Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan profit dan mutu pasca panen jeruk siam Kintamani melalui edukasi dan pendampingan produksi Bali Orange Wine Nurul Isnaini Fitriyana; Pande Agus Adiwijaya; I Nyoman Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23397

Abstract

AbstrakJeruk Siam Kintamani merupakan tanaman hortikultura endemik dari daerah Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia. Varietas ini disukai karena mempunyai citarasa khas perpaduan manis dan asam yang segar. Pada saat panen raya yaitu antara bulan Agustus sampai dengan September, seluruh hasil panen dijual dalam bentuk buah segar, sehingga persediaan menjadi melimpah sedangkan permintaan relatif tetap. Kondisi ini menyebabkan harga jual menjadi sangat rendah dan pendapatan dari hasil penjualan buah Jeruk Siam Kintamani tidak dapat menutupi biaya produksi dan perawatan di kebun. Sehingga para petani mengalami kerugian setiap tahunnya. Berdasarkan kondisi ini, tim dosen dari Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali melakukan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di kelompok tani “Dana Sejati”, Banjar Palaktiying, Desa Landih, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Kegiatan PKM bertujuan untuk memberikan edukasi serta pendampingan Teknologi Tepat Guna pengolahan Jeruk Siam Kintamani menjadi produk Orange Wine Melalui diversifikasi produk Jeruk Siam Kintamani diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani serta mutu pasca panen Jeruk Siam Kintamani. Berdasarkan hasil kegiatan PKM, Kelompok Tani “Dana Sejati” sudah berhasil memproduksi Orange Wine yang memenuhi standar sesuai Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Nomor 5 Tahun 2021, dengan bahan baku Jeruk Siam Kintamani dengan tingkat kematangan ripe dengan kadar alkohol sebesar 10%. Kata kunci: jeruk siam kintamani; orange wine; edukasi; pendampingan; kelompok tani. AbstractThe Kintamani Siam Orange is an endemic horticultural plant from the Kintamani area, Bangli Regency, Bali Province, Indonesia. This variety is favored because of the distinctive taste, a combination of fresh sweet and sour. During the main harvest, between August and September, all the harvest is sold in the form of fresh fruit, that causes over supplies while demand is relatively constant. This condition causes the selling price is very low and the income cannot cover the production and maintenance costs. Therefore, farmers experience losses every year. Based on this condition, a team of lecturers from the ITP Markandeya Bali Institute carried out Community Service Program (CSP) in the "Dana Sejati" farmer group, Banjar Palaktiying, Landih Village, Bangli District, Bangli Regency, Bali. CSP aims to provide education and assistance on Appropriate Technology for processing Siam Kintamani Oranges into Orange Wine products. Through diversification of Siam Kintamani Orange products, it is hoped that it will be able to increase farmers' income and the post-harvest quality of Siam Kintamani Oranges. Based on the results of CSP activities, the "Dana Sejati" Farmers Group has succeeded in producing Orange Wine that meets the standards in accordance with the Regulation of the Head of the Food and Drug Monitoring Agency Number 5 of 2021, using Kintamani Siam Oranges as raw material with a ripe ripeness level with an alcohol content of 10%. Keywords: kintamani siam orange; orange wine; education; supervision; farmer group.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAAN SISWA KELAS 2 SD NEGERI 4 TIGA Ni Luh Sri Arta Ningsih; Nurul Isnaini Fitriyana; I Nyoman Sudirman
Jurnal Pendidikan DEIKSIS Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEIKSIS
Publisher : ITP Marakandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/deiksis.v8i1.423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas 2 SD Negeri 4 Tiga berdasarkan lima aspek yangdiukurmenggunakan instrumen Early Grade Reading Assessment (EGRA), yaitu pengenalan huruf, membaca kata bermakna, membaca kata tidak bermakna, membaca nyaring, serta menyimak dan memahami isi bacaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkanmelalui observasi, tesmembaca berbasisEGRA, wawancara dengan guru kelas 2, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 15 siswa dan guru kelas 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan sangat baik dalam aspek pengenalan huruf, membaca kata bermakna, membaca nyaring, serta menyimak dan memahami bacaan. Pada aspek membaca kata bermakna, mayoritas siswa mampu membaca dengan lancar dan akurat sehingga tergolong dalam kategori sangat baik. Sebaliknya, pada aspek membaca kata tidak bermakna, sebagian besar siswa memperoleh skor rendah dan termasuk dalam kategori kurang, karena masih bergantungpada makna kontekstual dan belum terbiasa membaca kata tanpa arti yang jelas. Hasil tersebut memberikan gambaran kemampuan membaca permulaan siswa yang dapat menjadi dasar dalam perencanaan strategi pembelajaran yang tepat di kelas rendah sekolah dasar. Kata kunci: Membaca permulaan
IMPLEMENTASI KLINIK LITERASI BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA DAN NUMERASI SISWA KELAS 2 SD N 6 JEHEM Desak Putu Sri Sulatri; I Nengah Sueca; Nurul Isnaini Fitriyana
Jurnal Pendidikan DEIKSIS Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEIKSIS
Publisher : ITP Marakandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/deiksis.v8i1.424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa kelas 2 SD N 6 Jehem melalui implementasi klinik literasi berbantuan media interaktif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi klinik literasi berbantuan media interaktif dapat meningkatkan kemampuan literasi membaca dari 77,27% menjadi 91,81%, serta kemampuan numerasi dari 89,09% menjadi 94,54%. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedua aspek kemampuan siswa. Oleh karena itu, disarankan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran ini dalam proses belajar mengajar guna meningkatkan hasil belajar siswa.