; Semedi, Jarot Mulyo; Sidqi, M. Ahsin; Daulay, Andini Dwi Khairunnisa; Yumnaristya, Syefiara Hania
Leuser Journal of Environmental Studies Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Heca Sentra Analitika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60084/ljes.v3i1.249

Abstract

The development of renewable energy is a key priority for the Indonesian government and many other nations. Utilizing biomass as a co-firing fuel in coal-fired power plants (PLTUs) offers a viable pathway to meet renewable energy targets in the electricity sector. Co-firing technology involves substituting coal with biomass at specific ratios while maintaining the operational quality and efficiency of the power plants. Indonesia plans to implement a co-firing program in 114 PLTUs, with a combined capacity of 18.1 GW, requiring approximately 9 million tons of biomass annually. This study aims to develop a biomass supply chain model for co-firing, focusing on transportation cost optimization. Geographic Information Systems (GIS), Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), and Linear Programming are employed to map biomass potential from agricultural waste, identify optimal storage and factory locations, calculate the shortest distances to PLTUs, and design an efficient supply chain. Key biomass sources considered include agricultural waste from rice, corn, cassava, palm oil, coconut, sugarcane, and rubber. The study concentrates on co-firing in the Java and Sumatra regions, which house 14 and 12 PLTUs, respectively. Assuming a 5% biomass mix, the total annual bio-pellet demand is estimated at 3.34 million tons. By contrast, the annual production capacity of bio-pellets is calculated to be 143.58 million tons, indicating a surplus supply. Optimization results confirm that the available biomass supply can adequately meet the co-firing requirements for PLTUs in Java and Sumatra. The study also identifies optimal locations for storage facilities and bio-pellet factories near PLTU sites, enhancing supply chain efficiency. By integrating data on biomass potential, storage, factory, and PLTU locations, this research facilitates the design of an effective and efficient biomass supply chain, contributing to the broader goal of renewable energy development.
Strategi Inovasi Berkelanjutan dan Peran Organisasi Pembelajar Dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Unit Bisnis Kelistrikan Sidqi, M Ahsin; Dahroni, Andi; Oktavian, M Rizal
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i3.166

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh strategi inovasi dan peran organisasi pembelajar terhadap kinerja unit bisnis tenaga listrik. Dimensi strategi inovasi adalah (1) kepemimpinan kewirausahaan, (2) inovasi proses, (3) inovasi layanan, dan (4) organisasi pembelajar sebagai mediasi untuk meningkatkan kinerja unit bisnis. Penelitian ini adalah untuk mengeahui peran organisasi pembelajaran dan kepemimpinan kewirausahaan terhadap inovasi merupakan sumber pengetahuan dan kemampuan baru serta dapat menghasilkan inovasi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja unit bisnis. Kinerja unit bisnis terbukti dipengaruhi sendiri atau bersama-sama oleh faktor inovasi kepemimpinan kewirausahaan, inovasi proses, inovasi pelayanan dan dimediasi oleh organisasi pembelajar. Variabel organisasi pembelajaran mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas strategi inovasi dan organisasi pembelajar secara positif akan menghasilkan peningkatan kinerja.
Strategi Inovasi Berkelanjutan dan Peran Organisasi Pembelajar Dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Unit Bisnis Kelistrikan Sidqi, M Ahsin; Dahroni, Andi; Oktavian, M Rizal
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i3.166

