Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Deteksi Covid-19 pada Citra Sinar-X Dada Menggunakan Pre-Training Deep Autoencoder Fadhil Yusuf Rahadika; Karina Amadea; Adhi Setiawan; Griselda Anjeli Sirait; Novanto Yudistira
Jurnal Ilmu Komputer & Agri-Informatika Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Ilmu Komputer - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jika.8.2.95-104

Abstract

Deteksi Covid-19 umumnya menggunakan tes laboratorium dengan metode RT-PCR untuk mendapatkan hasil yang akurat. Sayangnya, tes ini membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 24 jam untuk mendapatkan hasil. Selain menggunakan RT-PCR, beberapa penelitian menunjukkan bahwa deteksi menggunakan citra sinar-X menunjukkan hasil yang cukup akurat dengan waktu prediksi yang lebih cepat. Citra sinar-X yang didominasi warna dalam jangkauan grayscale dapat dikatakan memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan citra secara umum, sehingga dalam penelitian ini eksperimen dilakukan terhadap pelatihan untuk kasus klasifikasi citra sinar-X dengan melatih model dari awal (scratch). Namun seringkali model yang dilatih tanpa adanya pretraining menyebabkan model tidak dapat mencapai performa yang cukup baik. Salah satu bentuk metode pretraining yang dapat digunakan adalah penggunaan autoencoder sebagai model untuk rekonstruksi citra. Dalam penelitian ini pelatihan menggunakan pretraining autoencoder menghasilkan akurasi terbaik sebesar 81.78% dengan tambahan metode CutMix, color manipulation, dan rotation sebagai augmentasi. Kami juga menunjukkan bahwa penambahan pretraining autoencoder secara konsisten dapat meningkatkan akurasi hingga 2.58% pada model yang dilatih dari awal (scratch).
SOSIALISASI DAMPAK PEMAKAIAN BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA DAN BAHAN ADITIF MAKANAN TERHADAP KESEHATAN KELUARGA Adhi Setiawan; Ammaisarah Disrinama; Ulvi Priastuti; Nora Amelia Novitrie
Jurnal Cakrawala Maritim Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cakrawalamaritim.v1i1.427

Abstract

Bahan kimia dan bahan aditif makanan seringkali digunakan di dalam lingkungan keluarga. Bahan kimia maupun bahan aditif pada makanan tersedia secara alami maupun buatan. Penggunaan bahankimia dan bahan aditif yang diproduksi secara alami tidak memberikan efek bahaya terhadap maklukhidup maupun lingkungan. Perkembangan industri yang modern menyebabkan penggunaaan bahanalami dalam memenuhi kebutuhan manusia mulai tergeser. Berbagai macam produk bahan kimia rumah tangga maupun bahan aditif makanan yang diproduksi oleh industri antara lain detergen, pasta gigi, pemutih, pewangi sintesis, pewarna makanan, penyedap makanan, dan lain-lain. Penggunaanbahan kimia tersebut jika tidak digunakan secara bijaksana dapat berpotensi menimbulkan ganguankesehatan maupun pencemaran lingkungan. Penggunaan bahan aditif makanan secara berlebihandapat menimbulkan efek samping serta gangguan terhadap kesehatan. Bahan aditif berbahaya sepertiboraks atau formalin seringkali ditambahkan pada makanan agar makanan lebih awet. oleh karena itumasyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan. Sosialisasi terhadap masyarakatkhususnya pada ibu rumah tangga dan anak-anak diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalammemakai bahan kimia sintetis di rumah tangga sehingga kasus kecelakaaan, keracunan, serta gangguanterhadap kesehatan dapat dicegah lebih dini. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah,dialog interaktif, dan demonstrasi kepada para peserta dalam mendeteksi bahan boraks atau formalin didalam makanan. Kegiatan tersebut diharapakan dapat meningkatkan kesadaran terhadap masyarakattentang penggunaan bahan kimia berbahaya maupun bahan aditif makanan khususnya di lingkungan
Pemanfaatan Sampah Organik dan Limbah Kotoran Hewan Sebagai Energi Baru Terbarukan Ramah Lingkungan Lutfi Wicaksono; Denny Dermawan; Gigih Alam Pambudi; Moch Luqman Ashari; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari; Ahmad Erlan Afiuddin; Mochammad Choirul Rizal; Tanti Utami Dewi; Ulvi Pri Astuti; Alma Vita Sophia; Bella Naziel Iqmalia; Fani Firmansyah; Rafi Narariya Ramadhan; Imam Hambali Azhori; Bagas Adhiwangsa
Jurnal Cakrawala Maritim Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cakrawalamaritim.v1i2.900

Abstract

Masalah akibat kepadatan penduduk adalah meningkatnya sampah yang mencakup keseluruhan wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan. Sampah di wilayah pedesaan didominasi oleh sampah organik pasar dan limbah peternakan. Tidak berjalannya sistem pengolahan dan pendistribusian sampah yang baik, menyebabkan penumpukan sampah seperti pada wilayah Dusun Gedangklutuk, Desa Kedungboto, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah organik dan limbah peternakan sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) ramah lingkungan dengan metode biodigester. Biodigester mampu mengubah sampah organik pasar menjadi biogas yang memiliki kandungan CH4 sekitar 50-75%, CO2 sekitar 25-50%, dan sisanya adalah gas lain yang persentasenya sangat kecil. Gas berasal dari penguraian bahan organik oleh bakteri anaerob dengan suhu optimum sekitar 30-35°C dan pH sekitar 6-8. Biodigester menghasilkan 847,8 liter gas yang tertampung.
ANALISIS SIFAT MEKANIK KOMPOSIT Al 2075 REINFORCEMENT DENGAN ELECTROLESS ABU DASAR BATUBARA Adhi Setiawan; Arita Rochma Nilasari; M. Ari
Journal of Research and Technology Vol. 2 No. 2 (2016): JRT Volume 2 No 2 Des 2016
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.711 KB) | DOI: 10.55732/jrt.v2i2.226

Abstract

Aluminium composite 2075 manufacturing required a strenghthener such as bottom ash which has been through the electroless plating process that serves coating the bottom ash and sticks to aluminium casting process. The oxidation of 100oC produce 0,0126 µm Mg thickness oxidation, 200oC produce 0,0146 µm Mg thickness oxidation, and 300oC produces 0,0506 µm Mg thickness oxidation. Mechanical properties were tested by using worn-out test and hardness test based on new material function that will be used to replace existing disc brake material. Harness test showed that castings are using oxidized ash powder with higher temperature and produce resistant material than in low temperature. Casting mixture with oxidized bottom ash 100oC produce specific abrasion of 2,008 x 10-6mm2/kg, produce of1,814 x 10-6mm2/kg for oxidized 200oC, and produce of 1,675 x 10-6mm2/kg for oxidized 300oC. Keywords: Aluminium 2075, Bottom ash, Composite, Electroless plating, Hardness test, Worn-out test.
PELATIHAN K3 UNTUK SERIKAT PEKERJA SEKAWAN GROUP PADA PEMBANGUNAN KAPAL IKAN TRADISIONAL DI LAMONGAN Dika Rahayu Widiana; Nurvita Arumsari; Yugowati Praharsi; Adhi Setiawan; Thina Ardliana; Bagus Cahyo Juniarso
Environmental Engineering Journal of Community Dedication Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Environation
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/environation.v2i2.4

Abstract

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting. Serikat pekerja Sekawan Group merupakan organisasi perkumpulan pekerja galangan kapal tradisional di Lamongan. Perusahaan tradisional biasanya kurang memperhatikan penerapan K3 di tempat kerja. Oleh karena itu, diberikan pelatihan K3 untuk para pekerja yang tergabung dalam serikat tersebut. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja akan pentingnya penerapan K3 di tempat kerja. Materi pelatihan yang diberikan adalah K3 umum dan K3 kimia. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh beberapa dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Pelatihan ini dilaksanakan secara blended dan diikuti oleh 15 pekerja galangan kapal.
Analisa Pengaruh Surface Preparation, Coating dan Konsentrasi H2SO4 terhadap Laju Korosi Pada A36 Amilia Kristina Dewi; Adhi Setiawan; Mukhlis .
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Fabrikasi sering mendapatkan pesanan pembuatan sulfuric acid tank. Material yangdigunakan yaitu baja karbon A 36. Pemilihan A 36 dikarenakan harga lebih murah di bandingmaterial yang lain. Namun baja karbon A36 mempunyai kekurangan yaitu mudah korosi. Untukmelindungi sulfuric acid tank dari serangan korosi adalah coating. Penelitian ini ditunjukan untukmengetahui pengaruh surface preparation, tebal coating dan konsentrasi H2SO4 terhadap nilai lajukorosi. Penelitian ini menggunakan metode desain faktorial. Terdapat 3 yaitu 2 faktor mempunyai3 level dan 1 faktor lainnya mempunyai 2 level. Pengujian korosi menggunakan metode weight loss.Metode weight loss adalah mengukur laju korosi dengan mengukur kehilangan berat. Untukpengolahan data membandingkan hand calculation dan perhitungan dari sofware Mintabs17. Hasilanalisa pada pengujian weight loss test menunjukan bahwa parameter surface preparation, tebalcoating dan konsentrasi H2SO4 sebagai parameter yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilailaju korosi. Dapat di simpulkan bahwa parameter surface preparation Sandblasting SA 2,5 ,konsentrasi H2SO4 10% dan ketebalan primer coating 90 μm dan top coating 75 μm adalah variasiparameter paling optimal yaitu dengan nilai laju korosi 48,503 mpy.
Identifikasi Waktu Kontak Karbon Aktif Sekam Padi sebagai Adsorben Logam Berat Timbal (Pb) Okky Nugroho; Denny Dermawan; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri beserta kegiatannya akan menimbulkan limbah yang menimbulkan masalah bagilingkungan. Dampak yang ditimbulkan berupa pencemaran logam berat. Salah satunya logam berat Pb (Timbal). Timbal merupakan salah satu logam yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan masalah kesehatan apabila terakumulasi dalam tubuh, untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan upaya untuk menurunkan kadar logam berat Pb. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penurunan kadar logam berat Pb yang dipengaruhi oleh variasi waktu kontak (35, 75, dan 115 menit) dengan konsentrasi awal 12,16 ppm, serta mendapatkan nilai daya serap adsorben sekam padi melalui uji Atomic Absorption Spectrofotometri. Metode dalam penelitian ini meliputi tahap sebagai berikut : Pembuatan karbon aktif sekam padi, proses aktivasi karbon secara kimia, Analisa SEM (Scanning Elektron Microscope), pembuatan larutan Pb(NO3)2, dan uji adsorpsi. Parameter yang dianalissdalam penelitian ini adalah Logam berat Timbal (Pb) dan parameter keberhasilan dari penelitian ini adalah % penurunan tertinggi pada logam berat timbal (Pb) di limbah cair. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil penurunan kadar logam berat Pb tertinggi pada waktu kontak 115 menit.
Pemanfaatan Waste Sludge Treatment untuk Menurunkan Total Suspended Solid Qurrotul Aini; Adhi Setiawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses koagulasi-flokulasi di perusahaan pembangkit listrik menghasilkan limbah lumpur. Selama ini limbah lumpur belum dilakukan pemanfaatan secara optimal dan setiap 2 dua tahun diserahkan ke pihak ketiga untuk dilakukan pengolahan, oleh karena itu perlu diadakan riset tentang pengolahan dan pemanfaaatan limbah lumpur outlet dari proses Waste Water Treatment Plant (WWTP). Limbah lumpur digunakan sebagai bahan koagulan dikenal sebagai Sludge Reagent Product (SRP) dengan melakukan metode pengasaman yaitu menambahkan variasi konsentrasi HCl sebesar 1 N, 2 N dan 3 N dalam konsentrasi lumpur sebesar 1%. Metode jart test telah dilakukan dengan Penambahan variasi dosis SRP sebesar 4 ml/L, 6 ml/L, 8 ml/L, 10 ml/L. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah Total suspended solid (TSS), yang mana dengan penambahan dosis SRP 10 ml/L untuk masing- masing konsentrasi SRP 1 N, 2 N, 3 N mampu meningkatkan efisiensi removal sebesar 53,94%, 69,69%, 79,39%. Penurunan TSS terbesar pada dosis SRP 3 N sebesar 10 ml/L. Semakin tinggi konsentrasi HCl dan dosis koagulan SRP semakin tinggi pula tingkat efisiensi removal TSS, dengan demikian SRP berpotensi menjadi bahan alternatif pengganti koagulan yang sebelumnya dipakai.
Identifikasi Pengaruh pH Terhadap Kemampuan Biosorpsi Saccharomyces cerevisiae dalam Mengurangi Kadar Cu Fariz Basyiruddin; Adhi Setiawan; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis logam berat yang memiliki sifat esensial yaitu tembaga (Cu). Cu dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah tertentu. Cu dapat bersifat toksik dan membunuh organisme dalam jumlah yang melebihi. Biosorpsi merupakan salah satu teknologi yang memanfaatkan mikroorganisme dalam mengurangi kadar logam berat pada air limbah. Terdapat berbagai mikroorganisme yang dapat dijadikan sebagai biosorben, salah satunya yaitu Saccharomyces cerevisiae. Mikroorgnasime ini banyak digunakan dalam industri bir pada proses fermentasi dan memiliki dinding sel yang kaya akan protein, sehingga cocok digunakan sebagai biosorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan biosorben Saccharomyces cerevisiae dalam mengurangi kadar Cu yang dipengaruhi oleh pH awal larutan. Proses pembuatan biosorben terdapat beberapa tahapan yaitu pengendapan, penyaringan dan pengeringan. pH yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 3, 4 dan 5. Pengontakkan antara biosorben dengan larutan Cu 25 mg/L menggunakan magnetic stirrer sebagai pengaduknya selama 1, 2 dan 3 jam. Konsentrasi akhir Cu setelah dikontakkan dengan biosorben diukur dengan menggunakan spektrofotometer Uv-Vis yang telah terkalibrasi. Pada penelitian ini, didapatkan hasil pada pH 3 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 15,2%, pada pH 4 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 43,92%. Pada pH 5 waktu kontak 1 jam berat biosorben 0,25 gr persen penurunannya 47,4%. Dari seluruh hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa semakin tinggi pH awal larutan, maka semakin besar pula persen removal-nya.
Identifikasi Komponen FAME(Fatty Acid Methyl Ester) pada Biodiesel yang Disintesis dari Minyak Goreng Bekas Rakhmad Faizal Yudha; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng bekas merupakan salah satu minyak nabati yang dihasilkan dari kelapa sawit. Selama ini minyak goreng bekas merupakan limbah bagi ibu rumah tangga, bahkan dibuang sembarangan. Minyak goreng bekas dapat digunakan alternatif sebagai pengganti solar dikarenakan sifat komposisi fisika-kimia antara biodiesel dan solar yang memiliki kemiripan. Potensi dari minyak goreng bekas adalah ketersediaan produksinya kontinyu dibandingkan jenis bahan yang lain. Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai biodiesel dengan catatan dilakukan proses ­de-gumming, esterifikasi dan transesterifikasi terlebih dahulu. Tujuan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi komposisi FAME yang dilakukan menggunakan alat GC-MS pada biodiesel dari bahan dasar minyak goreng bekas dengan metode yang sudah ada, yaitu dengan proses de-gumming, esterifikasi, dan transesterifikasi terlebih dahulu. Hasilnya yaitu minyak goreng bekas yang disintesis menjadi biodiesel memiliki yield 71,43% dengan kandungan FAME sebesar 99,35% yang terdiri atas metil palmitat, metil oleat, metil stearat, dan metil miristat masing-masing 49,08%, 44,62%, 4,01%, dan 1,68%.