Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Hubungan Antara Kompensasi, Tanggung Jawab dan Aspek Sosial dengan Motivasi Perawat dalam Pengisian Rekam Medik di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjarmasin Sulastri Sulastri; Elly Nurachmah; M. Syafwani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5908

Abstract

Rekam Medis Yang Lengkap Dan Akurat Merupakan Aspek Krusial Dalam Pelayanan Kesehatan. Namun, Pengisian Rekam Medis Oleh Perawat Sering Kali Tidak Optimal. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Hubungan Antara Kompensasi, Tanggung Jawab, Dan Aspek Sosial Dengan Motivasi Perawat Dalam Pengisian Rekam Medik di Ruang Rawat Inap RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Hubungan Antara Kompensasi, Tanggung Jawab, Dan Aspek Sosial Dengan Motivasi Perawat Dalam Pengisian Rekam Medik, Serta Menentukan Faktor Yang Paling Dominan. Penelitian Ini Menggunakan Metode Kuantitatif Dengan Desain Deskriptif Korelasional. Sampel Terdiri Dari 99 Perawat Rawat Inap Yang Dipilih Dengan Teknik Simple Random Sampling. Data Dianalisis Menggunakan Uji Chi-Square Dan Regresi Linier Berganda. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Kompensasi (P=0,000), Tanggung Jawab (P=0,000), Dan Aspek Sosial (P=0,000) Memiliki Hubungan Yang Signifikan Dengan Motivasi Perawat Dalam Pengisian Rekam Medik. Kompensasi Merupakan Faktor Yang Paling Dominan Dengan Koefisien Beta Tertinggi (0,901). Kompensasi, Tanggung Jawab, Dan Aspek Sosial Berperan Penting Dalam Meningkatkan Motivasi Perawat Dalam Pengisian Rekam Medik. Peningkatan Kompensasi, Penguatan Tanggung Jawab, Dan Perbaikan Aspek Sosial Dapat Menjadi Strategi Efektif Untuk Optimalisasi Pengisian Rekam Medik Dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pencapaian Pembelajaran Klinis Pada Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Mardiono; Achir Yani S. Hamid; M. Syafwani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.239

Abstract

Pembelajaran klinis sangat penting dalam pendidikan keperawatan D-III untuk integrasi teori dan praktik. Penelitian ini menganalisis hubungan faktor individu, lingkungan, dan institusional terhadap pencapaian pembelajaran klinis mahasiswa keperawatan D-III serta mengidentifikasi faktor paling dominan. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 80 mahasiswa semester V melalui total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tervalidasi (Cronbach’s Alpha = 0,951) yang dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil menunjukkan semua variabel berhubungan signifikan dengan pencapaian pembelajaran klinis (p < 0,05). Analisis multivariat mengungkapkan bahwa dukungan pembimbing klinis (p = 0,003; OR = 4,71) dan kesiapan akademik (p = 0,007; OR = 3,94) merupakan faktor dominan yang meningkatkan peluang pencapaian optimal. Simpulan penelitian menekankan pentingnya faktor lingkungan dan individu dalam keberhasilan klinis. Disarankan peningkatan pelatihan pedagogi preceptor, penguatan sistem mentoring akademik, dan pengembangan kepercayaan diri mahasiswa melalui pendekatan adaptif.
Hubungan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur Pada Remaja di SMKN 1 Daha Selatan Sofya Aziza Amali; M. Syafwani; Nor Afni Oktavia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41109

Abstract

Sleep hygiene merupakan kumpulan aspek lingkungan dan kebiasaan yang berperan penting dalam menentukan kualitas tidur seseorang. Aspek tersebut meliputi keteraturan jadwal tidur, rutinitas sebelum tidur yang konsisten, serta penciptaan suasana tidur yang nyaman dan kondusif. Remaja yang tidurnya tidak memadai rentan mengalami gangguan kesehatan fisik, masalah emosional, penurunan konsentrasi, serta prestasi belajar yang kurang optimal, terutama pada siswa kelas XII dengan tuntutan akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja di SMKN 1 Daha Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah118 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan Google Form dengan menggunakan kuesioner sleep hygiene index (SHI) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki sleep hygiene kategori sedang dan kualitas tidur kategori buruk. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur (p < 0,001; r = 0,316) dengan kekuatan hubungan cukup. Semakin tidak optimal penerapan sleep hygiene, kualitas tidur remaja cenderung semakin menurun. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja di SMKN 1 Daha Selatan.