Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KONSTRUKSI IDENTITAS DAN PERILAKU BARU DI MEDIA SOSIAL: POTRET SOSIOLOGIS MASYARAKAT KOTA MAKASSAR Rusli, Rusli; Fatra, Emil
Komunika : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Komunika : Jurnal Ilmiah Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/komunika.v3i2.1613

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membangun identitas sosial. Penelitian ini mengkaji pembentukan identitas diri Generasi Z melalui media sosial di Kota Makassar, yang dikenal sebagai kota metropolitan dengan masyarakat urban yang heterogen dan penetrasi teknologi tinggi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan teori konstruksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting sebagai ruang ekspresi diri dan negosiasi identitas, di mana Generasi Z menampilkan versi ideal diri yang disesuaikan dengan norma digital, ekspektasi peer group, dan nilai budaya lokal. Interaksi melalui like, komentar, dan share menjadi umpan balik sosial yang membentuk persepsi diri dan strategi presentasi. Penelitian juga menemukan adanya pergeseran praktik budaya tradisional, seperti tradisi Mappaisseng dalam pernikahan, yang kini banyak menggunakan undangan digital, menciptakan perilaku budaya hibrida antara tradisi lokal dan budaya digital global. Selain itu, keberhasilan pembentukan identitas digital dipengaruhi oleh kecakapan digital, yang mencakup kemampuan teknis dan simbolik, serta strategi konten yang kreatif, estetis, dan relevan secara sosial. Fenomena FoMo mendorong generasi muda untuk tetap aktif, mengikuti tren, dan menampilkan pencapaian agar tetap diterima oleh komunitas online. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan identitas Generasi Z di Makassar merupakan hasil interaksi kompleks antara media sosial, budaya lokal, peer group, dan praktik sosial tradisional, menciptakan ruang negosiasi identitas yang kreatif dan dinamis di era digital.
Metacommunication in public discourse: A case study of the utterance of 'Stupid Worldwide' by Ahmad Sahroni Rusli Rusli; Emil Fatra; Amru Siola; Thiara Tri Funny Manguma
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 7 (2025): July 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i7.717

Abstract

This study aims to analyze how metacommunication works in the case of the worldwide stupid speech controversy by Ahmad Sahroni related to the dissolution of the House of Representatives of the Republic of Indonesia. The remark gained public attention not because of the substance of the message about the danger of dissolving the House of Representatives, but because of the choice of words that were considered rude and inappropriate to be uttered by a state official. This research uses a qualitative approach with a case study method through the analysis of critical discourse on statement texts, media reports, and public interaction on social media. The results show that the metacommunication aspect, especially diction and delivery style, is more dominant in shaping public perception than the substance of political messages. Media framing that highlights the world's stupid diction and virality on social media magnifies the resonance of controversy, making it a digital popular culture phenomenon. This controversy not only impacts Sahroni's personal image but also has implications for the institutional delegitimization of the House of Representatives, further deepening the crisis of public trust. Thus, this study confirms that in political communication in the digital age, legitimacy is not only determined by substantive performance, but also by the way elites choose words and communication styles, as well as how their messages are perceived and reproduced in the media space.