Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN LITERASI DIGITAL BERBASIS VIRTUAL REALITY BAGI GURU IPS DI KABUPATEN KUDUS Asep Ginanjar; Sony Zulfikasari; Aisyah Nur Sayidatun Nisa; Fredy Hermanto; Noviani Achmad Putri; Aan Probo Wiranto; Diah Ayu Puji Lestari; Rafi Larepa Almanda; Tio Putra Refiyan
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v9i1.21723

Abstract

Era teknologi dan informasi yang semakin maju ini, budaya dengan kearifan lokal tidak boleh dilupakan. Peran kearifan lokal secara kritis mengubah dan membentuk budaya global menjadi bermakna dan sesuai dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat, termasuk di dalamnya dunia pendidikan. Maka dari itu guru saat ini dituntut untuk mampu melestarikan nilai-nilai lokal ditengah arus kemajuan teknologi yang begitu deras. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Virtual Reality oleh guru IPS di Kabupaten Kudus. Kabupaten Kudus kaya akan kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS seperti Masjid Menara Kudus, Museum Kretek, Situs Pati Ayam, Rumah Tradisional Kudus, dll. Melalui Virtual reality berbasis kearifan lokal ini diharapkan dapat melatih peserta didik untuk melestarikan nilai-nilai konservasi sosial budaya melalui kearifan lokal yang ada di Kabupaten Kudus. Metode pelatihan dalam kegiatan ini yaitu Praktek Pengembangan Masyarakat atau Community Development Practice. Kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang relevan dengan jaman tentunya merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh guru pada era digital ini. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, guru dapat meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis viritual reality. Guru dapat mengemas materi kearifan lokal dalam bentuk digital yang tentunya akan lebih sesuai dengan generasi native digital yang saat ini mendominasi bangku sekolah. In this increasingly advanced era of technology and information, culture and local wisdom must not be forgotten. The role of local wisdom is to critically change and shape global culture to make it meaningful and appropriate to the social and cultural life of society, including the world of education. Therefore, teachers are currently required to be able to preserve local values ​​amidst the rapid flow of technological progress. One effort that can be made is through learning activities using Virtual Reality by social studies teachers in Kudus Regency. Kudus Regency is rich in local wisdom which can be used as a social studies learning resource such as the Kudus Tower Mosque, Kretek Museum, Chicken Starch Site, Kudus Traditional House, etc. Through virtual reality based on local wisdom, it is hoped that it can train students to preserve socio-cultural conservation values ​​through local wisdom in Kudus Regency. The training method in this activity is Community Development Practice. The ability to develop digital learning media that is relevant to the times is certainly a skill that is really needed by teachers in this digital era. Through this community service activity, teachers can improve their skills in developing virtual reality-based learning media. Teachers can package local wisdom material in digital form which will certainly be more suitable for the digital native generation that currently dominates school.
Hubungan Kebiasaan Penggunaan Smartphone terhadap Minat Belajar IPS Siswa SMP Negeri 10 Semarang Yuli Susana; Noviani Achmad Putri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan penggunaan smartphone dan minat belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa SMP Negeri 10 Semarang dalam konteks meningkatnya intensitas interaksi digital pada generasi remaja. Penelitian ini diposisikan dalam kajian motivasi dan minat belajar pada era digital, dengan menempatkan smartphone sebagai variabel kontekstual yang berpotensi memengaruhi dinamika keterlibatan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 91 siswa. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kebiasaan penggunaan smartphone dan minat belajar IPS. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kebiasaan penggunaan smartphone cenderung diikuti penurunan minat belajar, meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah. Interpretasi utama penelitian ini menegaskan bahwa kebiasaan penggunaan smartphone bukan faktor determinan tunggal dalam membentuk minat belajar, melainkan salah satu variabel yang berinteraksi dengan faktor pedagogis dan psikologis lainnya dalam ekosistem pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas VII di SMP N 2 Welahan Jepara Puput Mashita; Noviani Achmad Putri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4167

