Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Daun Kakao (Theobroma cacao L.) Sebagai Penumbuh Rambut Kelinci New Zealand White Satrio Awaariful Haq; Desi Sri Rejeki; Girly Risma Firsty
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.7820

Abstract

Kerontokan rambut merupakan ciri rambut tidak sehat yang disebabkan oleh paparan terik sinar matahari, zat kimia pewarna rambut, dan faktor hormonal. Hair tonic merupakan sediaan rambut yang dapat menjaga kesehatan rambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas pertumbuhan rambut ekstrak etanol daun kakao dalam sediaan hair tonic dengan perbedaan konsentrasi ektrak serta keamanannya. Uji aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengoleskan sediaan pada punggung kelinci dengan parameter pengukuran panjang rambut pada minggu ke-1, 2 dan 3 dan bobot rambut pada minggu ke-3. Uji keamanan dilakukan dengan uji iritasi kulit yang diamati pada jam ke- 24 dan 48. Data yang diperoleh dari hasil uji kemudian dilakukan analisis data menggunakan SPPS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan hair tonic yang mengandung ekstrak etanol daun kakao dengan konsentrasi 15% memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam merangsang pertumbuhan rambut dibandingkan dengan kontrol positif berupa minoxidil 2%. Hasil uji iritasi kulit pada kelinci menunjukkan tidak adanya eritema ataupun edema. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kakao dapat diformulasikan sebagai sediaan hair tonic yang memenuhi syarat fisik serta aman digunakan pada kulit.
Cantik Sehat Tanpa Risiko Sebagai Upaya Edukasi Penggunaan Kosmetik Secara Aman di SMK Bina Nusa Slawi Desi Sri Rejeki; Talita Azaria; Nabilla Fitri Azhari; Aulia Syalfadillah; Shofa Khoirun Nida; Endang Istriningsih; Lailiana Garna Nurhidayati; Ery Nourika Alfiraza; Girly Risma Firsty; Oktariani Pramiastuti; Rima Harsa Atqiya Alquraisi
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v7i1.988

Abstract

Perkembangan tren kecantikan memicu maraknya peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga mengancam kesehatan publik khususnya kalangan remaja. Remaja menjadi target rentan akibat tingginya konsumsi produk kosmetik tanpa didukung literasi digital dan kesehatan yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Cantik Sehat Tanpa Risiko" ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta sikap kritis siswa dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik yang aman, legal, dan sesuai standar kesehatan. Mitra kegiatan adalah 67 siswa kelas XI Program Studi Farmasi di SMK Bina Nusa Slawi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tiga tahapan sistematis, yaitu persiapan, pelaksanaan (ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi pembuatan lip balm), serta evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta pada hampir seluruh indikator yang diukur. Pengetahuan jenis kulit meningkat menjadi 100% benar (50 peserta), pemahaman bahan berbahaya meningkat dari 44 menjadi 50 peserta, dan pemahaman Beyond Use Date (BUD) juga meningkat dari 42 menjadi 47 peserta. Indikator ciri kosmetik tidak layak pakai menjadi materi dengan pemahaman yang masih kurang, namun tetap mengalami kenaikan dari 32 menjadi 38 peserta. Pengecekan legalitas BPOM berhasil mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi dan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan edukasi ini berhasil mencapai tujuan dalam membekali siswa menjadi konsumen cerdas yang selektif dalam menjaga kesehatan kulit di masa depan.
Penetapan Kadar β-Karoten Tanaman Krokot(Portulaca oleracea) dan Wortel (Daucus carota L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis Girly Risma Firsty; Winda Widiarti; Endang Istriningsih; Oktariani Pramiastuti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9261

Abstract

Senyawa β-karoten merupakan provitamin A yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan vitamin A. Vitamin A merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan manusia, terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan serta penglihatan mata manusia. Telah diketahui bahwa wortel dan krokot mengandung β-karoten yang dibutuhkan tubuh untuk menekan efek dari paparan radikal bebas atau sebagai antioksidan. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui perbandingan kadar β-karoten yang terkandung dalam wortel dan krokot menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif yaitu dengan uji warna antimon triklorida dan uji KLT, pengukuran kuantitatif dilakukan dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil KLT diperoleh nilai Rf antara pembanding dan wortel yang mempunyai nilai sama yaitu sebesar 0,93, serta nilai Rf antara pembanding dan krokot juga sama yaitu sebesar 0,95. Hasil kadar β-karoten yang diperoleh pada ekstrak wortel sebesar 2,40 mg/gram ± 0,02% dan pada ekstrak krokot sebesar 6,91 mg/gram ± 0,25%. Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kandungan β-karoten pada krokot lebih tinggi dibandingkan wortel. Hasil analisis data menggunakan uji t independen (SPSS) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sampel krokot dan wortel (P0,05).