Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Jurnal Vokasi STRATEGI PENGEMBANGAN DIGITALISASI UMKM: Bisnis Digital Riki Nugraha; Anhar Hidayat
Acitya Politeknik Bisnis Mayasari Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjal
Publisher : Politeknik Bisnis Mayasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.511 KB)

Abstract

Development Strategy for the Digitalization of UMKM in Purbaratu District, Tasikmalaya City. The purpose of this study is to identify and analyze the digitalization development strategy and the priority strategies that can be used by UMKM in Purbaratu District. The research method used is descriptive analysis method. The population in this study were 24 UMKM with various characteristics. The sample of this study used purposive sampling by making criteria and obtained 8 UMKM. The data in this study were obtained from the results of the Disperindag data analysis and observations on 8 UMKM, the analytical technique used was SWOT analysis. Based on the results of data processing, it shows that the calculation of the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) is 3.45 and the External Factor Analysis.
RANCANG BANGUN APLIKASI WISATA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA LOKAL: Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjalanan Wisata Putri Mutiara Rakista; Laela Susanto; Riki Nugraha; Dewanto Rosian Adhy
Acitya Politeknik Bisnis Mayasari Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjal
Publisher : Politeknik Bisnis Mayasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.151 KB)

Abstract

Munculnya daya tarik wisata baru yang dikembangkan oleh Desa atau Pemerintahan daerah menjadikan potensi ekonomi baru di daerah. Daya tarik wisata tersebut dapat mendorong aliran keuangan, perputaran keuangan dan akhirnya berpotensi meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Namun banyak daya tarik wisata yang tidak mampu bertahan karena banyak penyebabnya. Salah satunya adalah perencanaan bisnis yang lemah dan juga pemasaran yang kurang maksimal. Sebagian besar daya tarik wisata yang muncul tidak dikelola secara professional. Untuk itu perlu sebuah terobosan baru untuk membangun pengelolaan yang lebih baik. Perkembangan teknologi informasi bisa menjadi opsi atau pilihan yang tepat untuk menjawab permasalahan tersebut. Pembangunan sebuah Aplikasi yang mampu mengelola secara digital dan menjadi acuan dalam pengelolaan secara fisik di lapangan. Dalam penelitian ini dilakukan membangun sebuah aplikasi wisata seperti OTA namun memperhatikan pengelolaan daya tarik wisata lokal yang masih memiliki keterbatasan. Sistem yang dibangun mampu menghasilkan peningkatan Manajemen pengelolaan dan meningkatkan kunjungan wisata.
IMPLEMENTASI SI-PINTAR SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENANGGULANGI OVER KAPASITAS DI LAPAS KELAS IIB TASIKMALAYA Harry Ramdhani Hadianto; Riki Nugraha
Jurnal Bakti kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): JUMBA: Jurnal Bakti kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Mayasari Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Si-Pintar Sebagai Strategi Untuk Menanggulangi Over Kapasitas Di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Lapas Kelas IIB Tasikmalaya adalah tempat yang bisa melindungi seluruh warga binaan seperti warga negara lainnya. Akan tetapi over kapasitas menjadi suatu permasalahan pada Lapas. Maka dilakukan Pengabdian untuk mengimplementasikan sistem informasi pelayanan integrasi sebagai strategi untuk menanggulangi over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tasikmalaya. Lapas Kelas IIB Tasikmalaya hanya mempunyai 24 kamar. Jumlah kamar tersebut idealnya hanya cukup menampung 88 orang. Akan tetapi pada kenyataannya, setiap periode berjalan terus mengalami penambahan jumlah penghuni, seperti yang dijelaskan sebelumnya jumlah penghuni adalah 429 WBP sehingga terjadi over kapasitas sebanyak 488%. Tentunya ini adalah sesuatu hal yang serius dan segera diatasi, karena apabila over kapasitas maka pelaksanaan pembinaan tentu tidak akan maksimal. Lapas Kelas IIB Tasikmalaya telah mengatur beberapa strategi untuk menanggulangi over kapasitas. Salah satunya dengan membuat sebuah inovasi yaitu optimalisasi pelayanan integrasi dengan implementasi Sistem Informasi Integrasi di Lapas Tasikmalaya (SI-PINTAR). Dengan semakin cepat keluarga mengurus pengusulan proses integrasi maka narapidana bisa mendapatkan haknya yaitu bisa keluar dari Lapas setelah menjalani 2/3 masa tahanan. Maka hal ini bisa mengurangi jumlah narapidana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya.
STRATEGI DIGITAL FUNDRAISING DALAM MENINGKATKAN POTENSI ZIS DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA LAZ PERSIS KLP CIHIDEUNG Nurdiana Nurdiana; Riki Nugraha
Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 16, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmb.v16i2.5022

