Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

Diversifikasi Produk Kedelai Menjadi Produk Susu Kedelai Di Desa Jetis, Pandak, Bantul Andika Wisnujati; Rela Adi Himarosa
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.653 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.412

Abstract

Peningkatan pendapatan akan meningkatkan taraf hidup suatu masyarakat. Tujuan dari programPengabdian Masyarakat dengan skim Kemitraan Masyarakat adalah untuk memanfaatan teknologitepat guna produksi susu kedelai dan memudahkan pekerjaan manusia sehingga dapat meningkatkanproduksi susu kedelai. Pedukuhan Jetis yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh tak menentu,perlu diberi pelatihan untuk menambah wawasan dan memberikan peluang pengembangan sumber dayayang dimiliki. Subjek program kemitraan adalah warga masyarakat Jetis Desa Gilangharjo, KecamatanPandak Kabupaten Bantul. Tahapan pelaksanaan program meliputi sosialisasi program kegiatan,mengundang pakar yang kompeten pada bidang pengolahan kedelai menjadi produk susu kedelai murnidalam kemasan dan pemasaran online. Warga dilibatkan sebagai pelaku pembuat produk susu kedelaimurni dalam kemasan dan melakukan pemasaran, serta pembuatan izin produk. Target luaran yangdihasilkan dari program kemitraan masyarakat ini adalah: 1) publikasi pada media masa cetak atauonline atau repository Perguruan Tinggi, 2) peningkatan daya saing (peningkatan kualitas, kuantitas,serta nilai tambah barang, jasa diversifikasi produk, atau sumber daya lainnya), 3) peningkatanpenerapan iptek di masyaratakat (mekanisasi, IT dan manajemen), 4) perbaikan tata masyarakat (senibudaya, sosial, politik, keamanan, ketentraman, pendidikan, kesehatan), 5) inovasi teknologi tepat guna.
Strategi Penerapan Sekolah Entrepreneur pada Sekolah MAMTQ Yayasan Muhammadiyah Sukoharjo Mirza Yusuf; Rela Adi Himarosa; Andika Wisnujati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.52.1055

Abstract

Upaya pengembangan pendidikan entrepreneurship berbasis pendidikan karakter pada kurikulum Madrasah didasari oleh tiga hal; pertama, menyiapkan peserta didik menjadi lulusan yang memiliki jiwa entrepreneur. Kedua, nilai-nilai entrepreneurship dipandang mampu membentuk karakter seseorang menjadi kuat dan mandiri. Ketiga, sebebas apapun seseorang melakukan aktifitas mandiri, aktifitas tersebut harus tetap terkontrol sehingga hasilnya adalah kemanfaatan dan kemaslahatan, dan disinilah peran nilai-nilai Islami untuk mengisi dan membingkainya. Ketiga dasar pemikiran ini nampaknya menemukan momentumnya pada cita cita pendirian Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tijarotul Qur'aniyah (MAMTQ). Tujuan utamanya dapat memberikan ruang gerak luas bagi siswa maupun seluruh sivitasnya yang mampu memproduk gagasan pembaharuan sekaligus aksi konkrit bagi tercapainya kompetensi lulusan yang optimal. Bidang yang ditekuni sebagai pencirinya adalah bekal entrepreneur. Konsep pengembangan kurikulum ini paling tidak membutuhkan persiapan pada dua hal; pertama, desain muatan lokal jika entrepreneurship belum dianggap sebagai muatan nasional. Kedua, persiapan tenaga pendidik yang kompeten, dalam hal ini yang mampu mengintegrasikan antara pendidikan entrepreneurship dengan pendidikan karakter. Kesimpulannya, upaya pengembangan kurikulum seharusnya memang dilakukan dalam rangka optimalisasi kompetensi lulusan
Pengembangan Branding Pondok Pesantren Muhammadiyah Asy-Syifa Sebagai Ponpes Technopreneur Himarosa, Rela Adi; Krisdiyanto, Krisdiyanto; Mujiyana, Mujiyana; Maulana, Nur Rahman; Nurhanifah, Nita Viviani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 5: 2: December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.28.1386

