Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : technologic

PENGARUH INJEKSI AIR UNTUK MENGURANGI GEJALA KNOCKING PADA MESIN TOYOTA 4K BERKOMPRESI TINGGI Widyartono, Andreas Edi
Technologic Vol 6 No 2 (2015): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbandingan kompresi merupakan salah satu parameter yang ada pada mesin pembakaran dalam yang mempengaruhi kinerja mesin dan secara umum dapat dikatakan mesin pembakaran dalam yang mempunyai perbandingan kompresi yang lebih tinggi akan lebih efisien bila dibandingkan dengan mesin sejenis yang mempunyai perbandingan kompresi lebih rendah. Salah satu penyebab tidak diterapkan perbandingan kompresi yang tinggi pada mesin pembakaran dalam adalah timbulnya gejala knocking atau detonasi yang disebabkan campuran bahan bakar terbakar sendiri sebelum waktu yang seharusnya. Penelitian ini akan menganalisa pengaruh injeksi air yang sudah dikabutkan ke dalam ruang bakar melalui saluran masuk untuk mengurangi gejala knocking atau detonasi serta gejala yang terjadi mesin pada saat injeksi air dilakukan. Penelitian dilakukan dengan memodifikasi kepala silinder mesin Toyota tipe 4K, yang terpasang pada mobil Toyota Corolla DX tahun 1983, untuk merubah perbandingan kompresi dari standar 10:1, menjadi 13:1,kemudian membuat alat injeksi air dan merangkai alat untuk mendeteksi gejala knocking dengan menggunakan knocking sensor dan oscilloscope. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur tenaga keluaran (pada saat gejala knocking terjadi) dengan menggunakan Chassis Dynotest sebelum dan sesudah mesin tersebut dilengkapi dengan injeksi air. Hasil pengolahan data pengukuran dengan menggunakan uji t menunjukkan injeksi air berpengaruh pada gejala knocking dan tenaga keluaran pada mesin Toyota 4K berkompresi tinggi.
ANALISA PERBANDINGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN TENAGA YANG DIHASILKAN PADA TIAP PUTARAN MESIN DI MESIN TOYOTA K3-VE DENGAN METODE PEMBEBANAN TETAP MENGGUNAKAN DYNO TEST MAHA LPS 3000 Widyartono, Andreas Edi; Kristianto, Stevanus Brian; Deprian, Lukyawan Pama
Technologic Vol 10 No 1 (2019): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The consumption of fuel and power produced on an internal combustion engine is one factor to determine the efficiency of a machine. The small amount of fuel consumed will vary, among others, depending on the condition of the load, engine speed and construction of the engine itself. Fuel consumption is different at each engine speed to produce the same torque. In this study, the author will test a machine to prove fuel consumption through a graph of fuel consumption of power produced at each engine speed by using a Toyota Avanza car with a capacity of 1300 cc with a manual transmission as the object of research, a Dynotest Brand Chassis MAHA LPS 3000 made in Germany with a capacity of up to 450 BHP as a testing tool, as well as a Scan Tool as a measuring instrument related to fuel use. Tests will be carried out by giving varying loads to the engine with Dynotest, then measured fuel consumption indirectly through a Pulse Width Modulation signal that is read on each load. Calculations from the test results show that the Toyota Avanza engine with a capacity of 1300cc, shows that the most efficient use of fuel is at 3000 rpm to 4000 rpm.
PREDIKSI JALUR JALAN BERBASIS KALMAN FILTER PADA SISTEM ADAS (ADVANCE DRIVING ASSISTANCE SYSTEM) MENGGUNAKAN HOUGH TRANSFORM DENGAN KAMERA BERSUDUT PANDANG TERBATAS WIDYARTONO, ANDREAS EDI; PURWOKO, YOHANES AGUNG; KESAWA, I NYOMAN
Technologic Vol 16 No 1 (2025): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v16i1.472

Abstract

Deteksi jalur jalan (road lane detection) merupakan komponen penting dalam sistem bantuan pengemudi cerdas kendaraan otonom. Namun, tantangan muncul ketika kamera dipasang pada kaca depan bagian atas kendaraan dengan sudut pandang terbatas, terutama saat kendaraan berbelok. Keterbatasan ini menyebabkan area region of interest (ROI) menjadi sempit, bahkan jalur tidak terdeteksi sama sekali. Penelitian ini mengusulkan pendekatan kombinasi antara metode deteksi garis berbasis Hough Transform Probabilistik (HoughLinesP) dan prediksi posisi jalur menggunakan Kalman Filter. Ketika jalur hanya sebagian terdeteksi atau tidak terdeteksi karena keterbatasan sudut kamera, Kalman Filter digunakan untuk memprediksi posisi jalur berdasarkan pergerakan titik-titik sebelumnya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu mempertahankan estimasi posisi jalur secara stabil dan akurat meskipun terjadi kehilangan sebagian informasi visual akibat keterbatasan pandangan kamera. Metode ini meningkatkan keandalan sistem deteksi jalur dalam kondisi lingkungan dinamis dan sudut pandang sempit.
OPTIMALISASI SERVICE 40.000 KM PADA PROSES PEMBUANGAN DAN PENGISIAN OLI DIFFERENTIAL DENGAN MENGEMBANGKAN ALAT PENAMPUNG PEMBUANGAN SERTA PENGISIAN DI PT XYZ Nugraha, Afitro Adam; Putra, Farrel Adnan; Widyartono, Andreas Edi; Rosadi, Ajib
Technologic Vol 16 No 2 (2025): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/technologic.v16i2.469

