Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

GAMBARAN EFEK SAMPING KONTRASEPSI KB SUNTIK 1 BULAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 1 BULAN DI RUMAH BERSALIN DAN BALAI PENGOBATAN UMMI PALEMBANG Ratna Dewi; Angges
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 13 No 26 (2023): Journal of Health and Development
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v13i26.256

Abstract

Injectable KB is a contraceptive that injects a synthesized progestin that has an effect like the original progesterone from a woman's body. The aim is to find out the description of the side effects of 1 month injectable birth control contraception on 1 month injectable family planning acceptors. This type of research is descriptive with cross sectional design. The research subjects were all mothers who received 1 month injection of Rumah bersalin dan balai pengobatann ummi Palembang, as many as 26 respondents. The results showed that 26 respondents who received 1 month injection of family planning who had a 28-day menstrual cycle, namely 24 respondents (92.3% and who had a 35-day menstrual cycle, namely 2 respondents (2%). Complaints of acceptors of 1 month injection of family planning in the form of headaches 5 respondents (19.2%), menstrual disorders 2 respondents (7.7%, vaginal discharge 19 respondents (0.0%) and no complaints 19 respondents (73.0%) Changes in body weight of injectable birth control acceptors 1 month which increased, namely 18 respondents (69.2% and which did not increase, namely 8 respondents (30.8%). It is hoped that the leadership and midwives of Rumah bersalin dan balai pengobatann ummi Palembang, center can provide information or counseling to mothers about the side effects of 1st injection birth control months and types of contraception so that patients can determine the appropriate choice of contraception.
Penyuluhan Kesehatan Senam Hamil Pada Ibu Hamil Di BPM Yulianti Palembang Dewi, Ratna; Aisyah, Siti
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v4i2.31772

Abstract

Senam hamil adalah gerakan senam yang dilakukan pada ibu hamil  yang usia kehamilan 22 minggu keatas. Senam hamil bertujuan mempersiapkan dan melatih otot sehingga dapat berfungsi normal dan menyeimbangi berat tubuh.  Senam hamil bisa dilakukan oleh ibu hamil yang sehat dan tidak ada penyakit yang menyertai kehamilannya seperti penyakit jantung, ginjal, penyulit dalam kehamilan (perdarahan, kelainan letak, kehamilan dengan anemia). Manfaat senam hamil kala I dapat menurunkan insidensi partus lama,mengurangi rasa sakit dan menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi proses persalinan, karena latihan senam hamil yang rutin dapat mempengaruhi elastisitas otot dan ligamen yang ada di panggul, serta mengatur teknik pernafasan dan memperbaiki sikap tubuh. Manfaat senam hamil kala II membantu proses persalinan normal dengan lama persalinan yang normal, karena pada senam hamil ibutelah dibimbing cara mengejan dan mengatur napas, mengatur kontraksi dan relaksasi serta melatih kelenturan otot-otot dinding perutdan dasar panggul sehingga memudahkan proses persalinan. Selama persalinana kala III dan kala IV latihan senam hamil sangat bermanfaat dalam mencegah perdarahan berlebihan, karena dapat meningkatkan kemampuan mengkoordinasikan kekuatan kontraksiotot rahim. Tujuan dapat meningkatkan  pengetahuan dan pemahaman ibu meningkat tentang pentingnya melakukan senam hamil bagi ibu dan bayi. Metode penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi/ tanya jawab. Kesimpulan ibu hamil memahami tentang senam hamil, manfaatnya selama kehamilan dan persalinan sehingga ibu hamil mau melakukan senam hamil. Disarankan kepada petugas kesehatan khususnya klinik /BP Annisa untuk menghimbau ibu hamil untuk mau mengikuti kelas senam ibu hamil.  
Peran Petugas Kesehatan Terhadap Konsumsi Tablet Zat Besi (Fe) Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Bogor Fika Lestari; Ratna Dewi; Kurniati Nawangwulan; Yusnita Yusfik; Eny Retna Ambarwati; Adity Dwi Treasa; Sri Wahyuni
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8009

