Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Metode Penyelesaian Sengketa Batas Desa UPT Tambak Sari Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat Rasyid Ridha; Agus Kurniawan; Febrita Susanti; Sri Apriani Puji Lestari
Jurnal Planoearth Vol 4, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.934 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i1.877

Abstract

UPT Tambak Sari is one of the expansion villages in the sub- district of Poto Tano, which  has  problems  against  village  boundary  disputes  with  surrounding  villages,  thus  inhibiting the process of setting the village boundary to be definitive, therefore it is necessary to Settlement of the village boundary UPT Tambak Sari. The purpose of this research is to know  the  process  of  implementing  and  resolving  boundary  disputes  for  UPT  Tambak  Sari village.   The   method   used   is   a   qualitative   description   through   participatory   mapping approach es  as well  as  referring  to the  Indonesian  Ministry of  Home  Affairs  Regulation  No.  45 2016 of village boundaries determination and affirmation guidelines. The results obtained  from this research is the implementation of the boundary of village boundaries conducted in the  internal  Cartometris  village,  and  then  carried  out  the  boundary  settlement  deliberation  between  villages  with  the  exposure of  Toponimi  and  village  boundary  segments,  but weak Regulations and information sources relating to indicative village boundaries precipitate the boundary disputes between villages. In the village boundary determination process has also been  agreed  on  the  mechanisms  of  dispute  the  village  boundary,  the  mechanism  that agreed is the report of the village boundary dispute to the dispute resolution team was then  carried out mediation and Deliberation, if there is no agreement then will be in the process of  adjudication, in this process of dispute settlement of the village boundary UPT add Sari can be  resolved  at  the  mediation level  based  on  the  joint  decision  of  the  District  regent  of  Sumbawa The history of village formation and regulation.
KAJIAN PERUBAHAN FISIK SPASIAL KAWASAN URBAN FRINGE DI KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM Ima Rahmawati Sushanti; Nahrul Hayat Imansyah; Febrita Susanti; Yusril Ihza Mahendra; Rasyid Ridha
Jurnal Planoearth Vol 3, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.208 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i2.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana perubahan fisik yang terjadi akibat adanya perkembangan Kota Mataram dari tahun 2010 sampai tahun 2017 dan mengevaluasi implementasi RTRW Kota Mataram terhadap perubahan fisik spasial Kawasan Urban Fringe Kota Mataram khususnya di Kecamatan Ampenan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif- kuantitatif dengan menggunakan analisis matriks konsistensi dan dikombinasikan dengan analisis spasial untuk membantu dalam analisa pemetaan. Hasil dari kajian luasan perubahan fisik spasial Kecamatan Ampenan dari tahun 2010 sampai tahun 2017 adalah +80,49 Ha atau 8,59% dari total luas wilayahnya, dimana konversi lahan yang dominan terjadi yaitu berupa lahan pertanian (sawah) berubah fungsi menjadi lahan terbangun perkotaan (permukiman dan terbangun non permukiman). Sedangkan hasil evaluasi konflik ruang antara RTRW dengan Penggunaan Lahan pada tahun 2010 dan 2017, diperloleh bahwa pada tahun 2010 terdapat 47.61 Ha (5.04 %) yang bersifat bertentangan/inkonsisten, 123.38 Ha (13.06 %) yang bersifat nertal, dan 773.93 Ha (81.90 %) yang bersifat sesuai/konsisten. Sedangkan pada tahun 2017 terdapat 75.41 Ha (7.98 %) yang bersifat bertentangan/inkonsisten, 75.70 Ha (8.01 %) yang bersifat netral dan 793.81 Ha (19.88 %) yang bersifat sesuai/konsisten. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, secara umum implementasi kegiatan pemanfaatan serta pengendalian ruang di Kecamatan Ampenan masih dikategorikan dalam kondisi aman dan berjalan dengan cukup baik
Analisis Kemampuan Daya Dukung Lahan Menggunakan Carring Capacity Ratio (CCR) di Kabupaten Dompu Febrita Susanti; Agus Kurniawan
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.74 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.839