Abstract

Gardan adalah komponen kendaraan penggerak belakang yang penting, oleh karena itu, perawatan harus dilakukan setiap 40.000 km. Masalah yang ada pada proses penggantian oli gardan terdapat pada alat yang kurang efisien. Ketersediaan alat penampung yang sedikit serta potensi berceceran pada lantai membuat proses penggantian oli gardan kurang efektif. Salah satu ide perbaikan adalah penulis membuat improvement berupa alat bantu pembuangan dan pengisian dengan tujuan dapat menunjang proses penggantian oli gardan sehingga menjadi lebih optimal. Kemudian dilengkapi juga indikator ketinggian oli dan pengunci alat agar tidak mudah tergeser serta juga membuat workshop lebih bersih karena limbah ditampung dengan baik dan benar sehingga dapat meningkatkan unit entry dan produktivitas teknisi serta stall atau area servis. Penelitian dimulai menggunakan Quality Control Circle (QCC) serta melakukan wawancara dan observasi. Metode yang digunakan dalam menemukan akar masalah ialah analisis fishbone. Kemudian untuk menentukan ide perbaikan, digunakan kaidah 5W+2H. Setelah improvement dilakukan sesuai dengan ide-ide perbaikan, adanya alat bantu berhasil membuat penurunan waktu dari 54 menit menjadi 44 menit dengan efisiensi waktu 18.5% dan mendapatkan flaterate jasa sebesar 18.6% dalam satu tahun sehingga dapat meningkatkan produktivitas bengkel serta pendapatan bengkel serta dapat meningkatkan safety pada proses penggantian oli gardan.
RANCANG BANGUN SPECIAL SERVICE TOOL UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PELEPASAN AXLE SHAFT KENDARAAN NIAGA DI PT. XYZ Stevanus Brian Kristianto; Razka Ardiyan Chaniago; Ajib Rosadi; Wanda; Andreas Edi Widyartono
Technologic Vol 17 No 1 (2026): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/technologic.v17i1.528

Abstract

PT XYZ merupakan jaringan jasa penjualan dan perawatan kendaraan niaga yang memberikan pelayanan purna jual yang baik. Pada saat dilakukan survei lapangan, ditemukan proses pelepasan axle shaft memakan waktu yang cukup lama yaitu 23 menit. Lamanya proses pelepasan axle shaft disebabkan oleh proses pelepasan axle shaft dengan cara dipukul dengan menggunakan palu. Penggunaan palu memerlukan tenaga yang besar namun sangat lama untuk melepas axle shaft. Metode eight step PDCA diterapkan untuk mencari akar masalah dan mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. Pembuatan special service tool dipilih untuk memecahkan permasalahan lamanya proses pelepasan axle shaft. Pembuatan special service tool dimulai dengan melakukan pengukuran, perancangan, pembuatan dan ujicoba langsung. Berdasarkan uji coba dan juga implentasi penggunaan alat yang dilakukan, proses pelepasan axle shaft menjadi lebih cepat. Proses pelepasan axle shaft yang sebekumnya membutuhkan waktu 23 menit turun menjadi 9 menit, atau mengalami penurunan waktu sebesar 60,8%. Berdasarkan survei pada pengguna, special service tool pelepas axle shaft yang dibuat mudah untuk digunakan.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI OIL DRAINER UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN ERGONOMI KERJA MEKANIK DI BENGKEL PT XYZ Ahmad Murtadlo Zaka; Faiyaz Nanditama Heriyanto; Andreas Edi Widyartono; Yohanes Pembabtis Agung Purwoko; Wanda
Technologic Vol 17 No 1 (2026): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/technologic.v17i1.532

Abstract

Penggantian oli mobil merupakan salah satu perawatan rutin yang paling sering dilakukan di bengkel PT XYZ, sehingga mekanik melakukan pekerjaan tersebut secara berulang dengan intensitas tinggi. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan beberapa permasalahan seperti terjadinya tumpahan oli akibat alat yang kurang memadai dan rendahnya efisiensi kerja karena mekanik harus bolak-balik menuju ruang limbah untuk membuang oli bekas, serta posisi kerja mekanik yang kurang ergonomis. Mekanik membutuhkan waktu kurang lebih 3 menit untuk melakukan aktivitas pembuangan oli bekas pada setiap kendaraan dengan kapasitas oli berkisar antara 3,5-4 L. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan tumpahan oli, meningkatkan efisiensi kerja mekanik, serta memperbaiki posisi kerja mekanik agar lebih ergonomis sehingga dapat mengurangi risiko nyeri dan cedera kerja. Penelitian menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) 8 langkah sebagai pendekatan perbaikan kualitas dan produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oil drainer yang dirancang mampu meminimalkan tumpahan oli melalui sistem pengaturan tinggi corong sehingga proses penggantian oli menjadi lebih bersih dan terkontrol. Selain itu, oil drainer dengan kapasitas penampungan 60 L mampu meningkatkan efisiensi waktu kerja dengan menurunkan waktu aktivitas pembuangan oli dari sekitar 48 menit menjadi 3 menit atau sebesar ± 93,75%. Perbaikan juga terlihat pada aspek ergonomi, di mana hasil evaluasi menggunakan REBA menunjukkan penurunan skor dari 9 menjadi 4 yang menandakan tingkat risiko kerja mengalami penurunan secara signifikan.