Abstract

Anemia in pregnant women can be caused by an increase in oxygen demand so that erythropoietin production in the kidneys also increases. This causes red blood cells (erythrocytes) to increase by 20-30%. This increase is not comparable to the progressive increase in plasma volume, which is 40-45%, so that a hemodilution process (blood thinning) occurs which causes a decrease in Hb concentration. This research method is an analytical survey with a Cross-Sectional research design, namely research on the relationship between two variables in a condition or group of individuals. The results of the Chi-Square test obtained a p Value = 0.020 ≤ α (0.05), this shows that there is a relationship between the role of health workers and the consumption of Fe tablets. The conclusion is that as health workers, they can increase their active role in providing counseling, information counseling and education to pregnant women and their families about consuming Fe tablets and especially to pregnant women to consume Fe tablets during pregnancy.
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Pola Asuh Pemberian Makanan dengan Kejadian Balita Bawah Garis Merah di Pustu Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025 Ni Ketut Ayu Kurniasih; Intan Sari; Reffi Dhamayanti; Ratna Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4015

Abstract

Permasalahan gizi pada balita hingga kini masih menjadi tantangan besar di tingkat Global. UNICEF melaporkan bahwa kekurangan gizi pada anak berkontribusi terhadap lebih dari separuh kematian balita di dunia. Di Indonesia, masalah gizi balita juga masih cukup memprihatinkan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia pada tahun 2022 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting pada balita sebesar 21,6% dan wasting sebesar 7,7%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan pola asuh pemberian makanan dengan kejadian balita Bawah Garis Merah Hubungan Pengetahuan Sikap dan Pola Asuh Pemberian Makan di Pustu Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025. Penelitian ini merupakan suatu penelitian analitik dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. populasi adalah 126 balita dengan sampel 56 Balita. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan bermakna pengetahuan ibu (p-value 0,020, OR 4,629), sikap ibu (p-value = 0.009, OR = 5,6), pola asuh pemberian makan (p-value = 0.031, OR = 4,012), Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan dan sosialisasi mengenai dampak terjadinya balita Bawah Garis Merah dan memberikan penatalaksanaan yang tepat dan cepat bagi tenaga kesehatan terkhususnya di Pustu Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2025.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. ‘’W’’ G1P0A0 Dengan Penerapan Senam Nifas Di Klinik Bp Annisa Banyuasin Ratna Dewi; Wahyu Ernawati; Siti Aisyah
KOLONI Vol. 3 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v3i3.657

Abstract

Comprehensive midwifery care is midwifery care provided comprehensively which includes continuous examination activities, namely midwifery care in pregnancy, childbirth, postpartum and newborn babies. Pregnancy, childbirth, postpartum and newborn babies are physiological conditions, but in the process there is the possibility of a situation occurring that can threaten the lives of the mother and baby and can even cause death. Every pregnancy can pose a risk of maternal and fetal death, monitoring and adequate health care during pregnancy, labor, postpartum and newborns is very important for the survival of the mother and baby. The aim is to provide comprehensive midwifery care for Ny'W' by implementing postpartum exercises at the BP Annisa Banyuasin clinic. The research method is descriptive analytical research using cross sectional research in the form of a case study which was carried out in June 2024 at the BP Annisa Banyuasin clinic. The research subject was Ny'W' aged 28 years G1P0A0 starting from pregnancy, childbirth, postpartum and newborn. Data collection techniques include observation, interviews, physical examination, support and documentation using midwifery care format instruments, observation tools and documentation tools. The results of comprehensive midwifery care carried out on Ny'W' G1P0A0 were carried out from the third trimester of pregnancy, namely 37 weeks of gestation to 39 weeks 2 days of gestation, during the ANC examination there were no complaints and the pregnancy progressed normally. Diagnosis G1P0A0 term inpartum pregnancy in the 1st stage of active phase, live single fetus, cephalic presentation. Ny'S' labor took 8 hours in the first stage, 15 minutes in the second stage, 10 minutes in the third stage and 2 hours in the fourth stage and was normal and there were no problems. Care for newborns was carried out 3 times without any problems being found. Postpartum care was carried out 3 times by implementing postpartum exercises for 10 days and screening for early detection of post partum depression using the EPDS pre test and post test questionnaire. The EPDS results showed that there was a decrease in the EPDS questionnaire score results in post partum mothers, which means there was an influence on the prevention of post partum depression. . Conclusion: Comprehensive midwifery care for Ny'W' at the BP Annisa Banyuasin clinic has been implemented in accordance with midwifery care standards and no problems were found, there is a gap between theory and practice in midwifery care during pregnancy, childbirth and postpartum. The results of implementing postpartum exercise and early detection of post partum depression using the pre and post test EPDS questionnaire showed that there was a decrease in the EPDS questionnaire score results in post partum mothers, which means there is an influence on the prevention of post partum depression.  
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA TES IVA DALAM PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DI LAPAS PEREMPUAN KOTA PALEMBANG Bina Aquari; Fika Minata; Ahmad Arif; Eka Afrika; Ratna Dewi; Rini Gustina Sari; Muhamad Romadhon; Irdan Irdan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55232

