Perkembangan tren kecantikan memicu maraknya peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga mengancam kesehatan publik khususnya kalangan remaja. Remaja menjadi target rentan akibat tingginya konsumsi produk kosmetik tanpa didukung literasi digital dan kesehatan yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Cantik Sehat Tanpa Risiko" ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta sikap kritis siswa dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik yang aman, legal, dan sesuai standar kesehatan. Mitra kegiatan adalah 67 siswa kelas XI Program Studi Farmasi di SMK Bina Nusa Slawi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tiga tahapan sistematis, yaitu persiapan, pelaksanaan (ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi pembuatan lip balm), serta evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta pada hampir seluruh indikator yang diukur. Pengetahuan jenis kulit meningkat menjadi 100% benar (50 peserta), pemahaman bahan berbahaya meningkat dari 44 menjadi 50 peserta, dan pemahaman Beyond Use Date (BUD) juga meningkat dari 42 menjadi 47 peserta. Indikator ciri kosmetik tidak layak pakai menjadi materi dengan pemahaman yang masih kurang, namun tetap mengalami kenaikan dari 32 menjadi 38 peserta. Pengecekan legalitas BPOM berhasil mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi dan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan edukasi ini berhasil mencapai tujuan dalam membekali siswa menjadi konsumen cerdas yang selektif dalam menjaga kesehatan kulit di masa depan.