Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Orang Tua tentang Cedera pada Anak Usia 1-3 tahun di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Mia Putri; Riska Wandini; Linawati Novikasari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.16108

Abstract

ABSTRACTThe infant mortality rate (IMR) in Lampung Province experienced a downward trend from 146 per 1,000 Luteinizing Homone to 16 per 1,000 Luteinizing Homone. In Lampung Province, the first place is Central Lampung with 217 deaths (20.11%) in children under 5 years old, East Lampung is in second place with 214 deaths (19.83%), and Bandar Lampung is in third place with 137 deaths (12 .69%). The number of children aged 1-5 years in Bandar Lampung City is estimated to reach 86,512 in 2022. Meanwhile, the five Community Health Centers with the highest number of babies are Panjang Health Center 6,592, Sukaraja Health Center 5,034, Satellite Health Center 4,666, Kedaton Health Center 4,352, and Rajabasa Indah Health Center 4,261. Is known the effect of health education on parents' knowledge about injuries in children aged 1-3 years This research uses quantitative research. This research design is a pre-experimental design with a one group pre-test and post-test approach. The population of this study were mothers who had children aged 1-3 years. The sample for this research was 355 mother respondents who had children aged 1-3 years.Based on the research results, it was found that the mean knowledge of parents about injuries in children aged 1-3 years before and after being given health education with a mean of 43.48 SD 8.5333 and after being given health education increased with a mean of 48.13 SD 4.813 . The results of the bivariate test analysis were obtained, namely a p-value of 0.000.There is an influence of health education on parents' knowledge about injuries in children aged 1-3 years. Keywords :Health education, Knowledge, Injuries  ABSTRAK Angka kematian bayi (AKB) di Provinsi Lampung mengalami tren penurunan dari 146 per 1.000 Luteinizing Homone menjadi 16 per 1.000 Luteinizing Homone. Di Provinsi Lampung, peringkat pertama adalah Lampung Tengah dengan 217 kematian (20,11%) pada anak dibawah 5 tahun, Lampung Timur pada peringkat kedua dengan 214 kematian (19,83%), dan Bandar Lampung pada peringkat ketiga dengan 137 kematian (12,69%). Jumlah anak usia 1-5 tahun  di Kota Bandar Lampung diperkirakan mencapai 86.512 pada tahun 2022. Sedangkan lima Puskesmas yang memiliki jumlah bayi terbanyak adalah Puskesmas Panjang 6.592, Puskesmas Sukaraja 5.034, Puskesmas Satelit 4.666, Puskesmas Kedaton 4.352, dan Puskesmas Rajabasa Indah 4.261. Diketahui Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang cedera pada anak usia 1-3 tahun Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Sampel penelitian ini adalah 355 responden ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan orang tua tentang cedera pada anak usia 1-3 tahun sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan mean 43,48 SD 8,5333 dan setelah diberi pendidikan kesehatan mengalami peningkatan dengan mean 48,13 SD 4,813. Didapatkan hasil analisa uji bivariat yaitu nilai p-value 0,000. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang cedera pada anak usia 1-3 tahun. Kata Kunci : Pendidikan kesehatan, Pengetahuan, Cedera
Deteksi Perkembangan Anak Dengan DDST (Denver Development Screening Test) Di Poskeskel Pasir Gintung Wardiah Aryanti; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati; Dewi Kusuma Ningsih; Riska Wandini; Elpi Ulandari; Taufik Sofa; Veni Andriyani; Ratna Susanti; Leni Marlena; Riri Anjeli; Ria Mu'alifah; Rachmat Rizkiawan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v3i1.3444

Abstract

Introduction: The toddler years mark an important phase of fundamental growth that significantly shapes and influences a child's subsequent development. During this period, children's brains experience rapid growth which is often called the Golden Age. This phase is very important, so it requires careful attention to the child's growth and development to detect abnormalities as early as possible. Data collected at the Pasir Gintung Health Post shows that there were 12 children aged 2-4 years.Objectives: The main objectives include increasing parents' understanding in monitoring children's development, providing education regarding screening methods using the DDST approach, and actively monitoring children's development using the DDST method.Method: This Community Service was carried out using DDST (Denver Development Screening Test) measurements at the Pasir Gintung Health Post on Friday 5 January 2024. Results: The results of the DDST examination on 12 children showed that 10 children (83.4%) were declared normal, while 2 children (16.6%) had suspected development. Evaluation of children's overall growth and development includes gross motor skills, fine motor skills, speech, language, socialization and independence.Conclusion: These findings underline the important role of parental involvement in facilitating early detection of children's growth and development activities. Implementing a collaborative approach ensures that children's growth and development is a shared responsibility between parents and educators. It is very important for parents to be actively involved in monitoring their child's progress, encouraging the development of four main aspects: personal-social, adaptive-fine motor, language, and gross motor skills.
Hubungan Perawatan yang Tidak Memadai dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Mutiara Ayu Daniati; Rilyani Rilyani; Riska Wandini
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.14841

Abstract

ABSTRACT One of the inadequate treatments is parenting, where parenting plays an important role in the emergence of stunting in children. The prevalence of stunting in Bandar Lampung City in 2021 with the highest order is in the Karang City Health Center with prevalence (24.2%), the New Arrangement Health Center (20.4%) and the Way Laga Health Center (17.5%). It is known that the relationship between inadequate care and the incidence of stunting in the working area of the Karang Bandar Lampung Inpatient Health Center. This study uses a quantitative analytic design approachcross sectional. The population in this study were toddlers aged 36-59 months who were in the working area of the Karang City Health Center as many as 755 toddlers with a total sample of 263 respondents. Sampling using techniquesAccidental Sampling. Data analysis using statistical testschi square. This study used a chi-square analysis test which obtained the results of an analysis of the relationship between feeding parenting and the incidence of stunting obtained a p-value of 0.006 (0.05), there was no relationship between stimulus and children's activity and the incidence of stunting obtained a p-value 0.65 ( 0.05), and there is a relationship between household feeding distribution and stunting, with a p-value of 0.000 (0.05). There is a relationship between feeding parenting and the incidence of stunting, there is a relationship between child stimulus activity and the incidence of stunting and there is a relationship between the distribution of household feeding and the incidence of stunting. It is recommended to be able to pay attention to parenting patterns in feeding children. It does not stop at feeding parenting, but attention must also be paid to children's stimulus activity as well as household food distribution. Because these three aspects are very important in the period of development growth of children so that there are no stunting problems. Keywords: Stunting, Inadequate Care, Children.  ABSTRAK Perawatan yang tidak memadai salah satunya adalah pola asuh, dimana pola asuh berperan penting dalam munculnya stunting pada anak. Prevalensi stunting di Kota Bandar Lampung pada tahun 2021 dengan urutan tertinggi terdapat di puskesmas Kota Karang dengan prevalensi (24,2%), puskesmas Susunan Baru (20,4%) dan puskesmas Way Laga (17,5%). Diketahui hubungan perawatan yang tidak memadai kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kota Karang Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 36-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kota Karang sebanyak 755 balita dengan jumlah sampel 263 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis data menggunakan uji statistic chi-square. Penelitian ini menggunakan uji analisis chi-square yang didapatkan dengan hasil analisis hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan kejadian stunting didapatkan p-value 0,006 (0,05),tidak terdapat antara hubungan antara stimulus dan aktivitas anak dengan kejadian stunting didapatkan p-value 0,65 (0,05),dan terdapat hubungan antara distribusi pemberian makan rumah tangga dengan kejadian stunting didapatkan p-value 0,000 (0,05). Ada hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan kejadian stunting, ada hubungan antara stimulus aktivitas anak dengan kejadian stunting dan ada hubungan antara distribusi pemberian makan rumah tangga dengan kejadian stunting. Disarankan untuk dapat memperhatikan pola asuh dalam pemberian makanan pada anak. Tidak berhenti di pola asuh pemberian makan tetapi harus di perhatikan juga dalam stimulus aktivitas anak dan juga distribusi makanan rumah tangga. Karna ketiga aspek tersebut sangat penting dalam masa perkembangan pertumbuhan anak agar tidak terjadinya masalah stunting. Kata Kunci: Stunting, Perawatan Tidak Memadai,Anak.
Hubungan Perilaku Bullying Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun 2025 Jelyta Octa Maharani; Rilyani; Riska Wandini
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1243