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di seluruh dunia, dengan lebih dari 570.000 kasus baru dan 311.000 kematian pada tahun 2018. Di Indonesia, kanker serviks juga menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah kanker payudara. Deteksi dini melalui tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dapat mengidentifikasi lesi prakanker dan berpotensi menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. Namun, kurangnya akses informasi kesehatan, khususnya di kalangan narapidana perempuan, menyebabkan rendahnya kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan dini tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran narapidana perempuan di Lapas Kota Palembang tentang pentingnya tes IVA dalam pencegahan kanker serviks melalui program edukasi dan pelaksanaan tes IVA. Metode yang digunakan adalah pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi. Sebanyak 30 narapidana perempuan mengikuti program ini, dengan hasil yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang terbatas sebelum edukasi. Setelah mengikuti penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 83,3% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang kanker serviks dan tes IVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program edukasi tentang kanker serviks dan tes IVA di Lapas Kota Palembang berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan. Program ini tidak hanya memberikan informasi mengenai kanker serviks, tetapi juga memberikan akses langsung untuk melakukan tes IVA, yang diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini dan mencegah kematian akibat kanker serviks di kalangan narapidana perempuan. Penelitian ini menyarankan untuk melanjutkan program edukasi secara berkala dan meningkatkan fasilitas kesehatan di lapas untuk mendukung keberlanjutan upaya pencegahan kanker serviks di kalangan narapidana perempuan.
Penyuluhan tentang Pentingnya Pemeriksaan USG pada Ibu Hamil di Desa Tanjung Kurung Kabupaten PALI Wahyu Ernawati; Ratna Dewi; Lutfia Rahma Dewi Putri; Aditya Pirmansyah; Sinta Livia; Siti Juliana; Yusi Sulistyorini; Yuli Hastuti; Amanda Sakira; Selvia Handyani
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.94

Abstract

Penting ultrasonografi (USG) dalam mengoptimalkan pelayanan antenatal (ANC) bagi ibu hamil di Desa Tanjung Kurung, sekaligus menekankan pentingnya dalam memantau kesehatan janin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya satu pemeriksaan USG sebelum 24 minggu kehamilan untuk memberikan informasi penting tentang usia kehamilan, anomali kongenital, dan kesehatan janin. Namun, hanya sekitar 30% ibu hamil di Indonesia yang menjalani USG karena rendahnya kesadaran dan keterbatasan biaya, sehingga meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Untuk mengatasi hal ini, inisiatif perawatan kesehatan telah ditetapkan untuk menyediakan layanan ANC, memastikan ibu hamil menerima pemantauan yang tepat. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Februari 2025 bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap USG, yang melibatkan diskusi edukatif yang mendorong partisipasi aktif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman di kalangan masyarakat, menyoroti sifat interaktif dari sesi-sesi tersebut, termasuk segmen tanya jawab. Temuan tersebut mengungkap bahwa peningkatan pengetahuan tentang USG dapat mengarah pada perilaku mencari layanan kesehatan yang proaktif, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan hasil kesehatan ibu dan janin, serta pengurangan angka kesakitan dan kematian yang terkait dengan komplikasi kehamilan
Penyuluhan tentang Pentingnya Peran Bidan dalam Meningkatkan Kesiapan Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Hj. Nuracmi, S.ST., Bdn., M.Kes Kota Palembang Tahun 2025 Merisa Riski; Wahyu Ernawati; Ratna Dewi; Rika Maisaroh; Azka Ryanita
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol7.iss1.500

