Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU MENGHADAPI PREMENOPAUSE DI DESA SABRANGLOR KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN KLATEN Irsyad Musthofa; Feri Catur Yuliani; Yeni Rusyani
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v2i3.862

Abstract

Background: Women experience premenopausal age at 40-50 years old. At that time the symptoms often appear one of which is anxiety. Husband's support is needed by women because it can reduce anxiety when facing premenopausal. Objective: To determine the correlation between husband's support and the mothers’ anxiety level facing premeneposal in Sabranglor Village, Trucuk District, Klaten Regency. Research Methods: The quantitative correlation study methods with cross sectional design. The sample used in this study was premenopausal womens. The sampling technique with total sampling as many as 35 people. The instrument in this study was a questionnaire husband support and anxiety level with HARS standards. Research Results: This study used the Kendall tau’s test. It is obtained a correlation coefficient of <0,001 with a p value of 0,001 means (p <0.05). So there is correlation between husband’s support and the anxiety level of mothers facing premenopausal. Conclusion: There is a very strong relationship between husband's support and the level of maternal anxiety facing premenopause in Sabranglor Village, Trucuk District, Klaten Regency.
The Effects Intradialytic Exercise On Hemodialysis: a systematic review Lia Fadlilah; Tifany Hayuning Ratri; Feri Catur Yuliani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46442

Abstract

Hemodialysis is the most common method used to treat chronic kidney disease (CKD). However, it is still accompanied by increasing morbidity and mortality, with cardiovascular disorders as the main cause of death. Hemodialysis can lead to decreased capacity and functional muscle mass, inflammation, endothelial dysfunction, and bone mineral disease (cardiovascular disorders). Exercise or activity programs during hemodialysis (intradialytic) come in many forms, all aimed at improving muscle mass, bone strength, cardiorespiratory health, physical fitness, and enhancing the quality of life. This study will systematically review previous journals discussing the impact of training or physical activity on chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis, regarding all factors that can improve the quality of life for CKD patients undergoing HD. The literature search process was conducted on research from the last 5 years (2016-2020) in English selected from several indexed electronic databases (Scopus, Science Direct, CINAHL, Pubmed, Oxford, SAGE). A search using a search engine yielded a total of 301 articles, and after screening, 13 were selected based on criteria and were of RCT research design. The results of the studies show that the appropriate and safe selection of intradialytic exercise for patients, without requiring extra time, can improve physical activity and sleep quality, leg muscle mass, stimulate bone alkaline phosphatase which can prevent osteoporosis, lower blood pressure, improve respiratory function and functional capacity, enhance physical function, reduce inflammation, improve nutrition, increase bone mineral density, improve exercise tolerance, increase Kt/V, enhance serum creatinine clearance, blood urea, and serum potassium phosphate. The positive impact of exercise during hemodialysis will result in an improved quality of life, and a decrease in morbidity and mortality in CKD patients undergoing hemodialysis. Keywords: exercise; hemodialysis; Intradialytic
Pemberian Foto Therapy Terhadap Derajat Ikterus pada Bayi Neonatorum di Ruang Perinatologi RSI Sultan Hadlirin Jepara Umi Latifah; Akbar Amin Abdulllah; Feri Catur Yuliani
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.80

Abstract

Angka kematian bayi masih menjadi masalah kesehatan global, dan ikterus neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal. Sebagian besar bayi baru lahir, baik cukup bulan maupun prematur, berisiko mengalami ikterus yang dapat berkembang menjadi hiperbilirubinemia berat apabila tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fototerapi terhadap derajat ikterus pada bayi neonatorum di ruang perinatologi RSI Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 35 bayi yang dipilih secara purposive dari total 55 bayi yang dirawat pada periode Januari hingga April 2025. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar bilirubin sebelum pemberian fototerapi adalah 16,66 mg/dL dan menurun menjadi 10,47 mg/dL setelah intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,038 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian fototerapi. Kesimpulannya, fototerapi terbukti efektif dalam menurunkan derajat ikterus pada bayi neonatorum, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi standar dalam penanganan hiperbilirubinemia neonatal.
Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Desa Kuwasen Jepara Jawa Tengah Budi Lismanto; Feri Catur Yuliani; Ratna
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.83

Abstract

Di Provinsi Jawa Tengah sendiri, prevalensi diare pada balita mencapai 11,1% (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2022), dan di Kabupaten Jepara diperkirakan terjadi 7.650 kasus diare balita setiap tahun.Tujuan:Mengetahui kondisi sanitasi lingkungan rumah, frekuensi kejadian diare pada balita, dan hubungan antara sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian diare di Desa Kuwasen, Jepara.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 55 responden balita, teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square (α = 0,05). Sebagian besar rumah memiliki sanitasi baik (52,7%), sedangkan kejadian diare pada balita sebesar 47,3%. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan rumah dan kejadian diare (p-value = 0,000) dengan kekuatan hubungan kuat. Sanitasi lingkungan rumah yang kurang baik meningkatkan risiko diare pada balita. Perlu peningkatan fasilitas sanitasi dan edukasi perilaku hidup bersih untuk mencegah diare.