Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang 6 Tanda Bahaya Pada Kehamilan Berdasarkan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak Tahun 2020 Di Puskesmas Madising Na Mario Nurfitri Nurfitri; Ayu Rosanti Wilujeng; Andi Wilda Arianggara; Hasnia Hasnia
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i2.164

Abstract

Pregnant women in Indonesia are required to have a Maternal and Child Health (MCH) Book. The latest edition of the MCH Book was published in 2020, the contents of which are increasingly complete and complex, on page 21 of this book contains a description of 6 Danger Signs in Pregnancy which are very important for a pregnant mother to know and be aware of. This study aims to determine the description of pregnant women's knowledge about the 6 Danger Signs in Pregnancy based on the KIA Book in the working area of ​​the Madising Na Mario Community Health Center. This type of research is descriptive research using primary data collected through a questionnaire instrument. The population in this study was 84 pregnant women and a sample of 51 respondents was obtained (purprosive sampling). This research was carried out from February 13 to March 13 2023. The research results obtained were that 56.9% (29 respondents) of respondents had poor knowledge about the 6 Danger Signs in Pregnancy based on the MCH Book they owned. So it is hoped that pregnant women will pay more attention to the MCH Book they have, not only to record their pregnancy history, but it can also be used as a guidebook during their pregnancy to avoid pregnancy complications.
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Zumrotul Ula; Hendri Parluhutan L. Tobing; Rezqiqah Aulia Rahmat; Hasnia Hasnia; Ainun Mardiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu. Kurangnya pengetahuan mengenai asuhan kebidanan dan tanda bahaya kehamilan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu dengan usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini melalui program edukasi asuhan kebidanan. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah 25 ibu hamil dengan pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 84,2. Selain itu, pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 76%. Terjadi pula perubahan perilaku, dimana 80% peserta rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC). Kesimpulan menunjukkan bahwa program edukasi asuhan kebidanan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian Masyarakat ABSTRACT Early marriage is one of the risk factors that can increase pregnancy complications among mothers. Lack of knowledge regarding midwifery care and pregnancy danger signs is a major issue faced by young mothers. This community service program aims to improve knowledge and awareness of pregnant women with early marriage through midwifery care education. The method used was participatory education through counseling, interactive discussions, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test involving 25 pregnant women. The results showed an increase in the average score from 58.4 to 84.2. The proportion of good knowledge increased from 20% to 76%. Behavioral changes were also observed, with 80% of participants regularly attending antenatal care (ANC). In conclusion, the program is effective in improving knowledge and awareness, contributing to the prevention of pregnancy complications. Keywords: Early Marriage, High-Risk Pregnancy, Midwifery Education, Antenatal Care, Community Service
PROMOSI ASI EKSKLUSIF DAN PENCEGAHAN POSTPARTUM BLUES MELALUI EDUKASI BERBASIS KOMUNITAS Risna Yunita Asmin; Mughni Wahdaniyah; Rahayu Rahayu; Hadijah Hadijah; Asrida. A; Hasnia Hasnia; Ricda Nurhikmayanti Hamzah; Baso Witman Adiaksa; Katarina Bulu Boro
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61979

Abstract

ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan bayi dan ibu. Namun, keberhasilan pemberian ASI masih menghadapi berbagai hambatan, salah satunya kondisi psikologis ibu setelah melahirkan seperti postpartum blues. Postpartum blues dapat memengaruhi kesiapan ibu dalam merawat bayi dan keberhasilan proses menyusui apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu nifas, keluarga, dan kader kesehatan mengenai pentingnya ASI eksklusif serta pencegahan postpartum blues melalui edukasi berbasis komunitas di Posyandu Dahlia 06 Kelurahan Rappocini, Kota Makassar pada tanggal 10 juni 2026. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, edukasi teknik menyusui, serta pemberian media informasi berupa leaflet. Sasaran kegiatan meliputi ibu hamil, ibu nifas, kader Posyandu, dan keluarga sebagai pendukung keberhasilan ASI eksklusif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 27,8% sebelum edukasi menjadi 83,3% setelah diberikan edukasi mengenai manfaat ASI eksklusif, faktor yang memengaruhi keberhasilan menyusui, tanda dan gejala postpartum blues, serta pentingnya dukungan keluarga dan komunitas. Edukasi berbasis komunitas melalui Posyandu menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu dan keluarga dalam mendukung pemberian ASI eksklusif serta menjaga kesehatan mental ibu pascapersalinan.