Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pengendalian Hama Terpadu pada Sekolah Lapang Gambut di Desa Kuat Sihir (Kampung Gambut Siantan Hilir) Iman Suswanto; Kukuh Hernowo; Cico Jhon Karunia Simamora
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22330

Abstract

Sekolah Lapang Gambut menjadi pendekatan pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya sayuran organik sekaligus pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara ramah lingkungan di lahan gambut. Desa Kuat Sihir (Kampung Gambut Siantan Hilir) merupakan sentra hortikultura di Pontianak yang memiliki potensi produksi tinggi, namun rentan terhadap serangan OPT dan penurunan kesuburan tanah apabila budidaya tidak dikelola secara adaptif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) berbasis ekologi pada sistem pertanian organik. Pelaksanaan dilakukan selama delapan bulan melalui demonstrasi lapang, ceramah, praktik identifikasi OPT dan musuh alami, serta pemasangan komponen pengendalian hayati. Tahapan kegiatan mencakup pengolahan lahan, penambahan amelioran, penyemaian, transplanting, penanaman tanaman repellant, pemasangan perangkap kuning dan hserangga, serta penggunaan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian kimia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami tata laksana budidaya organik, teknik konservasi air gambut, monitoring OPT, dan penerapan PHT secara bertahap. Evaluasi pra–pasca kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 33–80% menjadi 90–100% pada seluruh indikator, disertai perubahan pola pikir bahwa pestisida kimia seharusnya menjadi pilihan terakhir setelah ambang kendali terlampaui. Secara umum, penerapan PHT pada sekolah lapang menghasilkan perbaikan kualitas dan produktivitas sayuran serta mengurangi ketergantungan pestisida sintetis. Disimpulkan bahwa sekolah lapang efektif dalam memperkuat kompetensi petani dan keberlanjutan pertanian gambut berbasis organik. Disarankan agar replikasi kegiatan dilakukan di wilayah gambut lain serta pengembangan inovasi pengendalian hayati terus diperluas untuk menjaga keberlanjutan agroekosistem gambut.
Pengembangan Babi Unggul Berbasis Potensi Lokal: Pengolahan Pakan Alternatif, Manajemen Kandang, dan Biosecurity di Desa Periangan Cico Jhon Karunia Simamora; Eva Pramuni Oktaviani Sitanggang; Beatrice Delicia
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.23608

Abstract

Pemberdayaan masyarakat di Desa Periangan memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak babi lokal dalam menghadapi tingginya biaya pakan pelet dan pembiasaan perubahan manajemen ternak babi kampung ke babi bajong. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi dan praktik lapangan yang meliputi manajemen pakan dan kandang, serta biosecurity. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, dengan rata-rata penguasaan materi mencapai 80,56%. Praktik pakan alternatif menggunakan bahan lokal seperti jagung, dedak pagi, dan fermentasi singkong serta daun singkong mampu memenuhi kebutuhan protein harian babi sebesar 16%. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan berbasis praktik lapangan efektif meningkatkan keterampilan peternak dalam mengelola usaha peternakan babi bajong secara mandiri dan berkelanjutan di Desa Periangan.