Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PERAN ORANG TUA DALAM OPTIMALISASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGA DI DESA LATTEKKO KABUPATEN BONE Atma Ras; Nuvida RAF; Dimas Ario Sumilih; Hariashari Rahim; Andi Nurlela
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam mengoptimalkan berbagai fungsi keluarga di Desa Latekko, yang mencakup fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, informan dipilih secara purposif sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Desa Laktekko memainkan peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga, meskipun menghadapi hambatan signifikan. Keterbatasan ekonomi, dan akses penddikan menjadi tantangan utama yang menghambat optimalisasi fungsi-fungsi keluarga, meskipun nilai-nilai kekeluargaan yang kuat membantu secara informal mengatasi beberapa kendala. Orang tua juga menerapkan pengajaran agama secara informal dan demokratis, serta melestarikan tradisi sosial budaya lokal seperti ma’pacci. Dalam fungsi cinta kasih dan perlindungan, hubungan keluarga tetap harmonis dan orang tua berperan sebagai pelindung utama. Dalam bidang pendidikan orang tua juga berperan penting sebagai agen sosialisasi pertama menanamlan nilai-nilai moral dan mendukung anak-anak melanjutkan pendidikan formal dan informal. Fungsi ekonomi dijalankan dengan memanfaatkan sektor pertanian dan usaha kecil, meskipun pendapatan yang tidak tetap menjadi tantangan. Pembinaan lingkungan dilakukan melalui gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kesimpulan bahwa peran dan optimalisasi fungsi-fungsi keluarga masih terhambat oleh berbagai faktor, namun keluarga di Desa Lattekko tetap mampu menjaga stabilitas emosional dan sosial melalui nilai-nilai tradisonal dan pendekatan komunikatif yang lebih holistik untuk mengatasi hambatan yang ada.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL ANAK DI ERA DIGITAL: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGIS DI KOTA MAKASSAR Andi Nurlela; Atma Ras; Musrayani Usman
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of social media on the formation of children's social identity in the city of Makassar in the digital age. Using a qualitative approach and case study method, this research involves children aged 10-15 years who are actively using social media platforms such as Instagram, TikTok, and Facebook. The results show that social media plays a crucial role in the process of social identity formation through symbolic interaction, where children construct an ideal self-image to gain recognition and validation from their peers. However, alongside these benefits, children also face social pressures to always appear "perfect," which can affect their mental health, leading to anxiety and low self-esteem. The study further reveals that children in Makassar often experience conflicts between local cultural values, which emphasize family and cooperation, and the more individualistic global norms presented through social media. They must navigate between their real-world identities and the identities they are expected to display in the digital world. This research provides insights for parents, educators, and policymakers about the importance of healthy media literacy education and monitoring children’s social media use to help them build more positive and authentic social identities.
Strategi Bertahan Hidup Driver Ojek Online di Tengah Persaingan Platform Digital: Studi Kasus di Kota Kediri Septiya Julian Santosa; Andi Nurlela
Jurnal Masyarakat Digital Vol 2 No 1 (2025): (November) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/3ka71x64

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola kerja sektor transportasi informal, termasuk pekerjaan sebagai driver ojek online di Kota Kediri, dengan meningkatnya jumlah mitra pengemudi, perubahan sekema insentif yang diterapkan oleh perusahaan aplikasi, persaingan yang semakin ketat antar aplikasi, serta ketidak pastian algoritma dalam pendistribusian pesanan, hal ini mempengaruhi ketidakstabilan penghasilan para driver. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk persaingan platform digital yang dihadapi oleh driver ojek online, menganalisis strategi bertahan hidup yang mereka terapkan dan memahami makna persaingan tersebut terhadap kondisi sosial ekonomi para driver di kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan sepuluh orang driver ojek online sebagai informan, yang dipilih melalui teknik purposive sampling, data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari data APJII, BPS Kota Kediri, serta laporan e-ConomySEA 2024, Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh informan mengalami ketidakpastian dalam memperoleh pesanan harian. Sebagian besar 90% berupaya memperpanjang jam kerjanya, 80% menggunakan lebih dari satu aplikasi, dan selain itu 80% mengandalkan komunitas atau basecamp sebagai sumber dukungan. Berbagai strategi bertahan hidup yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi, pengaturan jam kerja, menggunakan lebih dari satu aplikasi, menghemat biaya operasional, diversifikasi layanan, serta pemanfaatan solidaritas komunitas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberlangsungan hidup driver ojek online di kota Kediri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bekerja lebih lama, akan tetapi juga oleh kemampuan membaca pola aplikasi, pengelolaan ekonomi rumah tangga, serta memanfaatkan jaringan sosial dengan sesama driver.
Peran Ulasan Pelanggan Daring dan Kualitas Produk dalam Membentuk Kepercayaan Konsumen pada Penjual Produk Kecantikan dan Perawatan Diri di Shopee Andreas Setiawan; Andi Nurlela
Jurnal Masyarakat Digital Vol 2 No 1 (2025): (November) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/zdj04v72

Abstract

Kajian ini dilakukan guna menelaah sejauh mana ulasan pelanggan yang tersebar secara daring serta kualitas produk turut membentuk kepercayaan konsumen kepada penjual produk kecantikan dan perawatan diri di platform Shopee. Sebanyak 100 orang responden yang memiliki riwayat transaksi pembelian melalui platform tersebut dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berbasis daring dan selanjutnya data tersebut diolah menggunakan analisis regresi linier berganda. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel bebas maupun pengaruh keduanya secara serentak terhadap kepercayaan konsumen. Temuan yang diperoleh memperlihatkan bahwa ulasan pelanggan daring dan kualitas produk sama-sama memberikan pengaruh yang positif dan bermakna secara statistik dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap penjual.
Sustainability of the Free Nutritional Meal Program (MBG): An Analysis of the Effectiveness of the Quadruple Helix Model Hariashari Rahim; Sawedi Muhammad; Suryanto Suryanto; Andi Nurlela; Hidayah Muallim
PERSPEKTIF Vol. 14 No. 4 (2025): PERSPEKTIF October
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v14i4.16036

Abstract

This article aims to analyze the effectiveness of the Quadruple Helix model in supporting the sustainability of the Free Nutritional Meal Program (MBG) in Makassar City. The problem focuses on the dynamics of collaboration between government, academics, business actors (SPPG and Partners), and community leaders/NGOs in program implementation. To approach this problem, the theoretical reference used is Carayannis and Campbell (2009) on the Quadruple Helix model as a framework for social innovation collaboration. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document studies with eight key informants, then analyzed qualitatively using a case study approach. The results show that the city government plays a dominant role as a driver, SPPG and effective partners in the technical realm of food distribution, while academics and NGOs have not been optimally involved, resulting in weak contributions to policy evaluation, nutritional standards, and social support. Obstacles that emerged include limited inter-agency coordination, kitchen capacity, menu variety, and low transparency and community participation. This study concludes that the effectiveness of MBG is still partial, but opportunities for improvement are open through the establishment of a cross-actor coordination body, formal involvement of academics, and strengthening the participation of MSMEs and civil society to ensure the sustainability and quality of the program. This research contributes to enriching the discourse on Quadruple Helix-based social policy collaboration at the local level and provides practical effectiveness in empowering the governance of national nutrition programs based on multi-actor partnerships.
Konflik Peran dan Negosiasi Otoritas dalam Pengasuhan Anak Pada Keluarga Ibu Bekerja di Jepara Rini Wulandari; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/wyt9eg26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola konflik peran, cara negosiasi otoritas, dan dampak sosial yang terjadi dalam keluarga ibu yang bekerja di sektor industri. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara mendalam kepada 3-5 informan ibu yang bekerja dan pengasuh pengganti di sekitar pabrik.Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat tiga pola utama. Pertama, konflik peran muncul akibat kesulitan mengatur waktu, perbedaan cara pengasuhan antara pendekatan modern dan tradisional, serta penurunan otoritas simbolik ibu karena kurang terlibat dalam pengasuhan sehari-hari. Kedua, negosiasi otoritas dilakukan melalui komunikasi langsung antara ibu dan pengasuh, musyawarah dengan keluarga besar, serta penyesuaian identitas diri ibu untuk mengurangi perasaan bersalah. Ketiga, implikasi sosial berpengaruh pada turunnya kedekatan emosional antara ibu dan anak, perubahan struktur kekuasaan dalam keluarga, serta terjadinya sosialisasi nilai ganda pada anak. Sebagai kesimpulan, pembagian tugas pengasuhan antara ibu yang bekerja dan pengasuh pengganti menciptakan ketegangan sekaligus memungkinkan adanya penyesuaian yang merombak hubungan keluarga dan proses sosialisasi anak. Hasil ini menunjukkan bahwa konflik peran tidak selalu berakhir negatif, melainkan dapat diselesaikan melalui negosiasi yang menghasilkan struktur keluarga yang baru.
Dinamika Peran Sosial Perempuan sebagai Kader Jumantik dalam Meningkatkan Ketahanan Kesehatan Keluarga Pramesti Tri Widayani; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/x0yr5v62

Abstract

Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan masyarakat, salah satunya melalui keterlibatan sebagai kader Jumantik dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika peran sosial perempuan sebagai kader Jumantik dalam meningkatkan ketahanan kesehatan keluarga di Jalan Pemuda III A. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, informan penelitian ini terdiri atas enam orang, yaitu tiga kader Jumantik dan tiga warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader Jumantik tidak sebatas pada pemeriksaan jentik nyamuk, melainkan juga aktif memberikan edukasi kesehatan serta mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui interaksi sehari-hari. Kedekatan hubungan antara kader dan warga membuat informasi kesehatan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan keluarga. Dalam pelaksanaannya, kader masih menghadapi beberapa hambatan, seperti kesibukan warga, keterbatasan waktu interaksi, dan rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Meskipun demikian, komunikasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan kesadaran warga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perempuan sebagai kader Jumantik memiliki peran strategis sebagai penghubung antara program kesehatan dan masyarakat. Melalui kedekatan sosial yang terbangun, kader tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang mendukung terciptanya ketahanan kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
Transformasi dan Perannya dalam Keguyuban Masyarakat Kesenian Bregodo di Yogyakarta Ambo Asse; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/kp2jg613

Abstract

Indonesia dikenal memiliki keragaman budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat di setiap daerah sementara perkembangan globalisasi dan modernisasi menghadirkan perubahan yang mendorong perlunya berbagai upaya agar budaya tradisional tetap mampu bertahan serta diterima oleh masyarakat masa kini. Salah satu bentuk perubahan tersebut tampak pada kesenian Bregodo Kyai Pancas di Padukuhan Kleben–Mancasan Desa Pandowoharjo Kabupaten Sleman yang mengalami penyesuaian tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat. Kajian ini bertujuan menganalisis proses transformasi kesenian Bregodo Kyai Pancas sekaligus mengkaji perannya dalam memperkuat paguyuban masyarakat di Yogyakarta. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi wawancara mendalam dan dokumentasi sedangkan pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan tiga narasumber yang terdiri atas pengurus Bregodo Kyai Pancas ketua SBMK yang juga merupakan anggota aktif bregodo serta Kepala Dukuh Padukuhan Kleben–Mancasan sebagai tokoh masyarakat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Bregodo Kyai Pancas telah mengalami perubahan fungsi dari lambang keprajuritan menjadi media pelestarian budaya pembentukan karakter dan penguatan identitas lokal sementara keberadaannya juga mampu mempererat hubungan sosial melalui latihan bersama kirab budaya dan ziarah makam leluhur yang memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Nilai kedisiplinan gotong royong solidaritas serta religiusitas tetap menjadi makna utama yang dipertahankan dalam setiap aktivitas kesenian tersebut meskipun proses regenerasi anggota masih menghadapi kendala akibat tingginya mobilitas penduduk dan pengaruh modernisasi. Dukungan masyarakat serta keterlibatan generasi muda memberikan peluang bagi keberlanjutan kesenian ini sehingga transformasi yang terjadi tidak menghilangkan nilai tradisional melainkan memperluas fungsi budaya sebagai sarana menjaga warisan lokal sekaligus memperkokoh paguyuban dan solidaritas masyarakat di Yogyakarta.