Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pembuatan Kue Ombus-Ombus dengan Penggunaan Tepung Beras Hitam Terhadap Tingkat Kesukaan Masyarakat, Aktivitas Antioksidan dan Kadar Protein Laode Natalia; Muhammad Ansori; Wahyuningsih Wahyuningsih; Siti Fatonah
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, tepung beras hitam akan dijadikan bahan penggunaan pada pembuatan kue ombus-ombus, guna meningkatkan kandungan gizi pada kue ombus-ombus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) tingkat kesukaan masyarakat pada kue ombus-ombus penggunaan tepung beras hitam sebesar 0% (kontrol), 50%, 75% dan 100% ditinjau dari aspek warna, aroma, tekstur, rasa dan keseluruhan, (2) aktivitas antioksidan dan kadar protein pada kue ombus-ombus penggunaan tepung beras hitam sebesar 0% (kontrol), 50%, 75% dan 100%. Desain eksperimen menggunakan desain eksperimen rancangan acak lengkap satu faktor. Metode pengumpulan data pada uji kesukaan masyarakat menggunakan 80 panelis tidak berlatih dan dianalisis dengan rerata (mean). Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan uji laboratorium menggunakan metode DPPH (1,1 -diphenyl- 2-picrylhydrazyl) yaitu % inhibisi dan uji kadar protein menggunakan metode kjeldahl. Hasil rerata uji kesukaan masyarakat menunjukkan sampel penggunaan 50% memiliki rerata tertinggi yaitu sebesar 6.13 (sangat suka), di ikuti sampel sampel 0% (kontrol) sebesar 6.05 (suka), sampel penggunaan 100% sebesar 5.30 (suka) dan sampel penggunaan 75% memiliki rerata terendah sebesar 4.80 (agak suka). Hasil uji aktivitas antioksidan dan kadar protein kue ombus-ombus penggunaan tepung beras hitam secara berurut sampel penggunaan 0% (kontrol) sebesar 8,85%; 5,39%, sampel penggunaan 50% sebesar 30,71%; 5,49%, sampel penggunaan 75% sebesar 49,65%; 5,69% dan sampel penggunaan 100% sebesar 63,07% serta kadar protein 5,82%. Kesimpulan berdasarkan hasil uji kesukaan kue ombus-ombus penggunaan tepung beras hitam mempunyai kriteria agak suka sampai sangat suka, serta terdapat peningkatan aktivitas antioksidan dan kadar protein kue ombus-ombus penggunaan tepung beras hitam. 
Analysis of the Relationship Between Social Media Use with the Students Entrepreneurial Interest and Entrepreneurial Behavior of Culinary Arts Education at Universitas Negeri Semarang Valeria Zebua; Muhammad Ansori; Siti Fatonah; Octavianti Paramita
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In addition to being a source of information and a means of communication, social media emerges with its various advanced features that support business development and make it easier for individuals to find out the turnover of business creations from interactions and communication with others on social media networks. This will encourage the creation of entrepreneurial opportunities both new and developing existing opportunities to meet consumer demand in the market. In this study, research was conducted on students as internet users in the majority group according to their age.According to the theory of uses and effects, social media will have an effect on its users, with this it is expected that students will grow their interest in entrepreneurship and entrepreneurial behavior in line with the high level of entrepreneurship. According to the theory of uses and effects, social media will have an effect on its users, with this it is expected that students will grow their entrepreneurial interest and entrepreneurial behavior in line with the high use of social media. This study aims to relationship of social media use with entrepreneurial interest and entrepreneurial behavior of culinary education students at Semarang State University. The sample taken was 145 respondents determined using probability sampling technique. Data were collected using a questionnaire instrument. Data analysis using normality test, simple correlation test and multiple correlation test.The results showed a significant and positive relationship between the use of social media with interest in entrepreneurship with a calculated r value of 0.429 which means it has a moderate level of relationship. The relationship between the use of social media with entrepreneurial behavior also shows a significant and positive relationship with a calculated r value of 0.428 with a level of relationship closeness included in the medium level. Similarly, the relationship of entrepreneurial interest with entrepreneurial behavior has a calculated r value of 0.603 which means it has a high level of relationship and shows a significant and positive relationship. Simultaneously significant relationship between the use of social media with entrepreneurial interest and entrepreneurial behavior with a value of R / correlation coefficient of 0.479 and the level of relationship at a moderate level. 
