Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PROMOSI PARIWISATA PULAU PANDANG OLEH DINAS PARIWISATA KABUPATEN BATU BARA Wahyu Utama; Syahrul Abidin; Muhammad Faisal
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): March
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v2i4.794

Abstract

This study aims to determine the promotional strategy of the tourism office in making Pandang Island a tourist destination in Batu Bara Regency. This research is a qualitative study with descriptive methods. In this study the researcher acts as an observer and systematically records the symptoms / phenomena / objects under study. The results of this study show that the promotion strategy of the Tourism Office in making Pandang Island a tourist destination is with 5 promotional mixes that are used, namely through Advertising in the form of brochures, banners, electronic media, websites and applications. Personal Selling (face-to-face sales), namely by holding exhibitions or exhibitions outside the region and direct marketing (direct marketing) by word of mouth marketing or through stories of experience, influencing factors in efforts to increase tourist visits, tourism in Batu Bara Regency is widely known, especially the island of view where tourists who come are not only local but also foreign countries. Communication barriers faced by the Batu Bara Regency Tourism Office in promoting the island of view, namely, the community has not been able to provide comfort and security to visitors or tourists on the island of view, especially when tourist vehicles are parked in the port area and human resources (HR) are still lacking in understanding the language when there are tourists from abroad who come.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Cabe Kering, Wortel, Sawi, dan Kol dalam Pembuatan Pupuk Organik pada Masyarakat Desa Merek Kabupaten Karo Muhammad Faisal; Rahmadina Rahmadina; Nazwa Ramadhona; Dwi Khairani; Widya Rahayu; Nurul Hafizah Hasanah; Anjelita Sinaga; Rimsa Desela Putri; Nabila Az-Zahra; Muhammad Syafi’i
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6418

Abstract

Pupuk merupakan salah satu elemen penting dalam pertanian, berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Dalam upaya menuju pertanian yang lebih berkelanjutan, penggunaan pupuk organik semakin mendapatkan perhatian. Salah satu sumber pupuk organik yang potensial adalah limbah sayuran, seperti cabe kering, sawi, kol dan wortel. Penelitian ini dilakukan di Desa Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembuatan pupuk organik dari olahan limbah sayuran, khususnya cabe kering, sawi, tomat, dan kol. Pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk organik dari limbah sayuran ini kaya akan unsur hara esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan pada daun. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah sayuran sebagai bahan baku pupuk organik tidak hanya mengurangi dampak limbah, tetapi juga berkontribusi pada praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sosialisasi dan Pemeriksaan Golongan Darah Bagi Masyarakat Desa Ujung Teran Kabupaten Karo Fadilah Nasution; Mutiara Ramadani; Cindy Awalliyah; Fisra Agita Ibni Kahar; Najma Syafitri Siregar; Muhammad Faisal
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2026
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dedikasi.v8i1.11563

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Ujung Teran mengenai pentingnya mengetahui golongan darah, tidak hanya untuk keperluan transfusi, tetapi juga dalam pencegahan dan penanganan kondisi kesehatan tertentu. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Juli 2025 di Aula Desa Ujung Teran dan diikuti oleh 95 peserta yang dipilih melalui metode accidental sampling. Metode yang digunakan mencakup survei dan wawancara, dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan deduktif dan kualitatif. Rangkaian kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, pemeriksaan golongan darah dengan metode aglutinasi menggunakan reagen anti-A dan anti-B, serta dokumentasi hasil. Hasil pemeriksaan menunjukkan distribusi golongan darah terbanyak adalah golongan B (36,8%), diikuti oleh A (25,2%), O (22,1%), dan AB (15,7%), yang mengindikasikan kemungkinan adanya pengaruh variasi genetik lokal. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat, menyediakan data dasar kesehatan desa, serta mendorong partisipasi aktif warga, sehingga dapat dijadikan model bagi pelaksanaan program kesehatan serupa.   Kata kunci:  kesehatan masyarakat; pemeriksaan golongan darah; sosialisasi
IMPLEMENTATION OF ACADEMIC SUPERVISION BY THE MADRASAH PRINCIPAL TO IMPROVE TEACHERS’ INSTRUCTIONAL ADMINISTRATION: A QUALITATIVE CASE STUDY AT MAN SERDANG BEDAGAI Mujhirul Iman; Tamimi Mujahid; Anri Naldi; Hotni Sari Harahap; Muhammad Faisal
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 2 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/9j3er268

