Status gizi balita merupakan indikator penting untuk memantau pertumbuhan dan menunjukkan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis status gizi balita menggunakan indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) serta menilai hubungan antara jenis kelamin dan status gizi balita di wilayah Puskesmas Nanga Tayap tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan total sampel 228 balita melalui teknik total sampling. Data diperoleh dari data Sekunder Puskesmas Nanga Tayap melalui pengukuran antropometri dan dianalisis dengan software dilakukan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara jenis kelamin dan status gizi. Hasil menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi normal pada ketiga indeks. Berdasarkan BB/U, 82,5% balita normal, sementara gizi sangat kurang dan gizi kurang masing-masing 6,6%. Pada TB/U, 80,7% normal dan 19,3% pendek. Pada BB/TB, 86,4% gizi baik, 2,6% gizi kurang, dan 11,0% gizi lebih. Uji Chi-Square pada ketiga indeks menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan status gizi (p > 0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa jenis kelamin tidak memengaruhi status gizi balita. Faktor pola makan, lingkungan, asupan nutrisi, dan pengasuhan memiliki pengaruh yang lebih besar. Hasil ini menjadi dasar penting bagi perencanaan intervensi gizi yang lebih terarah di tingkat Puskesmas Nanga Tayap. The nutritional status of toddlers is an important indicator for monitoring growth and showing the quality of public health. This study aims to analyze the nutritional status of toddlers using anthropometric indices of weight for age (WFA), height for age (HFA), and weight for height (WFH), as well as to assess the relationship between gender and the nutritional status of toddlers in the Puskesmas Nanga Tayap area in 2024. The study used a cross-sectional design with a total sample of 228 toddlers through total sampling technique. Data were obtained through anthropometric measurements and analyzed using software. A Chi-Square test was performed to see the relationship between gender and nutritional status. The results showed that most toddlers had normal nutritional status in all three indices. Based on W/A, 82.5% of toddlers were normal, while 6.6% were severely malnourished and 6.6% were malnourished. Based on H/A, 80.7% were normal and 19.3% were short. Based on W/H, 86.4% were well-nourished, 2.6% were malnourished, and 11.0% were over-nourished. The Chi-Square test on the three indices showed no significant relationship between gender and nutritional status (p > 0.05). The study concluded that gender does not affect the nutritional status of toddlers. Dietary patterns, environment, nutritional intake, and parenting have a greater influence. These results are an important basis for planning more targeted nutritional interventions at the Puskesmas Nanga Tayap level.