Abstract

Penelitian yang dilakukan mempunya tujuan agar dapat menilai pengaruh dalam penggunaan model Problem Based Learning (PBL) terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII di SMP N 2 Welahan, Jepara. Latar belakang penelitian yang dilakukan didasari oleh capaian hasil belajar siswa relatif rendah akibat penerapan metode konvensional yang cenderung pasif. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif berbasis desain quasi-experiment tipe nonequivalent control group design dengan melibatkan 31 siswa kelas VII C yang menjadi eksperimen kelompok dan 32 siswa kelas VII D sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui instrumen pretest dan posttest berupa 20 soal pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan independent samples t-test. Hasil analisis membuktikan bahwa rata-rata skor akhir kelompok eksperimen secara menonjol lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Melalui nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), dapat menjadi kesimpulan bahwa model PBL efektif sebagai strategi aktivitas belajar guna mencapai peningkatan prestasi akademik siswa pada mata pelajaran IPS.
Efektivitas Media Pembelajaran Game Interaktif Kahoot terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukorejo Kendal Reynata Cahyaningtyas; Noviani Achmad Putri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4244

Abstract

Pendidikan memiliki peranan penting dalam membentuk individu yang cerdas, berpikir analitis, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan. Dalam pembelajaran IPS, diperlukan sarana pembelajaran yang inovatif agar siswa lebih aktif dan mampu memahami materi secara optimal. Namun, berdasarkan hasil pengamatan, capaian hasil belajar siswa masih tergolong rendah, yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar melalui proses yang lebih efektif dan menyenangkan. Penelitian ini menerapkan desain quasi-eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang keduanya diberikan pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,6244 mengindikasikan bahwa peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang.
Penguatan Literasi Digital melalui Penerapan Canva bagi Guru IPS di SMP Negeri 9 Semarang Najwa Zahrotunisa; Noviani Achmad Putri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4285

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi digital guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21 serta masih terbatasnya pemanfaatan media digital secara optimal dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi literasi digital guru IPS, strategi penguatan literasi digital melalui Web Canva, serta kendala dan solusi dalam implementasinya di SMP Negeri 9 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital guru-guru ilmu sosial di SMP Negeri 9 Semarang berkisar antara memadai hingga baik (tingkat B1–B2), dengan kemampuan untuk mengakses, memanfaatkan, dan membuat konten digital; namun, masih diperlukan perbaikan di bidang evaluasi, etika, dan inovasi, serta terdapat kesenjangan kemampuan di antara para guru. Literasi digital diperkuat melalui penggunaan Canva dalam pembelajaran interaktif dan didukung oleh pengembangan profesional berkelanjutan, yang menghasilkan peningkatan kreativitas guru dan keterlibatan siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan teknis dan kompetensi, sehingga memerlukan dukungan sistematis dari sekolah agar lebih efektif.
Penguatan Digital Economy Melalui Food Vlogging dalam Promosi Wisata Kuliner Tradisional di Pasar Slumpring Tegal Didi Pramono; Kuncoro Bayu Prasetyo; Noviani Achmad Putri; Khasan Setiaji; Saufa Alina Alfasya; Gayyutri Naylacitra; Ziryu Robben Duta Wijaya
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 8 No. 1 (2026): Madani : Februari 2026
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v8i1.3075