Abstract

Penelitian daya dukung lahan ini diilakukan bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya dukung pertanian terhadap lingkungannya. Jenis penelitina ini adalah penelitian deskriptif kuntitatif dengan menggunakan analisis carrying capacity ratio. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sector pertanian mampu mendukung pertumbuhan daerah serta memenuhi kebutuhan pokok penduduk di Kabupaten Dompu. Empat kecamatan mempunyai nilai CCR mendekati anggka = 1, yaitu Kecamatan Woja, Kecamatan Kilo, Kecamaan Kempo dan Kecamatan Pekat yang artinnya bahwa lahan pertanian yang ada di setiap kecamatan tersebut memiliki daya dukung yang cukup tinggi terhadap aktifitas pembangunan seperti Kecamaan dengan nilai rasio daya dukung 1,7 yang berarti bahwa di setiap rumah tangga biasa memiliki lahan seluas 1,7 ha, artinya lebih besar 0,83 ha dari luas lahan rata-rata yang dimiliki oleh setiap rumah tangga petani. Kecamatan manggelewa memiliki rasio daya dukung sama dengan 1 (=1), yang berarti kecamatan tersebut masih memiliki keseimbangan antara kemampuan lahan dari  jumlah penduduknya
Karakteristik Permukiman Kota yang Memiliki Potensi Usaha Berbasis Rumah Tangga Ima Rahmawati Sushanti; Intan Savia Fitri; Febrita Susanti
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2021): SADE April 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.547 KB) | DOI: 10.29303/sade.v1i1.9

Abstract

Urban settlement is a built environment in an urban area that plays a role in determining the structure and identity of the city. The urban settlement area is currently not only used as a residence equipped with facilities and infrastructure to meet the living needs of the residents who live in it, but also to meet their economic needs. Urban settlements have certain characteristics based on the community and activities in them so that they can become the identity of the area. The existence of the Mutiara, Gold and Silver industrial clusters in Sekabela sub-district, Mataram city has implications for the surrounding settlements, both in economic, environmental and social aspects. The emergence of slum settlements in the residences around the Pearl, Gold and Silver industry causes less optimal representation of the area as a shopping tourism area. This study aims to determine the characteristics of settlements with household-based business potential and development strategies. The method used in this research is descriptive qualitative with primary and secondary data collection and analysis of Strength, Weakness, Opportunity and Threat. The results showed that the characteristics of the settlement were based on physical characteristics, namely: building layout, housing, facilities and infrastructure as well as the environment and non-physical characteristics, namely: the community and the activities that took place in it. The area development strategy based on settlement characteristics is in quadrant IV, namely the Competitive Strategy. Efforts are being made to improve the visual quality or image of the area, diversify the business and develop markets.
PENDAMPINGAN PEMETAAN KEMAMPUAN LAHAN DI KECAMATAN GUNUNG SARI Baiq Harly Widayanti; Febrita Susanti; Rasyid Ridha; Sri Rahmi Yunianti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.442-448

Abstract

Kecamatan Gunung Sari merupakan salah satu kecamatan yang berbatasan langsung atau hinterland Kota Mataram. Permasalahan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun cukup tinggi di Kecamatan Gunung Sari. Dokumen rencana tata ruang sangat dibutuhkan sebagai salah satu acuan atau instrumen untuk meminimalkan pelanggaran pemanfaatan ruang. Sehingga tujuan pengabdian ini untuk mendampingi pihak kecamatan Gunung Sari dalam melakukan pemetaan kemampuan lahan sehingga dapat diperoleh rekomendasi kawasan yang layak untuk dikembangkan sebagai lahan terbangun dan kawasan yang tidak dapat dikembangkan untuk kawasan terbangun. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pendampingan dalam pengolahan data sekunder berupa data morfologi, erosi, bencana alam, curah hujan dan jenis tanah. Data sekunder tersebut divalidasi dengan survey primer dan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya Peta Fungsi Kawasan dan Peta Kemampuan Lahan. Luas lahan yang difungsikan sebagai kawasan budidaya 20,56%, kawasan penyangga 30,99% dan kawasan lindung 48,45%. Peta fungsi kawasan dan kemampuan lahan ini dapat digunakan sebagai acuan dan arahan dalam pemberian ijin pemanfaatan ruang serta dalam menentukan arah pengembangan Kecamatan Gunung Sari. Substansi dan isi peta yang telah dibuat disosialisasikan kepada masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Gunung Sari sehingga mereka memahami fungsi dari peta tersebut.
Faktor Pemilihan Lokasi Bermukim pada Kawasan Rawan Bencana Longsor di Desa Guntur Macan, Kabupaten Lombok Barat Baiq Harly Widayanti; Ardi Yuniarman; Febrita Susanti
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 2 No. 1 (2018): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.151 KB) | DOI: 10.29244/jp2wd.2018.2.1.34-44

Abstract

The purpose of this research is to understand the settlement pattern and the factors that determine the selection of settlement locations on areas prone to landslides at Guntur Macan Village, West Lombok Regency. The research uses qualitative method by conducting questionnaire and in-depth interview to respondents. Mapping of community houses together with analysis on nearest neighbors in viewing the settlement patterns were conducted. Categorical frequency analysis was used to measure villagers’ perceptions that affect their choice to settle at disaster-prone areas. The result of mapping shows the existing settlement patterns are either cluster, linear or spread. The result of analysis of nearest neighbors shows T value of 1.74, which means an evenly spread pattern. Based on villager’s perception, factors determining the selection of settlement locations on areas prone to landslides are distance away from high-noises, pollution levels that do not interfere with health, and accessibility to job sites.
PENDAMPINGAN PEYUSUNAN PETA POTENSI DAN MASALAH DESA KARANG BAYAN, KECAMATAN LINGSAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT Sri Rahmi Yunianti; Baiq Harly Widayanti; Febrita Susanti; Sri Apriani Puji Lestari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1234-1243

Abstract

Desa Karang Bayan merupakan salah satu desa di Pulau Lombok yang memiliki berbagai kekayaan alam dan budaya. Dalam peraturan daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 11 tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Lombok Barat menetapkan Desa Karang Bayan sebagai kawasan cagar budaya desa tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara pembuatan peta potensi dan masalah desa yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan dan memasarkan potensi yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan metode transek desa, yang mana hasil dari transek ini selanjutnya FGD kan bersama dengan masyarakat. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat berbagai potensi di Desa Karang Bayan yakni potensi alam (pertanian, hasil perkebunan buah, hutan penyangga dan perikanan), potensi wisata dan budaya, serta potensi ekonomi lokal. Selain itu terdapat beberapa permasalahan terkait lingkungan dan budaya yang semakin terkikis. Dari hasil tersebut, kemudian dilakukan penyusunan peta bersama masyarakat untuk menetapkan titik lokasi masalah dan potensi yang dapat dijadikan wisata desa, hal ini sebagai arahan bagi masyarakat dan perangkat desa untuk mengembangkan Desa Karang Bayan sebagai desa wisata
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DUREN MELALUI STRATEGI PROMOSI INOVATIF PADA DESA KEKAIT LOMBOK BARAT Ibrahim Ibrahim; Agus Kurniawan; Mas'ad Mas'ad; Mintasrihardi Mintasrihardi; Abdul Wahab; Siti Hasanah; Vera Mendalina; Syaharuddin Syaharuddin; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Sintayana Muhardini; Mardiyah Hayati; Febrita Susanti; Muslimin Muslimin; Ilham Ilham; Muhammad Khalis Ilmi; Asma Azizah; Burhanuddin Burhanuddin; Muhammad Saleh; M. Sobry; Akhmad Syafruddin; Muhammad Salahuddin; Syaifuddin Iskandar; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Publik (JP-Publik) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3, Nomor 2 (2023) DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jp-publik.v3i2.20952