Abstract

Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam bentuk pesantren lahir tidak hanya sebagai pelengkap kebutuhan persyarikatan Muhammadiyah pada ranah gerakan pendidikan dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan yang layak. Lebih dari itu, seluruh amal usaha Muhammadiyah diperuntukkan sebagai gerakan dakwah dan perkaderan dengan tujuan mencetak kader Muhammadiyah dalam rangka keberlangsungan persyarikatan Muhammadiyah. Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul merupakan amal usaha Muhammadiyah yang dikelola oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul yang memiliki nilai yang sangat strategis pada ranah perkaderan dan dakwah karena para santri selain berasal dari daerah Bantul dan sekitarnya juga tidak sedikit dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini membutuhkan penguatan image dan branding Pondok Pesantren Asy-Syifa’ untuk semakin mampu menjadi sarana dakwah bagi umat muslim. Selain itu branding akan menguatkan kepercayaan masyarakat tentang aktivitas dan kegiatan Pondok Pesantren Asy-Syifa’. Perkembangan teknologi informasi yang memudahkan masyarakat melakukan akses tentang aktivitas pondok harus dimanfaatkan untuk peningkatan brand dari Pondok Pesantren Asy-Syifa’. Pendidikan yang berfokus terhadap agama, dan masih belum optimalnya pemanfaatan media sosial untuk kekuatan branding pondok menjadi fokus pengabdian ini.
Peningkatan Efisiensi Dan Penghematan Energi Pondok Pesantren Asy-Syifa Bantul Himarosa, Rela Adi; Azhar, Chusnul; Suminto, Joko; Abdillah, Arya Setyaki; Huda, Muhammad Choirul
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 5: 2: December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berbentuk Pondok Pesantren dibawah Pimpinan Daerah Kabupaten Bantul tidak hanya pelengkap kebutuhan persyarikatan Muhammadiyah pada ranah Pendidikan. Asy-Syfa’ pondok pesantren sebagai gerakan dakwah dalam Muhammadiyah dalam pembentukan kader-kader pilihan. Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul belum memiliki program untuk peningkatan efisiensi operasional pondok. Hal ini dikeluhkan semakin besar kebutuhan operasional harian dan menipis dana operasional yang tersedia untuk menjalankan aktivitas. Operasional terbesar pondok pesantren Asy-Syifa’ adalah biaya listrik setiap bulannya. Kebiasaan yang memacu pemborosan operasional harus mulai ditertibkan, seperti mematikan lampu saat kondisi terang, kipas angin sepanjang hari, dan penggunaan lampu yang masih boros energi. Hal ini berdampak pada tingginya rekening listrik. Program Studi Teknik Mesin, yang terletak di Kabupaten Bantul melakukan program pengabdian masyarakat untuk meningkatakan efisiensi energi yang ada di Ponpes. Pengabdian ini diharapkan memberi tambahan wawasan dan meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya berhemat dalam konsumsi energi. Membiasakan santri untuk menghemat energi, dan mampu mengurangi beban biaya operasional rekening listrik.
Inovasi Alat Ekstraksi Kopi Espresso Dengan Daya Listrik Rendah Sudarisman, Sudarisman; Himarosa, Rela Adi; Satria, Aldi Muhammad; Arthana , Fahmi Alba
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 5: 2: December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang popular dan mendunia. Kopi berasal dari daerah Ethiopia. Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi arabika dan robusta terbaik serta produsen terbesar keempat dunia setelah Kolombia, Vietnam, dan Brazil. Mitra pemilik kafe K2 Coffee & Milk terletak Kertek, Kabupaten Wonosobo. Kabupaten Wonosobo tidak jauh dari sentra produsen biji kopi di Kabupaten Temanggung. Temanggung terletak diantara Gunung Sumbing dan Sndoro. Mutu kopi Temanggung sudah dikenal di dunia perkopian, sudah diakui di tingkat domestik maupun luar negeri Peningkatan jumlah konsumsi kopi, dan semakin menjadi trend gaya hidup di masyarakat yang mendasari mitra merintis usaha kafe. Selain itu lokasi kafe juga dekat dengan sumber bahan baku kopi di Temanggung. Diharapkan dengan adanya alat inovasi ini, mitra mampu menghasilkan kopi sesuai dengan pekembangan trend para peminum kopi saat ini.