Perbedaan Komposit Textured Soy Protein (Tsp) pada SosisAyam Rendah Lemak Terhadap Kualitas Inderawi, UjiKesukaan, Kandungan Protein dan Kadar Lemak Dian Lorenza; Muhammad Ansori
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosis merupakan produk olahan yang dapat memenuhi kebuthan gaya hidup masyarakat modern karena dapat diolah dengan mudah dan cepat. Sosis terbuat dari daging dan juga bagian lemak. Namun lemak hewani mengandung kasar lemak jenuh yang tinggi sehingga diperlukan inovasi pembuatan sosis rendah lemak dengan tambahan produk nabati rendah lemak dan tinggi protein yaitu Textured Soy Protein  (TSP) yang mengandung protein 53% dan lemak sebesar 1%. Penelitian ini akan membuat sosis rendah lemak dengan komposit TSP pada daging ayam sebesar 0%, 50%, 60% dan 70%. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kualitas inderawi sosis ayam rendah lemak ditinjau dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa, mengetahui kesukaan masyarakat terhadap sosis ayam rendah lemak ditinjau dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa, mengetahui kandungan protein dan kadar lemak sosis ayam rendah lemak. Jenis penelitian ini adalah  penelitian eksperimen dengan metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan empat formulasi yang berbeda (K 100% daging ayam: 0% TSP , A 50% daging ayam: 50% TSP, B 60% daging ayam: 40% TSP dan C 70% daging ayam: 30% TSP). Data yang diperoleh dianalis menggunakan uji one way ANOVA dan deskripsi rerata. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada aspek aroma, tekstur dan rasa sosis ayam rendah lemak. Berdasarkan hasil tingkat kesukaan masyarakat, diketahui skor tertinggi pada aspek warna dan tekstur adalah komposit TSP 50% dengan kriteria sangat suka, skor tertinggi pada aspek aroma adalah sampel kontrol tanpa komposit TSP dengan kriteria sangat suka dan tertinggi pada aspek rasa adalah sampel kontrol tanpa komposit TSP dengan kriteria suka.
Perbedaan Kualitas Inderawi serta Kandungan Air dan Protein Crust Pie Substitusi Tepung Ampas Tahu dan Tepung Kentang (Solanum tuberosum L.) Najla Khairunnisa Salsabila; Wahyuningsih Wahyuningsih; Pudji Astuti; Muhammad Ansori
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam peneliltian ini tepung ampas tahu dan tepung kentang dijadikan sebagai bahan substitusi pada pembuatan crust pie. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan kualitas (warna, aroma, rasa, dan tekstur) terhadap crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang dan tepung terigu, (2) kesukaan masyarakat terhadap (warna,aroma, rasa dan tekstur) crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang dan tepung terigu, (3) kandungan air terhadap crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang, dan tepung terigu dan (4) kandungan protein terhadap crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang, dan tepung terigu. Desain eksperimen menggunakan desain acak eksperimen rancangan acak lengkap (RAL). Pengumpulan data pada uji inderawi menggunakan 19 panelis agak terlatih dan uji kesukaan menggunakan 80 panelis tidak terlatih yang diambil dari masyarakat Gunung Pati, Semarang. Uji kandungan gizi kadar protein menggunakan metode Kjeldahl dan uji kadar air menggunakan metode pengeringan. Hasil analisis data uji inderawi terhadap crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang dan tepung terigu pada indicator warna, aroma, rasa, dan tekstur terdapat perbedaan nyata diantara masing-masing sampel. Hasil rerata uji kesukaan menunjukkan sampel A memiliki rerata tertinggi yaitu 4,1 (cukup suka), diikuti oleh sampel K sebesar 3,88 (cukup suka), sampel B sebesar 3,34 (agak suka), dan sampel C  memiliki rerata terendah yaitu sebesar 3,12 (agak suka). Hasil kandungan gizi kadar protein dan kadar air crust pie substitusi tepung ampas tahu dan kentang pada sampel K menghasilkan sebesar 8,98% ; 2,24%, sampel A sebesar 15,85% ; 3,21%, sampel B sebesar 18,1% ; 3,82, dan sampel C sebesar 21,23% ; 4,11%. Kesimpulan berdasarkan hasil uji inderawi terdapat perbedaan nyata pada setiap sampel,  uji kesukaan menghasilkan crust pie yang agak suka sampai cukup suka, serta kandungan protein dan kandungan air yang sudah memenuhi syarat SNI.
Pengaruh Hasil Pembelajaran Produk Kreatif Dan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI Kuliner SMK N 4 Surakarta Meutia Jeihan Ardi Fariera; Bambang Sugeng Suryatna; Wahyuningsih Wahyuningsih; Muhammad Ansori
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman dan penerapan jiwa wirausaha pada siswa diyakini dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh antara hasil belajar PKK dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha siswa. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan kuesioner yang dibagikan kepada sampel yaitu 72 siswa kelas XI Kuliner 3&4 SMKN 4 Surakarta. Metode analisis menggunakan uji deskriptif persentase dan uji regresi. Hasil uji deskriptif persentase variabel hasil belajar PKK berada pada kriteria tuntas, variabel motivasi dan minat berwirausaha pada kategori tinggi. Hasil uji regresi ditemukan pengaruh antara hasil belajar PKK terhadap minat berwirausaha ditemukan bahwa nilai korelasi (R) sebesar 0,394 dimana nilai ini menunjukkan bahwa variabel hasil belajar (X) memiliki korelasi dengan minat berwirausaha (Y) sebesar 0,394 atau 39,4%.. Sehingga setelah mengetahui gambaran dari kondisi variabel disarankan untuk siswa kelas XI Kuliner 3&4 SMKN 4 Surakarta bersama-sama dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi berwirausaha serta minat berwirausaha agar tujuan sekolah menengah kejurusan (SMK) dapat tercapai.
