Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Doctrinal Criticism of BRIN Museum Bogor City Wahyu Buana Putra; Abdul Ihsan Supriatna
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 8 No. 2 (2024): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v8i2.15599

Abstract

This research is a critique of the architecture of the BRIN museum using the doctrinal critique method. Museums are places to preserve and protect historical objects. The BRIN Museum in Bogor City is intended as a facility related to archaeology and human natural history. In addition, there are also supporting facilities that aim to generate income. The design of the BRIN Museum implements the form of artifact buildings in Indonesia. In order to make the visual appearance of the BRIN museum building design more attractive through a transformation planning approach that follows the shape of Borobudur Temple. The goal is to preserve the cultural elements in Indonesia and make the architect's work more modern and new through the Neo Vernacular approach by carrying out traditional themes that are applied in a more modern way by adjusting the current era. Each floor of the museum building is made of stepped pundens derived from the philosophy of Borobudur Temple. Generally, BRIN museum buildings apply the form follows function theory, which maximizes the function of the building to achieve aesthetic value. This is done so that each space can function optimally. This research uses a descriptive qualitative method. Data collection techniques were carried out using primary and secondary data.
Identifikasi Kerusakan Bangunan Pasca Gempa Cianjur dengan Metode Partisipatif : Pengabdian Nitih Indra Komala Dewi; Wahyu Buana Putra; Heru Wibowo; Try Ramadhan; Restu Minggra; Tutin Aryanti; Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 4 (April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v2i4.2386

Abstract

Gempa bumi di Cianjur pada November 2022 merusak ribuan rumah, minimnya literasi teknis mengakibatkan masyarakat kesulitan mengenali tingkat kerusakan dan langkah perbaikan yang tepat. Terbatasnya bantuan teknis pemerintah dan kondisi ekonomi warga yang belum pulih pascabencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terkait mitigasi bencana melalui pendekatan partisipatif, di mana warga dilibatkan dalam proses identifikasi kerusakan secara mandiri. Metode partisipatif melibatkan masyarakat dan tokoh setempat dalam menentukan lokasi prioritas berdasarkan kriteria tertentu. Penggunaan alat sederhana dan teknologi digital mempermudah proses yang dapat diterapkan mandiri oleh warga. Edukasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan visualisasi keruntuhan bangunan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya struktur bangunan tahan gempa. Solusi perbaikan menekankan penggunaan material lokal serta metode yang sederhana dan ekonomis. Hasilnya, warga dapat memahami kondisi bangunan mereka, membuat keputusan perbaikan yang tepat, dan menjadi lebih percaya diri dalam menangani kerusakan. Selain memberikan solusi praktis, kegiatan ini mendorong terbentuknya komunitas yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.