Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN MENGENAI BAHAYA OBESITAS PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA WAIMITAL Maryam Lihi; Amelia Niwele; Suryanti Tukiman; Aulia Debby Pelu; Djulfikri Mewar; Narwan Majidha
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.43153

Abstract

Obesitas merupakan kondisi keadaan penumpukan lemak berlebih atau tidak normal dalam tubuh. Wilayah pesisir berkembang pesat karena memiliki akses yang mudah serta biaya hidup yang lebih rendah dibandingkan daerah daratan, sehingga menjadikannya tujuan utama migrasi penduduk. Salah satu kawasan pesisir yang mengalami hal ini adalah Desa Waimital, yang terletak di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, dengan prevalensi obesitas pada ibu rumah tangga mencapai 33,53%. Data ini menunjukkan bahwa obesitas lebih banyak terjadi pada wanita, terutama ibu rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan mengenai bahaya obesitas pada ibu rumah tangga di Desa Waimital. Kegiatan ini dilakukan dengan metode observasional dan wawancara, yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi tatap muka (fase ke fase) menggunakan media pamflet. Materi edukasi yang disampaikan meliputi pengertian obesitas, tanda-tanda dan gejalanya, faktor penyebab obesitas yang terdiri dari faktor perilaku dan non-perilaku, bahaya obesitas yang bisa menyebabkan komplikasi, serta cara-cara pencegahannya. Hasilh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih memahami bahaya obesitas dan pentingnya pencegahan sejak dini.
Uji Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Gayam (Inocarpus Fargifer L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Epidermidis Nur Avni Kaisupy; Djulfikri Mewar; Jarmil Soulisa
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh2204

Abstract

(Inocarpus fargifer L) secara tradisional dapat digunakan sebagai obat kulit, disentri, infeksi saluran kencing dan pembengkakan gigitan serangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun gayam (inocarpus fargifer L) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavanoid, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 25% dengan rata-rata zona hambat sebesar 19,2 4,08 mm, 50% sebesar 29,5 7,83 mm, 75% sebesar 34,4 10,49 mm, control positif kloramfenikol sebesar 42,5 12,47 mm, dan control negatif yaitu aquadest tidak memiliki zona hambat. Kesimpulan ekstrak etanol daun gayam memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavanoid, tanin, dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri  Staphylococcus Epidermis pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dengan control positif kloramfenikol dan konsentrasi yang paling efektif yaitu pada konsentrasi 75% dengan rata-rata zona hambat sebesar 34,4 10,49 mm.
Formulasi Emulgel Ekstrak Daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.) Menggunakan Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Nabila Aulia; Lukman La Basy; Ety Dusra; Djulfikri Mewar; Maritje S.J Malisngorar
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3205

Abstract

Daun kopasanda (Chromolaena odorata L.) mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan aplikasi topikal, ekstrak daun kopasanda diformulasikan dalam bentuk emulgel dengan Carbopol 940 sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak daun kopasanda menjadi emulgel serta mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Carbopol 940 sebagai gelling agent terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak daun kopasanda (Chromolaena odorata L.). Metode penelitian bersifat eksperimental laboratorium. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan variasi konsentrasi Carbopol 940 (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan seluruh formula stabil secara organoleptik. Nilai pH rata-rata berada dalam rentang fisiologis kulit (F1 = 6; F2 = 5; F3 = 5; F4 = 5). Viskositas meningkat seiring kenaikan konsentrasi (F1 = 695 cps; F2 = 31.444 cps; F3 = 44.636,7 cps; F4 = 66.461,3 cps). Uji daya sebar rata-rata berkisar 6 cm (F1), 5,5 cm (F2), 5 cm (F3), hingga 4 cm (F4). Uji daya lekat menunjukkan peningkatan signifikan, dari 1,7 detik (F1), 2,6 detik (F2), 4,3 detik (F3) hingga 5,3 detik (F4). Analisis Kruskal-Wallis memperlihatkan perbedaan signifikan (p < 0,05) pada viskositas, daya sebar, pH dan daya lekat antar formula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kopasanda dapat diformulasikan menjadi emulgel yang stabil, dengan Carbopol 940 konsentrasi 1,5% sebagai formula paling optimal.