Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan kegiatan pelatihan muatan pemetaan rencana tata ruang bagi agen gotong royong di kabupaten Sumbawa Barat Fariz Primadi Hirsan; Hanny Maria Caesarina; Febrita Susanti; Sri Rahmi Yunianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23602

Abstract

AbstrakPendampingan kegiatan pelatihan muatan pemetaan rencana tata ruang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agen gotong royong tentang prinsip-prinsip pemetaan dan perencanaan tata ruang yang efektif, serta penerapannya dalam konteks lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan program pelatihan pemetaan rencana tata ruang kepada agen gotong royong di Kabupaten Sumbawa Barat sebagai upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan komunitas lokal dalam pengelolaan dan perencanaan penggunaan lahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Agen gotong royong sendiri merupakan representasi dari masyarakat yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat yang dipilih dan diseleksi sebagai perwakilan elemen masyarakat yang memiliki kontribusi terhadap keikutsertaan dalam pembangunan termasuk dalam menindaklanjuti rencana tata ruang. Jumlah agen gotong royong yang dilibatkan dalam kegiatan kali ini, sejumlah 70 orang, dimana kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian metode pendampingan dan pelatihan yang meliputi perencanaan kegiatan, implementasi pelatihan, pendampungan langsung pada peserta, pendampingan pasca pelatihan, pengukuran keberhasilan dan kolaborasi. Kegiatan ini ini diharapkan dapat membantu dalam merencanakan penggunaan lahan secara lebih terstruktur dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mendukung inisiatif lokal dalam pengelolaan sumber daya alam. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta untuk menginterpretasi dan merencanakan tata ruang yang efektif, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan yang kolaboratif dan inklusif dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Pendampingan kegiatan pelatihan dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan sekaligus memberikan peluang untuk memainkan peran aktif dalam pengambilan keputusan dan perencanaan tata ruang di wilayah mereka. Kata kunci: pendampingan; pelatihan; peta rencana tata ruang; agen gotong royong. AbstractAssistance with training activities on spatial planning mapping is carried out to improve the skills and knowledge of mutual cooperation agents regarding the principles of effective mapping and spatial planning, as well as their application in the local context. This activity aims to implement a spatial planning mapping training program for mutual cooperation agents in West Sumbawa Regency as an effort to increase capacity and empower local communities in more effective and sustainable land use management and planning. Mutual cooperation agents themselves are representatives of the community in West Sumbawa Regency who are selected and selected as representatives of community elements who contribute to participation in development, including following up on spatial planning. The number of mutual cooperation agents involved in this activity is 70 people, where this activity is carried out through a series of mentoring and training methods which include activity planning, training implementation, direct assistance to participants, post-training mentoring, measuring success and collaboration. It is hoped that this activity can help in planning land use in a more structured manner and in accordance with applicable regulations, as well as supporting local initiatives in natural resource management. The results of this training show a significant increase in participants' ability to interpret and plan effective spatial planning, as well as increased awareness of the importance of collaborative and inclusive planning in the context of sustainable development. Facilitating training activities can be an effective strategy to strengthen community involvement in the development process while providing opportunities to play an active role in decision making and spatial planning in their area. Keywords: adjacent; training; spatial planning mapping; gotong royong agent.
Konsep Kebijakan Kesiapan Pengembangan Kota Baru Berbasis Kawasan Pertambangan di Kecamatan Hu'u - Dompu Fariz Primadi Hirsan; Baiq Harly Widayanti; Sri Rahmi Yunianti; Armei Rapudin
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 7, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v7i1.39879

Abstract

Pengembangan kawasan pertambangan seringkali memicu pertumbuhan wilayah baru yang tidak terencana, sehingga berpotensi menimbulkan masalah sosial, lingkungan, dan tata ruang. Kecamatan Hu'u di Kabupaten Dompu merupakan salah satu wilayah yang mengalami transformasi spasial signifikan akibat aktivitas pertambangan emas oleh PT Sumbawa Timur Mining yang berkembang pesat sejak tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kesiapan pengembangan kota baru berbasis kawasan pertambangan pada lima aspek utama, yaitu sosial ekonomi, lingkungan, infrastruktur, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat; serta (2) merumuskan konsep kebijakan pengembangan kota baru yang adaptif dan berkelanjutan. Metode penelitian mengintegrasikan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis tematik dan penguatan kuantitatif melalui Indeks Kesiapan Pengembangan Kawasan (IKPK) berbasis pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Weighted Overlay Analysis (WOA). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara pemangku kepentingan, dan kajian dokumen sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKPK tanpa pembobotan adalah 49,0 (kategori Kurang Siap), sedangkan nilai IKPK-AHP adalah 50,35 (batas bawah kategori Cukup Siap). Kelembagaan menjadi bottleneck utama (skor 40), diikuti oleh aspek lingkungan (skor 45) dan partisipasi masyarakat (skor 45). Berdasarkan simulasi WOA, intervensi kebijakan terintegrasi berpotensi meningkatkan IKPK hingga 66,5. Model kebijakan "Integrated Mining-Based New Town Development Policy" yang mencakup penguatan kelembagaan, pembangunan infrastruktur dasar, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, diversifikasi ekonomi lokal, dan partisipasi masyarakat berbasis komunitas direkomendasikan sebagai kerangka strategis bagi Pemerintah Kabupaten Dompu.