p-Index From 2021 - 2026
1.325
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INFOKOM
Virgiyanti
Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Poltek Cirebon

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : infokom

PENERAPAN MOORA & ELECTRE UNTUK REKOMENDASI PENGADAAN BUKU DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN Kosim; Virgiyanti; Rosidin; Taufik Hidayat
INFOKOM Vol. 19 No. 1 (2026): JURNAL INFORMASI DAN KOMPUTER (INFOKOM)
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan sebuah lokasi atau bagian dari suatu bangunan yang menyimpan buku-buku dan mendistribusikannya dalam berbagai cara berdasarkan permintaan khusus dari pembaca. Pengadaan buku yang tepat dan efisien menjadi faktor yang krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pengelolaan bahan pustaka merupakan salah satu cara agar perpustakaan dikatakan dapat memberikan pelayanan prima. Perpustakaan dimanfaatkan sebagai wadah persiapan dan koordinasi dalam satuan kerja untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memelihara koleksi yang terkoordinasi dan diawasi secara metodis. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon menghadapi kendala dalam pengadaan buku yang dinilai kurang optimal dan efisien. banyak buku dengan permintaan tinggi tersedia dalam jumlah terbatas, sementara buku kurang diminati justru mendominasi koleksi. Kondisi ini mengakibatkan ketidakefisienan anggaran serta menyulitkan pustakawan dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat mengintegrasikan berbagai faktor dalam perencanaan pengadaan buku. Pengembangan sistem yang menggabungkan metode Multi Objective Optimization on The Basis of Ratio Analys (MOORA) untuk optimalisasi pemilihan buku dan metode Elimination Et Choice Translating Reality (ELECTRE) untuk penentuan prioritas pengadaan dapat menjadi solusi yang tepat. Hasil penerapatan kedua metode ini menunjukan efektifitas dalam menentukan prioritas pengadaan buku.
PERBANDINGAN METODE MULTI OBJECTIVE OPTIMIZATION ON THE BASIS RATIO ANALISYS DAN MULTI ATTRIBUTE UTILITY THEORY DALAM PEMILIHAN ACCESS POINT PELANGGAN INTERNET PADA PT. MITRACOM SOLUSI TEKNOLOGI Virgiyanti; Susi Widyastuti; Prio Wahono; Mubaroq Kharisma Gunawan
INFOKOM Vol. 19 No. 2 (2026): JURNAL INFORMASI DAN KOMPUTER (INFOKOM)
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Mitracom Solusi Teknologi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyedia layanan internet (ISP), internet yang ditawarkan salah satunya adalah layanan Wi-Fi, untuk memberikan layanan internet Wi-Fi kepada pelanggan diperlukan alat bernama Access Point, perusahaan sering mendapat keluhan pelanggan mengenai internet yang sering terputus tetapi saat di periksa oleh teknisi dari sisi server tidak ada kendala, setelah ditelusuri ternyata Access Point pada sisi pelanggan yang telah lama dipakai mengalami penurunan performa sehingga menyebabkan Wi-Fi sering terputus dan pelanggan tidak mendapatkan akses internet, banyaknya merek dan tipe Access Point yang ada dipasaran menyebabkan perusahaan membutuhkan waktu lebih lama dalam menentukan pengganti Access Point untuk pelanggan, untuk menanggulangi masalah ini maka dibutuhkan Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Access Point untuk pelanggan, proses pengambilan keputusan yang dilakukan akan dipisahkan antara jenis Access Point untuk pelanggan Rumahan dan Corporate serta mengacu beberapa kriteria diantaranya Harga, Max User, Max Bandwith, Tx Power, Jarak, Jumlah Band, dan Kemanan. Penulis mengambil dua metode yang akan digunakan yaitu metode Multi Objective Optimization On the basis Ratio Analisys (MOORA) dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT) yang nantinya akan dibandingkan dengan algoritma Mean Squared Error (MSE) untuk menentukan metode yang cocok digunakan. Setelah dilakukan proses perhitungan didapatlah nilai MSE dari metode MOORA adalah 14 dan nilai MSE dari metode MAUT adalah 4,5 untuk Access Point pelanggan rumahan, untuk pelanggan Corporate didapat nilai MSE metode MOORA adalah 13,5 dan nilai MSE dari metode MAUT adalah 4,666667 yang berarti metode MAUT lebih cocok digunakan dalam penelitian ini. Urutan 3 teratas dari hasil perhitungan dari metode MAUT Access Point untuk pelanggan Rumahan menunjukan bahwa Mercusys AC10 berada di urutan pertama dengan nilai 0,962 lalu diikuti dengan Tenda AC6 dengan nilai 0,890 dan TP Link Archer C24 dengan nilai 0,842. Hasil perhitungan dari metode MAUT untuk Access Point pelanggan Corporate menunjukan bahwa Ruijie RG-RAP2260-G berada di urutan pertama dengan nilai 0,686 lalu diikuti dengan UBNT Unifi U6 Plus dengan nilai 0.682 dan UBNT Unifi UAP AC PRO dengan nilai 0,667
Peramalan Pemakain Listrik Menggunakan Metode Double Exponential Smoothing Pada PLN. ULP Jatiwangi Virgiyanti; Musfiroh
INFOKOM Vol. 16 No. 1 (2023): JURNAL INFORMASI DAN KOMPUTER (INFOKOM)
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang pesat menyebabkan kebutuhan terhadap energi listrik semakin tinggi, sehingga diperlukan penyediaan dan penyaluran tenaga listrik yang memadai. Perusahaan Listrik Negara merupakan lembaga yang mendistribusikan aliran listrik di berbagai wilayah Indonesia. Penyediaan pasokan listrik dapat terjadi kendala yang menghambat kegiatan masyarakat. Penyebabnya adalah kurangnya pasokan, adanya kendala pemeliharaan, dan gangguan cuaca ekstrim. Kapasitas pasokan listrik dan permintaan energi listrik yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah bagi para konsumen. Oleh karena itu, perlu dilakukan peramalan konsumsi listrik pada periode satu tahun ke depan untuk dapat menyeimbangkan antara permintaan konsumen dengan kapasitas pasokan listrik. Metode Double Exponential Smoothing digunakan di dalam penelitian ini. Hasilnya adalah untuk satu periode yang dilakukan dari masing-masing kategori. Kategori pelanggan sosial sebesar 338180,07 kwh, rumah tangga sebesar 11720101,36 kwh, bisnis sebesar 1252099,755 kwh, industri sebesar 7890454,24 kwh, pemerintah sebesar 102954,03 kwh dengan nilai MAPE sebesar 4,55%, kategori rumah tangga dengan MAPE sebesar 4,83%, kategori bisnis dengan MAPE sebesar 111,52%, kategori industri dengan MAPE sebesar 8,32%, dan kategori pemerintah dengan MAPE sebesar 7,95%.
METODE CASE BASED REASONING UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT KUCING DI GHANISA PETSHOP Riza Maulana; Virgiyanti; M. Adi Muhsidi
INFOKOM Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL INFORMASI DAN KOMPUTER (INFOKOM)
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini membahas tentang penyakit yang di derita oleh kucing dilihat dari gejala-gejala yang dialami, pada dasarnya pemilik kebingungan di karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tentang penyakit yang di derita kucing. kesalahan sering terjadi akibat ketidak tahuan masyarakat akan penyakit kucing tentang diagnosa, pengetahuan serta penanganan penyakit kucing. terkadang sulit untuk memenuhi seseorang ahli dalam keadaan mendesak/ darurat. karena itu peneliti membuat sebuah sistem pakar yang dimana untuk mendiagnosa penyakit yang di derita oleh kucing untuk memulai suatu diagnosa pada kucing dengan melihat gejala apa saja yang di alami kucing berguna untuk membantu pemilik kucing dan memahami memelihara kucing menggunakan Case Based Reasoning (CBR) merupakan metode untuk menyelesaikan masalah dengan mengingat kembali kejadian-kejadian yang sama atau sejenis (similarity) yang pernah terjadi di masa lalu kemudian menggunakan pengetahuan atau informasi tersebut untuk menyelesaikan masalah dengan mengadopsi solusi-solusi yang pernah digunakan di masa lalu. Diagnosa penyakit kucing dengan dilihat dari gejala-gejala dan menggunakan metode Case Based Reasoning terbukti berhasil mencari similarity, proses retrieval atau similarity dilakukan dengan membandingkan setiap atribut antara kasus baru dengan kasus yang ada di basis kasus. Perhitungan similarity kemudian dilakukan dengan teknik nearest neighbor. Nearest neighbor merupakan pendekatan untuk mencari kasus dengan kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama, yaitu berdasarkan pada kecocokan bobot sejumlah fitur yang ada. Proses retrieval atau similarity dilakukan dengan membandingkan setiap atribut antara kasus baru dengan kasus yang ada di basis kasus. Hasil perhitungan kemiripan nearest neighbor akan menampilkan beberapa kasus yang memiliki nilai similaritas di atas nilai treshold. Kemudian hasil diagnosa dapat dibuat dengan skor tertinggi dari berbagai penyakit, dan dapat membantu dokter dalam mendiagnosa dini penyakit kucing.