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh strategi inovasi dan peran organisasi pembelajar terhadap kinerja unit bisnis tenaga listrik. Dimensi strategi inovasi adalah (1) kepemimpinan kewirausahaan, (2) inovasi proses, (3) inovasi layanan, dan (4) organisasi pembelajar sebagai mediasi untuk meningkatkan kinerja unit bisnis. Penelitian ini adalah untuk mengeahui peran organisasi pembelajaran dan kepemimpinan kewirausahaan terhadap inovasi merupakan sumber pengetahuan dan kemampuan baru serta dapat menghasilkan inovasi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja unit bisnis. Kinerja unit bisnis terbukti dipengaruhi sendiri atau bersama-sama oleh faktor inovasi kepemimpinan kewirausahaan, inovasi proses, inovasi pelayanan dan dimediasi oleh organisasi pembelajar. Variabel organisasi pembelajaran mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas strategi inovasi dan organisasi pembelajar secara positif akan menghasilkan peningkatan kinerja.
KAJIAN KELAYAKAN TEKNIK DAN FINANSIAL PROYEK PLTS DI PULAU PADANG TIKAR KABUPATEN KUBU RAYA Suwardana Wisnu Prabawa; M. Ahsin Sidqi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 07 Desember (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui dan menganalisis jumlah potensi energi surya yang tersedia di Pulau Padang Tikar serta mempelajari distribusi intensitas radiasi surya sepanjang tahun sebagai dasar perencanaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). 2) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor teknis dan lingkungan yang mempengaruhi desain sistem PLTS hibrida yang menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan sistem penyimpanan energi (baterai) yang sesuai dengan kebutuhan energi masyarakat di Pulau Padang Tikar. 3) Menganalisis pengaruh penggunaan sistem pelacak surya (solar tracker) terhadap peningkatan efisiensi pembangkit listrik tenaga surya dan mengkaji keterbatasan teknis dan ekonomi dalam penerapannya di lokasi proyek. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, perhitungan, dan studi literatur. Analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Potensi Energi Surya dan Distribusi Radiasi Surya, Analisis Faktor Teknis dan Lingkungan dalam Desain Sistem PLTS Hibrida, serta Analisis Pengaruh dan Keterbatasan Solar Tracker. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pulau Padang Tikar memiliki potensi energi surya yang tinggi dengan radiasi rata-rata sebesar 5,3 kWh/m² per hari, yang mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas ±2,8 kWp untuk kebutuhan harian 10 kWh. Untuk memenuhi total kebutuhan energi masyarakat sebesar 700 kWh/hari, dirancang sistem PLTS hibrida dengan kapasitas 978 kWp, baterai 875 kWh, dan PLTD sebagai cadangan 10%, yang menghasilkan LCOE sebesar Rp4.099/kWh, yang lebih efisien dibandingkan dengan diesel. Penerapan solar tracker satu sumbu dapat meningkatkan efisiensi hingga ±25% atau 34.560 kWh/tahun, dengan investasi tambahan sebesar Rp300 juta dan periode pengembalian investasi selama 6 tahun, yang cocok diterapkan karena topografi datar dan intensitas surya yang tinggi, meskipun membutuhkan pemeliharaan rutin dan mitigasi cuaca ekstrem. Proyek PLTS di Pulau Padang Tikar bertujuan untuk menggantikan 600.000 kWh/tahun listrik diesel (510 ton CO2/tahun) dengan PLTS berkapasitas 460 kWp. Meskipun pembangkit listrik tenaga surya memiliki emisi tidak langsung sebesar 36 ton CO2/tahun dari siklus hidupnya, proyek ini akan mengurangi emisi karbon bersih tahunan sebesar 474 ton CO2. Selama 25 tahun, total penghindaran emisi mencapai 11.850 ton CO2. Pengurangan emisi ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan pendapatan dari perdagangan karbon, dengan perkiraan USD 118.500 selama 25 tahun jika harga karbon diasumsikan USD 10/ton. Potensi finansial ini sangat penting untuk kelayakan dan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Analisis Kelayakan Proyek Pembangunan Pltm Walesi Cascade Secara Nilai Ekonomi Ketenagalistrikan Dan Potensi Kredit Karbon Hardianto, Fahmi; Sidqi, Ahsin
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jmp.v14i1.13049

Abstract

FEASIBILITY ANALYSIS OF THE WALESI CASCADE MINI-HYDROPOWER DEVELOPMENT PROJECT IN TERMS OF POWER SECTOR ECONOMIC VALUE AND CARBON CREDIT POTENTIALThe development of the Walesi Cascade Mini Hydropower Plant (PLTM) in Jayawijaya Regency, Papua Province, represents a strategic initiative in supporting Indonesia’s energy transition agenda toward achieving the Net Zero Emission (NZE) 2060 target. As part of the renewable energy mix, mini hydropower has significant potential to reduce dependence on fossil fuels, enhance regional energy resilience, and lower carbon emissions in the electricity sector. This study aims to evaluate the economic feasibility and carbon trading potential of the Walesi Cascade PLTM, while assessing its contribution to clean energy provision and climate change mitigation. The economic analysis utilizes several key indicators. The Levelized Cost of Energy (LCOE) is used to assess total electricity generation costs and demonstrates competitive cost efficiency. The financial analysis shows a positive Net Present Value (NPV), indicating that the project’s benefits outweigh its investment costs. The high Internal Rate of Return (IRR) reflects an attractive investment return. Additionally, the Break-Even Point (BEP) is estimated to be achieved in approximately 8.9 years, and the Benefit-Cost Ratio (BCR) greater than 1 signifies that the economic benefits substantially exceed total expenditures. A favorable Rate of Return (RoR) further strengthens the long-term financial sustainability of the project. From an environmental perspective, this study identifies opportunities for carbon trading through the Voluntary Carbon Market (VCM). The potential generation of carbon credits from emission reductions in the Walesi Cascade PLTM plays an important role in accelerating Indonesia’s transition toward sustainable clean energy.
PENGARUH HARGA BATERAI, KEANDALAN BATERAI, DAN PERSEPSI KONSUMEN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA Afiqah Mihsar Marhiyah, M. Ahsin Sidqi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga baterai, keandalan baterai, dan persepsi konsumen terhadap peningkatan jumlah kendaraan listrik di Indonesia dengan minat sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 152 responden yang memiliki pengetahuan atau ketertarikan terhadap kendaraan listrik. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga baterai berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan jumlah kendaraan listrik (β = 0.226; t = 2.948; p = 0.003), serta terhadap minat (β = 0.546; t = 7.060; p = 0.000). Persepsi konsumen juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah kendaraan listrik (β = 0.141; t = 2.067; p = 0.039) dan minat (β = 0.247; t = 3.544; p = 0.000). Keandalan baterai tidak berpengaruh signifikan terhadap minat (β = 0.134; t = 1.780; p = 0.075), namun berpengaruh langsung secara signifikan terhadap peningkatan jumlah kendaraan listrik (β = 0.246; t = 2.388; p = 0.017). Minat terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah kendaraan listrik (β = 0.329; t = 2.971; p = 0.003). Temuan ini menegaskan bahwa faktor ekonomi, khususnya harga baterai, merupakan determinan utama dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia.