Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Abstrak dalam Karya Ilmiah pada Mahasiswa Prodi Farmasi S1 Universitas Bhamada Slawi Fiqih Kartika Murti; Oktariani Pramiastuti; Desi Sri Rejeki
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v3i1.2080

Abstract

The benefits of writing a scientific paper for college students are being able to develop the idea based on sources and build systemic mindset. One of the parts in the scientific paper is an abstract consisting of background, objective, method, result, conclusion, and key words; it can be written in Bahasa Indonesia and English. The abstract facilitates readers in understanding the contents of the scientific paper. Based on the result of questionnaire, the problems faced by the pharmacy students are that (1) 80% of them have never written an abstract; (2) 53% of them have not known the elements of abstract; and (3) 84% of them had difficulty in writing an English abstract. The public service aimed to provide knowledge and training on writing an abstract both Bahasa Indonesia and English for pharmacy students of University of Bhamada Slawi. By lecture, discussion, and practice, the results of public service showed that 95% of participants have known and written the elements of abstract in Bahasa Indonesia, 78% of participants could compose an abstract in Bahasa Indonesia and 71% of participants were able to write abstract in English.
SOSIALISASI RAMUAN TANAMAN HERBAL UNTUK PENGOBATAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA BLUBUK KECAMATAN DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL Lailiana Garna Nurhidayati; Desi Sri Rejeki; Oktariani Pramiastuti; Fiqih Kartika Murti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i10.5194

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia, dan penyebab kematian nomor satu di Dunia. Hipertensi biasanya bersifat asimptomatik, tetapi memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang relatif tinggi, termasuk di Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. WHO merekomendasikan penggunaan obat tradisional termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit. Metode penelitian dilaksanakan dengan pemberian pretest, dilanjutkan pemberian materi, diskusi, dan diakhiri dengan pengisian postest. Hasil penyuluhan didapat terdapat peningkatan pengetahuan penggunaan tanaman herbal dalam pengobatan penyakit hipertensi sebesar 10,2%.
UJI AKTIVITAS SERUM GEL KOMBINASI EKSTRAK DAUN PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L) DAN KULIT JERUK MANIS (Citrus sinensis L) TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES PENYEBAB JERAWAT Agung Nur Cahyanta; Oktariani Pramiastuti; Fiqih Kartika Murti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i3.3413

Abstract

Penggunaan obat tradisional dinilai memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan obat yang berasal dari bahan kimia. Tanaman yang dianggap dapat menghambat aktivitas antibakteri penyebab jerawat adalah daun pepaya california dan kulit jeruk manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serum gel antijerawat kombinasi ekstrak daun pepaya california (Carica papaya L.) dan kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.) terhadap Propionibacterium acnes. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram, dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri, diameter zona hambat pada serum gel kombinasi ekstrak formula 1 sebesar 6,27 mm, formula 2 sebesar 7,36 mm, dan formula 3 sebesar 6,07 mm. Pada formula tunggal kulit jeruk menghasilkan zona hambat 4,67 mm, lebih besar dibanding formula tunggal daun pepaya california sebesar 3,17 mm. Dengan kata lain, hasil zona hambat pada kombinasi ekstrak tergolong dalam kategori sedang, dan kategori lemah pada formula tunggal. Hasil uji ANOVA diperoleh nilai signifikan 0,000 0,05, dapat disimpulkan bahwa pada taraf kepercayaan 95% terdapat perbedaan bermakna antara zona hambat dari masing-masing formula. Hasil uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna aktivitas antara semua formula karena P0.05. Hasil pengukuran diameter zona hambat menunjukkan bahwa serum gel kombinasi ekstrak daun pepaya california dan kulit jeruk manis memiliki daya hambat dengan kriteria lemah sampai dengan sedang terhadap Propionibacterium acnes dan aktivitas antibakteri terbaik ditunjukkan oleh formula 2.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah, Bunga dan Daun Pucuk Merah (Syzygium paniculatum Gearth) dengan Metode DPPH Dienda Melani Rizqi Nur Isnaeni; Ery Nourika Alfiraza; Oktariani Pramiastuti
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i2.558

Abstract

Pucuk merah merupakan tanaman hias yang tergolong dalam famili Myrtacea, Beberapa ekstrak tanaman memiliki senyawa antioksidan seperti fenolik, flavonoid yang lebih efektif, lebih aman dan berpotensi sebagai antioksidan alami. Ekstraksi etanol pada buah, bunga dan daun pucuk merah menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah, bunga dan daun pucuk merah (Syzygium paniculatum Gearth) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazi) dan diukur serapannya pada panjang gelombang 515,5 nm dengan konsentrasi ekstrak yaitu 100, 200, 400 dan 800 ppm. Hasil aktivitas antioksidan didapatkan dari Inhibitory Concentration (IC50). Nilai IC50 yang didapatkan dari ekstrak buah adalah 7318 ppm, ekstrak daun sebesar 337 ppm, ekstrak bunga sebesar 513 ppm sedangkan pada vitamin C sebesar 4,72 ppm. Aktivitas antioksidan ketiga sampel tergolong antioksidan lemah (>150 ppm). Hasil analisis data menggunakan Uji One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara buah, bunga dan daun pucuk merah (sig <0,05).
Suplementasi Biskuit Kelor Pada Balita Stunting di Desa Randusari Kec. Pagerbarang Kab. Tegal Ike Putri Setyatama; Oktariani Pramiastuti; Alfina Damayanti; Listya Alfisyifa
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 2 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v2i1.426

Abstract

Usia balita merupakan usia dimana pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat pesat. Stunting adalah suatu keadaan dimana tinggi badan kurang dari keadaan normal bila di ukur berdasarkan usia, ditinjau dari indeks tinggi badan menurut umur(TB/U) kurang dari minus dua standar deviasi (-2SD) atau di bawah rata-rata standar yang ada. Salah satu faktor utama penyebab stunting yaitu asupan makanan tidak seimbang. Prevalensi kejadian stunting di Kabupaten Tegal tertinggi ada pada Puskesmas Pagerbarang (40%), target pemerintah jumlah stunting tidak lebih dari 20%. Pada bulan Agustus 2022, balita di desa Randusari 100 diantaranya mengalami stunting. Target luaran pengabdian masyarakat ini dapat menambah kebutuhan nutrisi balita stunting sehingga membantu penurunan stunting, ibu balita mengerti pemberian nutrisi yang adekuat pada balita. Kegiatan dilaksanakan bulan Oktober 2022, diikuti oleh 70 balita stunting di desa Randusari Kec.Pagerbarang Kab.Tegal. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari dosen Prodi DIII Kebidanan dan Prodi Sarjana Farmasi Universitas Bhamada Slawi. Tahapan kegiatan di awali dengan koordinasi dan perijinan, mengumpulkan ibu yang memiliki balita, anamesa, pengukuran antopometri balita, pemberian edukasi terkait stunting, dan pemberian suplementasi biskuit kelor. Hasil kegiatan, sasaran antusias dan diskusi terkait keluhan tentang sulit makan dan cara mengolah makan balita.Stakeholder mengharapkan kegiatan serupa dilakukan secara kontinyu
Cantik Sehat Tanpa Risiko Sebagai Upaya Edukasi Penggunaan Kosmetik Secara Aman di SMK Bina Nusa Slawi Desi Sri Rejeki; Talita Azaria; Nabilla Fitri Azhari; Aulia Syalfadillah; Shofa Khoirun Nida; Endang Istriningsih; Lailiana Garna Nurhidayati; Ery Nourika Alfiraza; Girly Risma Firsty; Oktariani Pramiastuti; Rima Harsa Atqiya Alquraisi
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v7i1.988

Abstract

Perkembangan tren kecantikan memicu maraknya peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga mengancam kesehatan publik khususnya kalangan remaja. Remaja menjadi target rentan akibat tingginya konsumsi produk kosmetik tanpa didukung literasi digital dan kesehatan yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Cantik Sehat Tanpa Risiko" ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta sikap kritis siswa dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik yang aman, legal, dan sesuai standar kesehatan. Mitra kegiatan adalah 67 siswa kelas XI Program Studi Farmasi di SMK Bina Nusa Slawi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tiga tahapan sistematis, yaitu persiapan, pelaksanaan (ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi pembuatan lip balm), serta evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta pada hampir seluruh indikator yang diukur. Pengetahuan jenis kulit meningkat menjadi 100% benar (50 peserta), pemahaman bahan berbahaya meningkat dari 44 menjadi 50 peserta, dan pemahaman Beyond Use Date (BUD) juga meningkat dari 42 menjadi 47 peserta. Indikator ciri kosmetik tidak layak pakai menjadi materi dengan pemahaman yang masih kurang, namun tetap mengalami kenaikan dari 32 menjadi 38 peserta. Pengecekan legalitas BPOM berhasil mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi dan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan edukasi ini berhasil mencapai tujuan dalam membekali siswa menjadi konsumen cerdas yang selektif dalam menjaga kesehatan kulit di masa depan.
Penetapan Kadar β-Karoten Tanaman Krokot(Portulaca oleracea) dan Wortel (Daucus carota L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis Girly Risma Firsty; Winda Widiarti; Endang Istriningsih; Oktariani Pramiastuti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9261

Abstract

Senyawa β-karoten merupakan provitamin A yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan vitamin A. Vitamin A merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan manusia, terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan serta penglihatan mata manusia. Telah diketahui bahwa wortel dan krokot mengandung β-karoten yang dibutuhkan tubuh untuk menekan efek dari paparan radikal bebas atau sebagai antioksidan. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui perbandingan kadar β-karoten yang terkandung dalam wortel dan krokot menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif yaitu dengan uji warna antimon triklorida dan uji KLT, pengukuran kuantitatif dilakukan dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil KLT diperoleh nilai Rf antara pembanding dan wortel yang mempunyai nilai sama yaitu sebesar 0,93, serta nilai Rf antara pembanding dan krokot juga sama yaitu sebesar 0,95. Hasil kadar β-karoten yang diperoleh pada ekstrak wortel sebesar 2,40 mg/gram ± 0,02% dan pada ekstrak krokot sebesar 6,91 mg/gram ± 0,25%. Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kandungan β-karoten pada krokot lebih tinggi dibandingkan wortel. Hasil analisis data menggunakan uji t independen (SPSS) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sampel krokot dan wortel (P0,05).
Edukasi Anemia pada Remaja Prakonsepsi Terhadap Risiko Kejadian Stunting di Desa Lumingser Kecamatan Adiwerna Dwi Ajeng Larasati; Osie Listina; Oktariani Pramiastuti
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i2.77

Abstract

Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah dan kemampuan hemoglobin untuk mengangkut oksigen tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh, dengan kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dl. Remaja putri yang mengalami anemia berisiko tetap mengalami kondisi tersebut hingga dewasa, dan berpotensi menjadi ibu hamil yang menderita anemia, sehingga meningkatkan risiko melahirkan anak yang mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah pemberian edukasi pengetahuan remaja prakonsepsi terhadap kejadian anemia di Desa Lumingser Kecamatan Adiwerna. Metode yang digunakan Pra-Eksperiment dengan jenis one group pretest and posttest design. Dalam pengambilan data sampel digunakan teknik purposive sampling dan dihitung menggunakan rumus Slovin dan didapatkan hasil 82 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pretest-postest design memberikan pengaruh yang signifikan pada pengetahuan risiko anemia dengan tingkat kepercayaan p<0,011 dan sikap risiko anemia dengan tingkat kepercayaan p<0,001.