Abstract

The potential for zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) collection in Indonesia has not yet been fully realized, while zakat management institutions face pressure to expand their fundraising reach despite limited resources. Digitalization offers opportunities to enhance collection efficiency; however, the use of various digital channels is not always fully integrated into the overall organizational model. This study aims to analyze digital fundraising practices, map the nine elements of the Business Model Canvas (BMC), and formulate a digital fundraising development strategy for LAZ PERSIS KLP Cihideung. A qualitative approach with a single case study design was employed. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis, then thematically analyzed and mapped using the BMC framework. The findings indicate that LAZ PERSIS KLP Cihihdeung utilizes Instagram, Facebook, WhatsApp, and Telegram as communication and collection channels, supported by Trello, Canva, and spreadsheets for campaign management and coordination. The number of identified donors rose from 117 in 2021 to 192 in 2024, while the number of anonymous donors fell from 88 to 33. BMC mapping reveals that optimizing digital fundraising depends on the interconnections between donor segments, value propositions, channels, donor relationships, activities, resources, partnerships, cost structures, and revenue streams. The study recommends integrating data and digital channels, strengthening the digital competencies of amil (fundraising staff), enhancing communication transparency, and developing donor relationship management systems to support more effective and sustainable ZIS collection.
Pergeseran Loyalitas Karyawan Menuju Gig Economy: Analisis Motivasi Karyawan Tetap Beralih Menjadi Pekerja Lepas (Freelancer) pada Pekerja Retail di Kota Tasikmalaya Riki Nugraha; Reza Faizal Anshori
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5c97dc17

Abstract

The shift from permanent employment to freelancing within the gig economy reflects a redefinition of work loyalty. This study explores the experiences and subjective meanings of retail employees transitioning to freelance work, alongside their underlying motivations. It proposes the concept of loyalty reorientation, expanding turnover studies from an employee exit view to a career transition perspective. Using a descriptive qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data were gathered via in depth interviews with 30 current and former permanent retail employees in Tasikmalaya City who transitioned into freelancing. Findings reveal that declining conventional loyalty stemmed from push factors like micromanagement, rigid working hours, and corporate burnout. Conversely, key pull factors included achieving schedule autonomy, income diversification, and work-life integration. These findings contribute to future of work academia and assist retail leaders in developing retention strategies tailored to autonomy, flexibility, and modern career development.
Pengalaman Psikologis Work Life Balance Karyawan dengan Sistem Shift pada Industri Kopi di Kota Tasikmalaya Reza Faizal Anshori; Riki Nugraha
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/313jxt11

Abstract

Sistem kerja shift di industri kopi membuat para pekerja harus mengikuti jadwal yang tidak selaras dengan ritme pribadi, keluarga, dan sosial mereka. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi para pekerja melalui keterbatasan waktu, kelelahan kerja, dan perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman psikologis terkait keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi di kalangan pekerja shift di industri kopi di Kota Tasikmalaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdesain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Data dianalisis secara idiografis melalui proses membaca dan membaca ulang, pencatatan awal, pengembangan tema-tema yang muncul, pengelompokan tema, analisis lintas kasus, serta interpretasi pengalaman-pengalaman yang bermakna. Hasil penelitian ini mengungkap pola-pola utama yang membentuk pengalaman psikologis terkait keseimbangan kerja-kehidupan.  Ketidaksesuaian antara jam kerja dan kehidupan pribadi, berkurangnya energi psikologis akibat tuntutan pekerjaan dan kelelahan, serta upaya karyawan untuk mendapatkan kembali kendali atas waktu mereka. Karyawan merespons kondisi ini melalui empat strategi: manajemen waktu, penyesuaian prioritas, komunikasi dengan keluarga, dan dukungan lingkungan sosial. Temuan ini menekankan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan pada pekerja shift bukanlah kondisi statis, melainkan negosiasi berkelanjutan antara tuntutan pekerjaan, waktu, dan psikologis, sumber daya pribadi, serta kebutuhan individu. Oleh karena itu, manajemen kafe sebaiknya menerapkan penjadwalan shift yang transparan dan fleksibel serta sistem dukungan kesejahteraan karyawan untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan retensi di industri kreatif lokal.
SHARIA COMPLIANCE, GCG, AND FINANCIAL PERFORMANCE OF SHARIA BANKS LISTED ON THE IDX Dian Firdaus; Riki Nugraha; Galih Nugraha
Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2026): Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/baki.v11i2.85623

Abstract

This study aims to analyze the impact of Sharia Compliance and Good Corporate Governance (GCG) on the financial performance of Islamic banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2024. Sharia Compliance is measured by the Interest-Based Debt to Total Assets ratio (RUBR) and the Sharia Supervisory Board (DPS), while GCG is proxied by the Board of Commissioners (BOC) and Underwriter’s Reputation (UNDW). Using a quantitative approach and multiple linear regression analysis on 48 observations, the results reveal that RUBR has a significant negative effect on Return on Equity (ROE) with a coefficient of -16.141 and p-value of 0.0044. Conversely, UNDW and BOC show significant positive impacts, with coefficients of 2.720 (p=0.0038) and 12.234 (p=0.0473), respectively. However, the DPS (p=0.3894) does not significantly influence ROE, suggesting its role is primarily focused on religious legitimacy rather than direct profit optimization. Simultaneously, the F-test (0.000016) confirms that all variables significantly affect ROE, with an R-squared value of 0.4643, indicating that these factors explain 46.43% of the variance in profitability. The findings imply that while robust oversight and market reputation are essential, minimizing interest-based instruments is critical for maintaining Sharia integrity and financial stability. This research provides strategic insights for management and regulators to strengthen national Sharia governance.