Abstract

Maternal and neonatal mortality remain important public health concerns that require continuous promotive and preventive efforts, including improving maternal readiness for childbirth. Midwives play a strategic role as educators and companions in preparing pregnant women for safe and planned delivery. This community service activity aimed to improve the knowledge of third-trimester pregnant women regarding the importance of the midwife’s role in childbirth preparation. The activity was conducted at Hj. Nuracmi Clinic, Palembang City, in January 2025, involving 20 third-trimester pregnant women. A health education intervention was implemented using a one-group pretest–posttest design. Knowledge levels were assessed before and after the counseling session using a structured questionnaire and analyzed descriptively. The results showed that prior to the intervention, 40% of participants had low knowledge levels, whereas after the counseling, all participants (100%) demonstrated good knowledge. These findings indicate that counseling is effective in increasing pregnant women’s understanding of the midwife’s role in childbirth preparation. This community service activity contributes to enhancing maternal readiness for childbirth and supports promotive and preventive efforts to reduce the risk of childbirth complications.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 Meni Anggrayani; Ratna Dewi; Eka Rahmawati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v16i2.8151

Abstract

Implant contraception is one of the effective methods to prevent pregnancy; however, its utilization in society remains low. According to LKRI data in 2023, implants ranked third with a percentage of 6.2%. In the working area of Sukarami Public Health Center, Sungai Rotan Sub-district, Muara Enim Regency, the number of implant acceptors was only 5.3% in 2024 and decreased to 2.7% in early 2025, which is lower compared to other contraceptive methods. This study aims to determine the relationship between knowledge, parity, and husband’s support with the use of implant contraception in the working area of Sukarami Public Health Center, Sungai Rotan Sub-district, Muara Enim Regency in 2025. The research design employed was an analytic survey with a cross-sectional approach. The study population consisted of all active family planning participants at Sukarami Public Health Center, Sungai Rotan Sub-district, Muara Enim Regency, with a total sample of 82 respondents selected using accidental sampling. The research instrument was a structured questionnaire to measure variables of knowledge, parity, husband’s support, and the use of implant contraception. Data analysis was conducted univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between knowledge (p=0.000), parity (p=0.002), and husband’s support (p=0.002) with the use of implant contraception. The conclusion of this study is that knowledge, parity, and husband’s support play an important role in determining women’s interest in using implant contraception.
Penyuluhan tentang Pentingnya Pemeriksaan USG pada Ibu Hamil di Desa Tanjung Kurung Kabupaten PALI Wahyu Ernawati; Ratna Dewi; Lutfia Rahma Dewi Putri; Aditya Pirmansyah; Sinta Livia; Siti Juliana; Yusi Sulistyorini; Yuli Hastuti; Amanda Sakira; Selvia Handyani
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.94

Abstract

Penting ultrasonografi (USG) dalam mengoptimalkan pelayanan antenatal (ANC) bagi ibu hamil di Desa Tanjung Kurung, sekaligus menekankan pentingnya dalam memantau kesehatan janin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya satu pemeriksaan USG sebelum 24 minggu kehamilan untuk memberikan informasi penting tentang usia kehamilan, anomali kongenital, dan kesehatan janin. Namun, hanya sekitar 30% ibu hamil di Indonesia yang menjalani USG karena rendahnya kesadaran dan keterbatasan biaya, sehingga meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Untuk mengatasi hal ini, inisiatif perawatan kesehatan telah ditetapkan untuk menyediakan layanan ANC, memastikan ibu hamil menerima pemantauan yang tepat. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Februari 2025 bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap USG, yang melibatkan diskusi edukatif yang mendorong partisipasi aktif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman di kalangan masyarakat, menyoroti sifat interaktif dari sesi-sesi tersebut, termasuk segmen tanya jawab. Temuan tersebut mengungkap bahwa peningkatan pengetahuan tentang USG dapat mengarah pada perilaku mencari layanan kesehatan yang proaktif, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan hasil kesehatan ibu dan janin, serta pengurangan angka kesakitan dan kematian yang terkait dengan komplikasi kehamilan