Abstract

This study examines the implementation of academic supervision by the madrasah principal in improving the quality of teachers’ instructional administration at MAN Serdang Bedagai. A qualitative single-case study design was employed. Eight key informants were selected purposively, comprising the madrasah principal, the vice principal for curriculum affairs, a member of the academic supervision team, and five teachers. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis and were analysed using reflexive thematic analysis. The findings generated five major themes: systematic but flexible supervision planning, integration of instructional-document review with classroom observation, collaborative supervisory feedback, improvement in teachers’ instructional administration, and limitations in follow-up sustainability. Academic supervision contributed to improvements in teaching modules, assessment rubrics, teaching journals, and remedial and enrichment programmes, particularly by strengthening the alignment among learning objectives, instructional activities, assessment, and classroom practices. Teachers responded more positively when feedback was delivered through professional dialogue rather than fault-finding evaluation. However, limited written recommendations, overlapping schedules, supervisors’ workload, teachers’ administrative responsibilities, and inconsistent follow-up reduced the sustainability of the improvements. The study concludes that academic supervision is most effective when implemented as a continuous cycle of planning, observation, feedback, revision, and monitoring. Madrasah principals should therefore strengthen written feedback, differentiated professional assistance, and systematic follow-up to ensure that improvements in instructional administration are consistently reflected in classroom instruction.
IDENTIFIKASI PENYEBARAN DAN POPULASI TUMBUHAN JAMBU AIR (Syzygium aqueum) DI KECAMATAN NAMORAMBE Muhammad Faisal; Elifia Dwi Utami; Najwa Hasyifa; Rima Anggraini; Serly Kusnia Handyani; M. Azhar Lubis
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.124-130

Abstract

Jambu air (Syzygium aqueum) merupakan tumbuhan buah yang populer di Asia Tenggara. Tumbuhan ini memiliki nilai ekonomis dan budaya yang tinggi, sehingga penting untuk memahami penyebaran dan populasinya. Jambu air tumbuh subur di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup dan suhu yang hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebaran dan populasi tumbuhan jambu air di suatu wilayah tertentu. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode survei dan eksperimental. Metode survei transek digunakan untuk mengumpulkan data tentang lokasi, kepadatan, dan distribusi populasi jambu air. Penelitian dilakukan di Kecamatan Naborambe, Kabupaten Deli Serdang. objek penelitiannya yaitu tumbuhan jambu air (Syzygium aqueum). Data dianalisis menggunakan teknik jelajah bebas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jambu air (Syzygium aqueum) memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Kecamatan Namorambe, baik dari segi ekologis maupun ekonomi. Meskipun ada perbedaan dalam jumlah individu dan ukuran pohon antara Desa Jati kesuma dan Desa Jaba, kedua lokasi menunjukkan kondisi yang sehat dan mendukung pertumbuhan tanaman. Keberadaan jambu air memberikan manfaat ekologis, seperti penahan erosi tanah, serta manfaat ekonomi melalui produk olahan.
IDENTIFIKASI PENGARUH AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP KOMUNITAS TUMBUHAN OLEH MASYARAKAT LOKAL JALAN RAMBUTAN, DUSUN 2 JATIKESUMA, DI KECAMATAN NAMORAMBE, PROVINSI SUMATERA UTARA Muhammad Faisal; Nadia Rahma; Rizky Afifah Alfi; Wan Ridha Rasyida; Widia Azhari Saputri
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.113-117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh aktivitas manusia terhadap komunitas tumbuhan di Jalan Rambutan, Dusun 2 Jatikesuma, Namorambe, Sumatera Utara. Aktivitas manusia, seperti pertanian, pembangunan infrastruktur, dan eksploitasi sumber daya alam, telah memberikan dampak signifikan terhadap struktur dan komposisi komunitas tumbuhan di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang meliputi observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan masyarakat lokal untuk menggali pengetahuan tradisional serta persepsi mereka mengenai perubahan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pestisida dan herbisida dalam praktik pertanian modern dapat mengurangi keanekaragaman spesies tumbuhan dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Keterlibatan masyarakat lokal dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya alam sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengambil kebijakan dan masyarakat dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati dan mengelola sumber daya tumbuhan secara berkelanjutan.
PENGARUH FAKTOR ABIOTIK TERHADAP TUMBUHAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS) DI KAMPUNG KOLAM, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG. Muhammad Faisal; Yuyun Amalia Caniago; Zahraa Zalikha; Nabila Az-Zahra; Nurul Hafizah Hasanah; Muhammad Syafi’i
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.118-123

Abstract

Cabai rawit, juga dikenal sebagai Capsicum frutescens, adalah salah satu jenis tanaman pertanian yang sangat dihargai di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor abiotik mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memfokuskan pada pandangan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu yang ideal (25–30 °C), intensitas cahaya yang cukup (8–10 jam setiap hari), kelembapan udara 60–80 persen, dan pH tanah 5,5– 7,0 sangat memengaruhi proses fisiologis tanaman seperti fotosintesis, transpirasi, dan penyerapan nutrisi. Suhu yang terlalu tinggi atau rendah, intensitas cahaya yang berlebihan, dan suhu yang terlalu rendah atau rendah