Hubungan Kompetensi Praktik Kerja Lapangan DenganKesiapan Berwirausaha Siswa Kelas XII Tata BogaSekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Purwokerto Khansa Sofriana; Muhammad Ansori; Siti Fathonah; Octavianti Paramita
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi praktik kerja lapangan dengan kesiapan berwirausaha siswa kelas XII Tata Boga SMK Negeri 3 Purwokerto. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah survey. Sampe penelitian ini melibatkan 64 siswa kelas XII Tata Boga di SMK Negeri 3 Purwokerto. Dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket/kuesioner. Metode analisis yang digunakan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Hasil analisis dari penelitian ini berdasarkan analisis korelasi sederhana menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara kompetensi praktik kerja lapangan dan kesiapan berwirausaha dengan nilai r = 0,732. Menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi praktik kerja lapangan yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula kesiapan mereka untuk berwirausaha. Pada uji-F nilai fhitung yang lebih tinggi dari ftabel yaitu 71,610 > 4,00 dengan nilai Sig. sebesar 0,000 yang berarti ada hubungan antara kompetensi praktik kerja lapangan dengan kesiapan berwirausaha. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,536 mengindikasi bahwa 53,6% variasi kesiapan berwirausaha dapat dijelaskan oleh kompetensi praktik kerja lapangan. Yang berarti bahwa lebih dari setengah kesiapan siswa untuk berwirausaha dipengaruhi oleh pengalaman dan keterampilan yang mereka peroleh selama praktik kerja lapangan.
Optimalisasi teknologi budidaya dan pengolahan pasca panen ikan nila salin sebagai produk unggulan daerah Kabupaten Pati Ari Dwi Nur Indriawan Musyono; Muhammad Ansori; Moch Faizal Rachmadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35674

Abstract

AbstrakIkan nila salin (Oreochromis niloticus) merupakan sektor unggulan perikanan Indonesia. Produksi ikan nila salin pada tahun 2024 mengalami peningkatan mencapai angka 1,38 ton. Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai potensi komoditas unggulan ikan nila salin adalah Kabupaten Pati. Desa Tunggulsari, Kec. Tayu, Kab. Pati dikenal sebagai sentra budidaya ikan nila salin nasional. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2023 tentang Kampung Perikanan Budidaya. Oleh karena itu, mayoritas masyarakat Tunggulsari adalah petani tambak. Tidak hanya ikan nila salin, tetapi di Tunggulsari juga banyak dibudidayakan jenis udang. Berdasarkan potensi dan keunggulan tersebutlah, Desa Tunggulsari menjadi lokasi pengabdian masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Meskipun demikian, masih ditemukan berbagai kendala yang ada di Desa Tunggulsari terkait budidaya perikanan. Permasalahan utama adalah masih terbatasnya alat-alat produksi sehingga seringkali budidaya yang dilakukan belum optimal. Tidak hanya itu, permasalahan aspek pemasaran juga menjadi problematika sampai sekarang ini. Metode kegiatan pengabdian adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program.Teknologi dan inovasi yang diterapkan adalah bantuan sarana produksi seperti kincir air, freezer dan tong pengasapan untuk menunjang olahan pasca panen perikanan. Tidak hanya itu, pelatihan diversifikasi produk yang dipandu langsung oleh Muhammad Ansori, S.T.P., M.P, dengan mengolah bahan baku ikan nila salin menjadi bakso dan stik ikan. Sementara, anggota PKM Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd juga mendampingi terkait pemasaran dan desain kemasan. Pemasaran yang dilakukan adalah berbasis digital (digital marketing) sehingga mampu dijangkau konsumen secara luas. Kata kunci: ikan nila salin; olahan produk; pemasaran digital; produk unggulan daerah; teknologi budidaya. AbstractSaline tilapia (Oreochromis niloticus) is a leading fishery sector in Indonesia. Saline tilapia production in 2024 increased to 1.38 tons. One of the regions in Indonesia with the potential for superior saline tilapia commodities is Pati Regency. Tunggulsari Village, Tayu District, Pati Regency is known as a national saline tilapia cultivation center. This is based on the Decree of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 111 of 2023 concerning Aquaculture Villages. Therefore, the majority of Tunggulsari residents are pond farmers. Not only saline tilapia, but Tunggulsari also cultivates many types of shrimp. Based on this potential and excellence, Tunggulsari Village became the location for community service under the Community Partnership Empowerment (PKM) scheme. However, various obstacles remain in Tunggulsari Village related to fisheries cultivation. The main problem is the limited production equipment, which often results in suboptimal cultivation. Furthermore, marketing issues are also a problem to this day. The community service activity method is socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. The technology and innovation applied are assistance with production facilities such as water wheels, freezers and smoking barrels to support post-harvest fisheries processing. Not only that, product diversification training guided directly by Muhammad Ansori, S.T.P., M.P, by processing saline tilapia raw materials into meatballs and fish sticks. Meanwhile, PKM member Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd also assisted with marketing and packaging design. The marketing carried out is digital-based (digital marketing) so that it can be reached by consumers widely. Keywords: tilapia salt; processed products; digital marketing; regional superior products; cultivation technology.