Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : conference proceeding on waste treatment technology

Desain Pretreatment Penurun Kadar Phospate Unit Laundry RSUD Dr. R. Koesma Tuban Dengan Metode Presipitasi dan Filtrasi Riefky Nugraha Adhi; Denny Dermawan; Moch Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit dalam kegiatannya banyak menggunakan bahan-bahan yang mencemari lingkungan. Unit laundry merupakan salah satu kegiatan yang menghasilkan limbah cair dengan kandungan kimia yang tinggi, salah satu kandungan kimia yang terdapat pada limbah cair tersebut adalah phosphate. Pembuatan prototype pretreatment unit laundry RSUD Dr. R. Koesma Tuban, bertujuan untuk dapat mendesain dan merancang prototype pretreatment penurun kadar phosphate unit laundry RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Metode yang digunakan dalam pembuatan prototype penurun kadar phosphate adalah metode presipitasi dan filtrasi. Metode presipitasi merupakan salah satu proses pengolahan kimiawi yang efektif menghilangkan kandungan phosphate dalam pengolahan air limbah, digunakan variasi bahan kimia dalam meremoval kadar phosphate yaitu dengan menggunakan alum, feri klorida dan ferro sulfat sebagai presipitan. Metode filtrasi digunakan filter yang efektif dalam meremoval phosphate yaitu, menggunakan filter zeolit dengan ketinggian media 25 cm dan diaktivasi pada suhu 300°C.
Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dipo Lokomotif dengan Alternatif Anaerobic Filter dan Anaerobic Baffle Reactor Dynar Riski Amalia; Ahmad Erlan Afiuddin; Moch Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dipo lokomotif merupakan bengkel untuk perawatan dan pemeliharaan lokomotif kereta api. Perawatan danpemeliharaan kereta menghasilkan limbah oli yang bercampur dengan air hasil pencucian dan perawatan kereta. Limbah cair yang tercampur oli jika langsung dibuang kebadan air tanpa pengolahan dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Pengolahan limbah cair di Dipo lokomotif dilakukan dengan membangunsuatu instalasi pengolahan air limbah (IPAL). IPAL tersebut memiliki beberapa masalah, pada unit filtrasi limbah tidak mampu diolah dengan baik karena kondisi unit filter yang tidak terawat dan material terbuat dari bahan yang mudah korosi jika terkena limbah tersebut. IPAL dipo lokomotif juga tidak terdapat unit pemisah minyak dan air limbah. Debit yang dihasilkan dari limbah dipo lokomotif sebesar 25 m3/hari sedangkan unit filter hanya mampu mengolah sebesar 19 m3/hari, untuk mengolah limbah cair dipo lokomotif direncanakan menggunakan 2 alternatif yaitu bak anaerobic filter dan bak anaerobic baffle reactor. Instalasi yang dibutuhkan yaitu bak pemisah minyak, bak ekualisasi, bak anaerobic filter dan bak anaerobic baffle reactor Bak pemisah minyak digunakan untuk memisahkan minyak pelumas dengan limbah cair dan bak ekualisasi untuk menstabilkan debit. Pada bak anaerobic filter efisiensi removal BOD sebesar 86,63 % dan COD sebesar 82,5 %, sedangkan bak anaerobic baffle reactor efisiensi removal BOD sebesar 80,27 % dan COD sebesar 74,97 %. Dimensi bak pemisah minyak 0,75 m x1,5 m x 1,2 m, bak ekualisasi 1,5 m x 2 m x 2 m, Anaerobic filter 6,8 m x 2,5 m x 2,5 m, dan Anaerobic baffle reactor 14,4 m x 1,8 m x 1,5 m.
Redesain Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 Pada Industri Asam Phospat di Kabupaten Gresik Ludfiyan Reyzan Afifi; Moch Luqman Ashari; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri asam phospat sudah memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 tetapi belum sesuai dengan KEPKA Bapedal No.1 Tahun 1995 dan PP 101 Tahun 2014. Pada penelitian ini densitas limbah B3 diukur dengan menggunakan SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Hasil pengukuran densitas oli bekas 896 kg/m3, pengotor belerang 1216.3 kg/m3, ball cart bekas 3792.6 kg/m3. Pewadahan limbah B3 oli bekas mempunyai sifat mudah terbakar dan beracun ditempatkan pada drum besi 200 L, pengotor belerang mempuyai sifat beracun ditempatkan pada kotak besi karbon 1210 L, dan ball cart bekas mempunyai sifat beracun ditempatkan pada drum plastik 200L. Redesain tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 memerlukan 104 palet dan 37 blok. Berdasarkan penelitian yang telah dilakuan didapatkan bahwa TPS limbah B3 yang telah desain ulang berukuran 18.4 m x 17.5 m x 8 m.