Abstract

Masih rendah ketrampilan pedagang dalam mempromosikan hasil bumi duren. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya pemberdayaan pedagang duren melalui strategi inovatif pada desa kekait Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi  pada pedagang.  Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui bahwa antusias dari pedagang dalam memperkenalkan media social sebagai media promosi dagangan kepada umum. Keberadaan program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil penjualan duren dari waktu ke waktu. Kedepan diperlukan event skala nasional dan internasional dengan membuat duren sebagai icon kekait sebagai hasil bumi di tanah Lombok khususnya Desa Kekait Gunung Sari. 
Analisis Tipologi Permukiman Kawasan Industri di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram Rahmi, Sri Rahmi Yunianti; Rasyid Ridha; Febrita Susanti
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v4i2.4680

Abstract

Abstrak. Kecamatan Sandubaya ialah salah satu kawasan peruntukan industri di Kota Mataram yang dikembangkan sebagai pendukung pengembangan kawasan perdagangan dan jasa dengan konsep superblok. Aktifitas industri yang beragam memberikan dampak pada tingginya jumlah penduduk di kecamatan Sandubaya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui tipologi permukiman kawasan industri di Kecamatan Sandubaya sehingga dapat dilakukan penanganan permasalahan permukiman berdasarkan karakteristik tipologi permukimannya. Metode penelitian ini yakni deskriptif kuantitatif dan analisis spasial, dengan memanfaatkan citra penginderaan jauh sebagai sumber data utama yang akan diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasilnya ialah terdapat delapan tipe permukiman yang di dominasi oleh tipe empat dimana tipe tersebut memiliki karakteristik tingkat kekumuhan ringan, kualitas lingkungan permukiman, kepadatan penduduk rendah, tingkat pendidikan masyarakat SD-SMA, mata pencaharian masyarakat sebagai petani, pedagang dan industri yang tersebar hampir di seluruh blok lingkungan permukiman. Abstract. Sandubaya sub-district area is one of the designated industrial areas in Mataram City which developed as a support for the development of trade and service areas with the superblock concept. Various industrial activities have an impact on the high number of residents in the Sandubaya sub-district. The purpose of this research is to find out the typology of industrial area settlements in Sandubaya District so that settlement problems can be handled based on the characteristics of the settlement typology. This research method is quantitative descriptive and spatial analysis, by utilizing remote sensing as the main data source which will be processed using a Geographic Information System (GIS). The result is that there are eight types of settlements which are dominated by type four where these types have the characteristics of a mild slum level, moderate settlement environmental quality, low population density, elementary-high school community education level, community livelihoods as farmers, traders and industries and that are spread almost all over the city in residential blocks.
Analisis Kesesuaian Lahan Pertanian dengan Program Lahan Sawah Dilindungi di Kabupaten Lombok Barat Febrita Susanti; Rasyid Ridha; Baiq Harly Widayanti
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 1 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i1.24407

Abstract

Protected paddy fields (LSD) is one of the government programs from the Ministry of Agrarian and Spatial Planning / Head of the National Land Agency which aims to control the conversion of rice fields and meet the availability of paddy fields to support national food. The agriculture office has also developed the concept of sustainable agricultural land and food (LP2B) which will be used as regional regulations that will be a reference in development  and have goals that are in line with LSD. The obstacle to the implementation of this government program is land ownership by residents, so it tends to be difficult to maintain agricultural areas, West Lombok Regency based on the decision of the Minister of Agrarian and Spatial Planning / Head of the National Land Agency has determined a map of protected rice fields (LSD) covering an area of 9,102.17 Ha which is currently unknown condition, whether this area has been fulfilled properly. The purpose of this study is to determine the suitability of agricultural land by looking at the protected paddy field program. The research method uses argis overlay analysis and literature studies and interviews. The results of the analysis found that the unsuitable land area was 992.03 ha or 7% of the total area of protected rice fields based on the Regional Spatial Plan (RTRW). The findings were that there were 26501.62 ha of paddy field designation in accordance with the RTRW that had not been designated as protected rice fields (LSD).