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan fase transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada periode ini remaja memiliki kerentanan tinggi terhadap masalah kesehatan mental akibat tuntutan perkembangan dan tekanan lingkungan. Data World Health Organization (WHO) serta laporan nasional menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia mencapai 9,8%, yang menandakan kesehatan mental remaja menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian. Salah satu faktor risiko yang berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja adalah perilaku bullying, yaitu tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan dapat menimbulkan dampak psikologis serius. Data nasional menunjukkan angka kejadian bullying di Indonesia, khususnya pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), mencapai 66,1% dengan bentuk paling dominan berupa kekerasan psikologis. Di Kota Bandar Lampung sendiri tercatat sebanyak 93 kasus bullying pada siswa SMP, yang menunjukkan perlunya analisis lebih mendalam terkait dampaknya terhadap kesehatan mental remaja. Tujuan: Diketahui hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental siswa di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa SMP Negeri 1 Bandar Lampung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara perilaku bullying dan kesehatan mental. Hasil: Hasil analisis Chi-Square menunjukan adanya hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental depresi (p=0,001) < α (0,05), kecemasan (p=0,001) < α (0,05), dan stress (p=0,001) < α (0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukan adanya hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental depresi (p=0,001) < α (0,05), kecemasan (p=0,001) < α (0,05), dan stress (p=0,001) < α (0,05).
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bendungan ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2026 Meliyana; Aryanti Wardiyah; Riska Wandini
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1297

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, proporsi ASI eksklusif bayi umur 0-5 bulan di Provinsi Lampung pada 2023 adalah 76,20 % (Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, 2023). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menjelaskan bahwa Cakupan bayi < 6 bulan mendapatkan ASI Ekslusif di Provinsi Lampung tahun 2024 sebesar 81,4%, dimana angka ini sudah mencapai target yang diharapkan yaitu 70% (Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, 2025). Data presurvey yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, didapat 3 Puskesmas yang memiliki jumlah ibu nifas tertinggi yaitu: Puskesmas Panjang dengan jumlah ibu nifas sebnayak 752 orang, Puskesmas Pasar Ambon sebanyak 556 orang, dan Puskesmas Satelit sebanyak 543 orang (Data Kota Bandar Lampung, 2025). Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang bendungan ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, tahun 2026. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan strategi penelitian deskriptif. Besar populasi adalah ibu nifas pada bulan Maret s.d. April tahun 2026 sebanyak 139 orang. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga didapat sampel sebesar 104 responden. Teknik sampling menggunakan random sampling. Analisis data menggunakan univariat. Hasil : Karakteristik ibu yang baru bersalin dengan persentase terbanyak adalah usia produktif (20-35 tahun) sebanyak 53 responden (51,0%), pendidikan SMA sebanyak 63 responden (60,6%), pekerjaan dengan status tidak bekerja (IRT) sebanyak 63 responden (60,6%) dan jumlah anak 2 sebanyak 53 responden (51,0%). Kesimpulan: Distribusi frekuensi pengetahuan ibu yang baru melahirkan tentang bendungan ASI di Area Kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, pada tahun 2025 menunjukkan persentase tertinggi pada kategori pengetahuan baik sebanyak 72 responden (69,2%). Saran bagi responden hendaknya lebih aktif dalam mencari informasi terkait masalah bendungan ASI yang muncul pada saat nifas, sehingga permasalahan bendungan ASI dapat teratasi dan pengetahuan ibu meningkat.
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Tentang Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2025 Lulu Setia Wijaya; Aryanti Wardiyah; Riska Wandini
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1300

Abstract

Latar Belakang: Perawatan payudara selama masa kehamilan bermanfaat untuk mempersiapkan ASI saat melahirkan sehingga memberikan keyakinan bahwa mereka dapat menyusui bayinya dengan baik. Puskesmas Panjang menduduki peringkat pertama dengan jumlah ibu hamil sebanyak 759 orang (0,09%), disusul Puskesmas Sukaraja dengan jumlah ibu hamil sebanyak 592 orang (0,07%). Puskesmas Satelit menduduki peringkat ketiga dengan jumlah ibu hamil sebanyak 532 orang (0,06%). Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan Terhadap Praktek Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-test and post-test. Populasi penelitian ini berjumlah 300 responden, dan jumlah sampel penelitian ini adalah 171 responden ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung. Hasil: Hasil analisis uji bivariat menggunakan uji t-dependen menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan tentang perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, pada tahun 2025.