IMPLEMENTASI METODE EDAS DALAM MEMILIH INVESTASI DI SEKTOR PERTANIAN Ilman Kadori; Igen Meyasha; Virgiyanti; Nofie Anggraeni
INFOKOM Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL INFORMASI DAN KOMPUTER (INFOKOM)
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut BPS Kabupaten Kuningan, karakteristik ketenagakerjaan masih mengandalkan sektor pertanian. Meskipun menjadi pekerjaan yang diandalkan namun masih banyak petani yang mengeluhkan harga jual hasil pertanian tidak sesuai dengan modal yang sudah dikeluarkan. Permodalan mencangkup modal sebelum tanam, masa tanam hingga masa panen tiba dan pasca panen. Oleh karena, banyaknya petani di Kabupaten Kuningan sehingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan membutuhkan investor untuk membantu para petani. Pada penelitian ini merancang dan membangun aplikasi berbasis website untuk memilih investasi di sektor pertanian menggunakan sistem pendukung keputusan dengan metode EDAS, mengolah data input dengan kriteria-kriteria yang digunakan adalah luas lahan, modal, masa panen, hasil panen, dan harga jual. Dengan alternatif yang digunakan adalah nama petani seperti Tati, Niryo, Odah, Umin, dan Tarwa serta jenis pertanian seperti cabai, bawang merah, padi, jagung, dan kacang tanah menjadi data output untuk mengetahui hasil terbaik dari data yang sudah terdata. Tujuannya menjadikan media sarana antara investor dan petani dalam permodalan. Hasil akhir perhitungan dari penelitian ini menghasilkan rekomendasi tertinggi yaitu dengan nilai AS 0,606 yang menunjukkan petani Tati dengan jenis pertanian Cabai yang memiliki peluang tinggi untuk berinvestasi. Dengan terbentuknya sistem pendukung keputusan menggunakan metode EDAS mampu menghasilkan rekomendasi peluang investasi.
IMPLEMENTASI METODE MABAC UNTUK EVALUASI KINERJA KARYAWAN PADA YOGYA GRAND KOTA CIREBON Virgiyanti; Susi Widyastuti; Dimas Pambudi Subagyo
INFOKOM Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL INFORMASI DAN KOMPUTER (INFOKOM)
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi kinerja karyawan adalah sebuah proses penilaian kinerja atau evaluasi yang diberikan oleh perusahaan untuk mengukur kualitas kinerja karyawan. Dalam proses evaluasi kinerja karyawan memiliki tenggang waktu selama enam bulan sekali dan jumlah karyawan yang bekerja berjumlah lebih dari 150 menyebabkan pihak manager memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan penilaian terhadap karyawannya. Selain itu, tujuan dari melakukan evaluasi kinerja karyawan juga diharapkan dapat menilai kinerja karyawan secara adil dan efektif. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang suatu sistem yang dapat mampu mengevaluasi kinerja karyawan menggunakan metode Multi -Attributve Border Approximation Area Comparison (MABAC). MABAC merupakan salah satu metode sistem pendukung keputusan yang bersifat multikriteria. Adapun kriteria yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja karyawan adalah Kehadiran (C1), Tanggung Jawab (C2), Kerjasama dan Komunikasi (C3), Sikap (C4) dan Kepatuhan (C5). Berdasarkan hasil peneltian ini yang diperoleh dari perhitungan metode MABAC merupakan data berupa rangking dan Implementasi metode MABAC ini memberikan informasi kepada bagian Manager / Supervisor sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan evaluasi kinerja karyawan dengan menghasilkan daftar karyawan yang akan dipromosikan dan dievaluasi.
PERBANDINGAN METODE MAUT DAN SMART UNTUK MENENTUKAN CALON PENERIMA BANTUAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI PADA DESA KADIPATEN Muhammad Erwanto; Virgiyanti; Siti Muthiah
INFOKOM Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL INFORMASI DAN KOMPUTER (INFOKOM)
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan program pemerintah yang memberikan bantuandana untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Desa Kadipaten adalah salah satu desa penerima bantuankelangsungan hidup kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, berupa perbaikan rumah yangkondisinya tidak layak untuk ditempati. Masalah yang terjadi pada instansi dalam menentukan calonpenerima bantuan rumah tidak layak huni adalah proses penentuan calon penerima bantuan masih bersifatsubjektif, artinya yang tidak berhak justru menerima bantuan tersebut. Berdasarkan permasalahantersebut, penulis membuat sistem pendukung keputusan yang dimana membandingkan metode MAUTdan SMART untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk kriteria yang digunakan pekerjaan,penghasilan, jumlah tanggungan keluarga, material atap, material dinding, material lantai, mck dan statusrumah. Berdasarkan hasil perhitungan metode MSE, diperoleh hasil perhitungan perbandingan antarametode MAUT yaitu 444.3286 sedangkan SMART 443.9798. Dapat disimpulkan bahwa metode dengannilai akhir dari metode MSE yang lebih kecil yaitu metode SMART adalah metode terbaik dan dapatdirekomendasikan untuk menentukan calon penerima bantuan rumah tidak layak huni pada DesaKadipaten. Bedasarkan hasil penelitian dengan menggunakan dua metode yang berbeda menyatakanbahwa Sukarman dengan skor 0.900, Lilis Lismayanti dengan skor 0.888, Ahmad Subagjo dengan skor0.883, Ipah Saripah dengan skor 0.854 dan Riyanto dengan skor 0.846 ini direkomendasikan sebagaicalon penerima bantuan rumah tidak layak huni.