Abstract

This community service program was initiated in response to the stagnation of tourist visits to Pasar Slumpring and the limited digital competence of the local tourism awareness group (Pokdarwis) in utilizing social media as a promotional tool. The program aims to strengthen the community’s digital economy through the development of food  vlogging content as a medium for promoting traditional culinary tourism. The implementation employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, involving community members in planning, training, content production, and evaluation. The program included a social media workshop, food vlogging training, and digital promotion assistance. The results demonstrate a significant improvement in participants’ digital literacy, with the average score increasing from 44.25 (pre-test) to 80.75 (post-test), indicating an 82.4% enhancement. The food vlogging content produced successfully reached a wide audience, achieving 31,000 views on Instagram and 386,000 views on TikTok. The impact is further reflected in the rise in tourist visits, from 1,217 visitors in August to 1,826 in September (an increase of 50.04%), and continued to grow to 58.25% by November. This program has proven effective in enhancing the digital capacity of Pokdarwis and strengthening digital economy–based promotional strategies. Therefore, the initiative contributes to the development of traditional culinary tourism and supports the achievement of SDGs 8, 9, and 11 on decent work, industrial innovation, and sustainable communities. 
ANALISIS KELAYAKAN LEMBAR KERJA SISWA IPS KELAS IX BERDASARKAN STANDAR BSKAP PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Shifni Azkiya; Noviani Achmad Putri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10685

Abstract

This study aims to analyze the feasibility of the Grade IX Social Studies Student Worksheet (LKS) produced by the Social Studies Teacher Working Group (MGMP IPS) of Tegal City, which is uniformly used across all public junior high schools in Tegal City during the odd semester of the 2025/2026 academic year. A descriptive quantitative approach with document analysis method was employed to assess all 112 pages of the LKS based on four standards of the BSKAP Educational Book Assessment Guidelines Number 039/H/P/2022, namely content, presentation, design, and graphics. As supporting data, a Likert scale questionnaire was administered to 113 ninth-grade students of SMP Negeri 7 Tegal, obtained through convenience sampling from a population of 239 students. Document analysis results show an overall percentage of 70.3% (feasible), with details of content standard 66.7% (moderately feasible), presentation 68.75% (moderately feasible), design 58.3% (moderately feasible), and graphics 91.7% (highly feasible). The student questionnaire yielded a percentage of 77.1% (feasible). Key weaknesses identified include outdated real-world examples, the absence of QR codes, dominance of lower-order cognitive questions, writing errors, and minimal visual elements on core content pages. This study affirms the need for periodic evaluation of teacher-community-produced worksheets to ensure alignment with the demands of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPS Kelas IX buatan MGMP IPS Kota Tegal yang digunakan di seluruh SMP Negeri se-Kota Tegal pada semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen digunakan untuk menilai 112 halaman LKS berdasarkan empat standar Pedoman Penilaian Buku Pendidikan BSKAP Nomor 039/H/P/2022, yaitu materi, penyajian, desain, dan grafika. Sebagai data pendukung, kuesioner skala Likert diberikan kepada 113 siswa kelas IX SMP Negeri 7 Tegal yang diperoleh melalui teknik convenience sampling dari populasi 239 siswa. Hasil analisis dokumen menunjukkan persentase keseluruhan 70,3% (layak), dengan rincian standar materi 66,7% (cukup layak), penyajian 68,75% (cukup layak), desain 58,3% (cukup layak), dan grafika 91,7% (sangat layak). Kuesioner siswa menunjukkan persentase 77,1% (layak). Kelemahan utama meliputi contoh nyata yang belum diperbarui, ketiadaan kode QR, dominasi soal kognitif rendah, kesalahan tata tulis, dan minimnya elemen visual. Penelitian ini menegaskan perlunya evaluasi berkala terhadap LKS buatan komunitas guru agar selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
PENGUATAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 KOTA SEMARANG Meika Juwita Hapsari; Noviani Achmad Putri
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i1.47984

