Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KELAS BAGI GURU-GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SE KECAMATAN PINELENG Margareta O. Sumilat; Devie S. R. Siwij
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i7.6935

Abstract

Penggunaan media pembelajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran. Jika ditinjau dari perpektif komunikasi, pembelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang ada dalam kurikulum, sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun penulis buku dan produser media; salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru. Dalam mewujudkan program ini, metode yang dilakukan memiliki empat tahapan, diantaranya yaitu refleksi sosial, perencanaan program, pelaksaan program dan evaluasi program. Pelatihan hidroponik ini merupakan hasil dari tahapan refleksi sosial dan ditujukan kepada guru-guru PAUD se Kecamatan Pineleng untuk menghasilkan pendidik yang profesional dan kompeten. Pelatihan ini dilaksanakan dengan dua carapenyampaian, yaitu ceramah dan praktek. Diharapkan Hasil dari pelatihan ini yaitu para peserta sangat antusias dan berkeinginan untuk lebih mengetahui penggunaan media pembelajaran Anak Usia Dini
PENYULUHAN TENTANG BAHAYA NARKOBA PADA PEMUDA DAN REMAJA KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Devie S. R. Siwij; Margareta O. Sumilat
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i7.6936

Abstract

Angka prevalensi pemuda dan remaja (pelajar baik siswa SD. SMP dan SMA) yang pernah pakai Narkoba merupakan kalangan yang cukup rentan bahkan pernah pernah memakai Narkoba dalam satu tahun terakhir sebesar 6,4% untuk kelompok responden yang pernah pakai Narkoba dan 3,5% untuk kelompok responden yang pernah memakai Narkoba dalam setahun ini. Angka prevalensi satu tahun terakhir pakai lebih kecil dibandingkan angka prevalensi pernah pakai. Ini menunjukkan bahwa banyak penduduk usia 15-64 tahun yang pernah memakai Narkoba dalam satu tahun terakhir sudah tidak memakai lagi. Apabila dibandingkan dengan angka prevalensi nasional setahun terakhir pakai tahun 2017 sebesar 1,77%, terjadi peningkatan angka prevalensi sebesar 0,03%. Ini berarti jumlah pengguna Narkoba mengalami peningkatan. Pemuda remaja yang ada di kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung memiliki pengetahuan yang kurang soal Narkoba, Tapi sebagai wilayah yang dekat dengan pelabuhan laut menjadi sangat rentan terpapar dengan bahaya Narkoba. Untuk itu perlu diberikan pengetahuan tentang Narkoba dan bahayanya karena usia merka rentan terhadap terpapar Narkoba
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Gmim 1 Tomohon Ni Kd Novi Christiani; Fonny Katili; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Gmim 1 Tomohon melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan/ tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan perhitungan presentase dan rata-rata hasil belajar yang di capai siswa. Penelitian ini dilakukan dikelas IV dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa 63,65%, hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum mencapai KKTP yang ditetapkan yaitu 75. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pada siklus II. Setelah tindakan pada siklus II, maka ketuntasan belajar meningkat menjadi 91,90%. Maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning pada materi Wujud Zat dan Perubahannya secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Analisis Penggunaan Media Audiovisual pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas 4 SD GMIM Kinilow Priscillia Eva Maria Rondonuwu; Marien Pinontoan; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.362

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan media audiovisual pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SD GMIM Kinilow. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya penggunaan media belajar yang memikat dan interaktif guna meningkatkan daya perhatian, motivasi, serta pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini mencakup kepala sekolah, guru kelas IV, serta siswa kelas IV SD GMIM Kinilow yang berjumlah 18 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD GMIM Kinilow memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran. Siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi yang diajarkan. Guru juga merasa terbantuh dalam menjelaskan materi karena media audiovisual mampuh menarik perhatian siswa untuk belajar. Kesimpulannya, penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SD efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran apabila didukung oleh sarana yang memadai dan kompetensi guru yang baik.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Advent Tondano Amelia Putri Nurrhamad Lehu; Richard D. H. Pangkey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi gotong royong di kelas IV SD Advent Tondano. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Advent Tondano yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas observasi untuk mengukur aktivitas siswa dan guru, serta tes tertulis dalam bentuk esai untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 65 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 55%, yang berarti belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan yaitu 75. Keterlaksanaan aktivitas siswa mencapai 57,81% (kategori kurang) dan aktivitas guru sebesar 67,18% (kategori cukup). Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II dengan mengoptimalkan sintaks PBL dan meningkatkan intensitas bimbingan kelompok, rata-rata hasil belajar siswa meningkat secara signifikan menjadi 84 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 95%. Selain itu, persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 87,5% (kategori sangat baik) dan aktivitas guru mencapai 92,18% (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi gotong royong siswa kelas IV SD Advent Tondano.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Gmim 1 Tomohon Ni Kd Novi Christiani; Fonny Katili; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Gmim 1 Tomohon melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan/ tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan perhitungan presentase dan rata-rata hasil belajar yang di capai siswa. Penelitian ini dilakukan dikelas IV dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa 63,65%, hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum mencapai KKTP yang ditetapkan yaitu 75. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pada siklus II. Setelah tindakan pada siklus II, maka ketuntasan belajar meningkat menjadi 91,90%. Maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning pada materi Wujud Zat dan Perubahannya secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Analisis Penggunaan Media Audiovisual pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas 4 SD GMIM Kinilow Priscillia Eva Maria Rondonuwu; Marien Pinontoan; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.362

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan media audiovisual pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SD GMIM Kinilow. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya penggunaan media belajar yang memikat dan interaktif guna meningkatkan daya perhatian, motivasi, serta pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini mencakup kepala sekolah, guru kelas IV, serta siswa kelas IV SD GMIM Kinilow yang berjumlah 18 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD GMIM Kinilow memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran. Siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi yang diajarkan. Guru juga merasa terbantuh dalam menjelaskan materi karena media audiovisual mampuh menarik perhatian siswa untuk belajar. Kesimpulannya, penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SD efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran apabila didukung oleh sarana yang memadai dan kompetensi guru yang baik.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Advent Tondano Amelia Putri Nurrhamad Lehu; Richard D. H. Pangkey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi gotong royong di kelas IV SD Advent Tondano. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Advent Tondano yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas observasi untuk mengukur aktivitas siswa dan guru, serta tes tertulis dalam bentuk esai untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 65 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 55%, yang berarti belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan yaitu 75. Keterlaksanaan aktivitas siswa mencapai 57,81% (kategori kurang) dan aktivitas guru sebesar 67,18% (kategori cukup). Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II dengan mengoptimalkan sintaks PBL dan meningkatkan intensitas bimbingan kelompok, rata-rata hasil belajar siswa meningkat secara signifikan menjadi 84 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 95%. Selain itu, persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 87,5% (kategori sangat baik) dan aktivitas guru mencapai 92,18% (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi gotong royong siswa kelas IV SD Advent Tondano.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD GMIM III Woloan Alvrin Kadore; Widdy H.F. Rorimpandey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan. Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta penggunaan metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,5% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 31,25%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,43% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%. Demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD GMIM III Woloan Alvrin Kadore; Widdy H.F. Rorimpandey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan. Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta penggunaan metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,5% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 31,25%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,43% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%. Demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan.