Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Elemen DNA Kota untuk Membangun Kemampuan Bersaing: Kolaborasi bersama Komunitas Peneliti Sosial Sains Universitas PUP, Philiphina Djudjun Rusmiatmoko; Eko Nursanty; M. Fahd Diyar Husni; Susmita Eka Mukti
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): September : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v1i3.429

Abstract

City DNA is the elements that make up the uniqueness of a city. It is formed over a long period of time and passed down from one generation to the next. Heritage or heritage that forms the uniqueness of this city is in the form of physical / objects and intangible that strengthen each other. The purpose of socializing the DNA of the City is an understanding of the uniqueness of a place that is ultimately able to provide uniqueness to a place that is a destination for tourists. For international researchers, the introduction of City DNA is a way to be able to recognize the competitive ability of a place. Using the method of field visits and discussions with local communities, it is expected to get a direct picture of the authenticity of the city which is bottom up and used as a basic perception of foreign tourists and researchers in the city of Semarang.
Pemanfaatan Green House dalam Pengembangan Urban Farming untuk Masyarakat Perkotaan di Kelurahan Wonolopo Djudjun Rusmiatmoko; Eko Nursanty; Deny Mardi N; Erike Maya Sofia Anita
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i3.2000

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan urban farming melalui pemanfaatan greenhouse di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal serta memberdayakan masyarakat dalam praktik pertanian perkotaan yang berkelanjutan. Green house dibangun di area kantor kelurahan sebagai model pertanian modern yang dapat diaplikasikan di lingkungan perkotaan. Kegiatan melibatkan pelatihan intensif kepada warga setempat tentang teknik-teknik urban farming, termasuk pemilihan tanaman, penanaman, perawatan, dan pemanenan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian perkotaan serta keberhasilan greenhouse sebagai fasilitas produksi tanaman yang efisien. Diharapkan, proyek ini dapat menjadi model untuk implementasi urban farming di wilayah perkotaan lainnya dan berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Green House dalam Pengembangan Urban Farming untuk Masyarakat Perkotaan di Kelurahan Wonolopo Djudjun Rusmiatmoko; Eko Nursanty; Deny Mardi N; Erike Maya Sofia Anita
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i3.2000

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan urban farming melalui pemanfaatan greenhouse di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal serta memberdayakan masyarakat dalam praktik pertanian perkotaan yang berkelanjutan. Green house dibangun di area kantor kelurahan sebagai model pertanian modern yang dapat diaplikasikan di lingkungan perkotaan. Kegiatan melibatkan pelatihan intensif kepada warga setempat tentang teknik-teknik urban farming, termasuk pemilihan tanaman, penanaman, perawatan, dan pemanenan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian perkotaan serta keberhasilan greenhouse sebagai fasilitas produksi tanaman yang efisien. Diharapkan, proyek ini dapat menjadi model untuk implementasi urban farming di wilayah perkotaan lainnya dan berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Konsep Desain Kampung Tematik Berbasis Anggur di Palgunadi Selatan, Semarang Utara Pipit Skriptianata Putra Pranida; Djudjun Rusmiatmoko; Hetyorini Hetyorini; Wawan Destiawan
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v3i1.2862

Abstract

Palgunadi Selatan Village, RT 07/RW 05, Bulu Lor Subdistrict, North Semarang, possesses distinctive local potential in the form of community-based grape cultivation. However, this potential has not yet been systematically integrated into spatial and environmental planning at the neighborhood scale. This community service program aims to identify local potential and environmental constraints, formulate a design concept for a grape-based thematic village, and strengthen collaboration between residents, universities, and local stakeholders. The implementation method employs field observation, identification of potential and problems, environmental analysis, participatory discussions with the  community, and formulation of a spatial design concept. The results of the program are presented in the form of a conceptual design for the Grape-Based Thematic Village along Palgunadi Selatan Street, which includes gateway elements, pedestrian pathways, communal seating areas, pergola systems for grape cultivation, neighborhood bridges, vertical planting systems, and security posts. This design concept enhances environmental quality, strengthens the visual identity of the neighborhood, and creates opportunities for community-based economic activities and educational tourism. Furthermore, the program contributes to increased community awareness and participation in environmentally responsive and locally based neighborhood development, supporting the realization of a more organized, attractive, productive, and sustainable urban settlement.