Abstract

Fondasi awal pencegahan tindak korupsi dapat dilakukan melalui penanaman Pendidikan Antikorupsi pada tingkat pendidikan. Salah satu caranya dengan penanaman nilai-nilai Antikorupsi melalui pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan implementasi Pendidikan Antikorupsi di SMP Negeri 1 Kota Semarang 2) menganalisis penguatan Pendidikan Antikorupsi melalui pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Kota Semarang 3) mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru dan sekolah dalam penguatan Pendidikan Antikorupsi melalui pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan Wakil Kepala Kesiswaan, Guru IPS, Agen SEMAI, dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi Pendidikan Antikorupsi di SMP Negeri 1 Kota Semarang, (a) pelaksanaan “Program Sekolah Jujur Sekolah Saya”, (b) menanamkan dan memperkuat nilai-nilai Pendidikan Antikorupsi, 2) Penguatan Pendidikan Antikorupsi Melalui Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Kota Semarang, (a) materi pembelajaran IPS, (b) perencanaan pembelajaran, (c) proses pembelajaran, (d) evaluasi atau penilaian dalam pembelajaran. 3) Hambatan Dalam Penguatan Pendidikan Antikorupsi di SMP Negeri 1 Semarang, (1) Pendidikan Antikorupsi di SMP Negeri 1 Semarang, faktor internal dan faktor eksternal. The initial foundation for preventing corruption can be done through the instillation of Anti-Corruption Education at the educational level. One way is by instilling Anti-Corruption values ​​through social studies learning. This study aims to: 1) describe the implementation of Anti-Corruption Education in SMP Negeri 1 Semarang City 2) analyze the strengthening of Anti-Corruption Education through social studies learning in SMP Negeri 1 Semarang City 3) identify obstacles faced by teachers and schools in strengthening Anti-Corruption Education through social studies learning in SMP Negeri 1 Semarang City. The research method used is descriptive qualitative involving the Vice Principal for Student Affairs, Social Studies Teachers, SEMAI Agents, and Students. The results of the study show that: 1) Implementation of Anti-Corruption Education in SMP Negeri 1 Semarang City, (a) implementation of the “My School Honest School Program”, (b) instilling and strengthening the values ​​of Anti-Corruption Education, 2) Strengthening Anti-Corruption Education Through Social Studies Learning in SMP Negeri 1 Semarang City, (a) Social Studies learning materials, (b) learning planning, (c) learning process, (d) evaluation or assessment in learning. 3) Obstacles in Strengthening Anti-Corruption Education in SMP Negeri 1 Semarang, (1) Anti-Corruption Education in SMP Negeri 1 Semarang, internal factors and external factors. (2) Anti-Corruption Education through Social Studies learning, (a) lack of books or materials, (b) there has been no special training on Anti-Corruption Education in Social Studies, (c) learning resources are still limite.
PENGUATAN DEEP LEARNING MELALUI KEARIFAN LOKAL BERBASIS DIGITAL BAGI GURU IPS DI KABUPATEN BATANG Noviani Achmad Putri; Galih Mahardika Christian; Asep Ginanjar; Dinok Sudiami; Radini Sinta
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.38509

Abstract

Pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam diharapkan menjadi sebuah solusi atas tantangan tersebut. Dilihat dari karakteristik peserta didik pada era digital ini, maka pendekatan Deep Learning dirasa akan lebih optimal jika diimplementasikan dengan mengintegrasikan kearifan lokal yang berbasis digital. Oleh sebab itu, diperlukan guru IPS yang dapat mengaplikasikan pendekatan Deep Learning dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam bentuk digital. Salah satu wilayah yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal yaitu Kabupaten Batang di Jawa Tengah. Banyaknya tradisi serta peninggalan Sejarah yang belum dimanfaatkan secara maksimal mendorong tim memilih Kabupaten Batang untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka optimalisasi penggunaan pendekatan Deep Learning melalui pemanfaatn nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Kabupaten Batang dengan berbasis digital sehingga proses pembelajaran IPS akan lebih mindful, meaningful, dan joyful. Metode kegiatan ini menggunakan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) dengan diawali perencanaan yang meliputi mengkaji potensi serta alternatif kegiatan yang dapat dilaksanakan, kemudian tahap pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada pembentukan sikap dan prilaku masyarakat untuk terlibat aktif dan inisiatif saling berbagi dan belajar, selama kegiatan secara bersama-sama dievaluasi untuk jadi dasar perbaikan selanjutnya.