Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AI Integration to Improve Teachers’ Efficiency in Developing Instructional Media Aryo Baskoro Utomo; Sita Nurmasitah; Adhi Kusumastuti; Wulansari Prasetyaningtyas; Pudji Astuti; Ismanto Ismanto; Dimas Afrianto; Naura Atika Cahya Anggrayni; Annafie Aina Nabilla; Cellomita Salsabila
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v5i2.35695

Abstract

Although Artificial Intelligence (AI) has been widely explored in higher education, research on its integration in elementary teacher training remains limited, particularly in developing contexts. This study investigates whether AI-based training can enhance teachers’ efficiency in developing instructional media. A quasi-experimental design with a one-group pre-test–post-test approach was employed. Twenty elementary school teachers from Indonesia participated in a four-week training program involving lectures, guided practice, and mentoring on AI platforms such as ChatGPT, QuillBot, Canva AI, and Quizizz AI. Data were collected through pre-test and post-test assessments (15 multiple-choice items) and a perception questionnaire using a five-point Likert scale. Results showed a significant increase in teachers’ understanding, with mean scores rising from 55.6 to 86.1, indicating a 30.5-point improvement. Teachers also reported high satisfaction with the training (M = 4.76/5), especially regarding efficiency and applicability in classroom practice. These findings suggest that short-term AI-based professional development can reduce teachers’ workload, strengthen digital literacy, and support sustainable educational innovation. The study contributes to global discussions on leveraging AI for teacher capacity building, particularly in resource-constrained elementary education systems.
Penambahan Tepung Kulit Pisang Ambon (Musa Acuminanta Colla) Pada Sus Kering Terhadap Kualitas Inderawi, Kesukaan Masyarakat, Kandungan Serat dan Protein Nursanti Izzatullaili Adnani; Pudji Astuti; Rosidah Rosidah; Octavianti Paramita
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas inderawi, kesukaan masyarakat dan kandungan serat serta protein pada penambahan tepung kulit pisang ambon (0%, 10%, 12.5%, 15% dan 17.5%) pada sus kering. Penelitian ini dengan desain eksperimen rancangan acak sempurna. Metode analisis yang digunakan yaitu uji prasyarat meliputi uji normalitas dan uji homogenitas, uji ANOVA lalu dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitias inderawipada sus kering dengan penambahan tepung kulit pisang ambon ditinjau dari aspek warna, rasa, aroma, tekstur, rongga dan after taste. Hasil uji inderawi secara keseluruhan menunjukkan bahwa sus kering dengan penambahan tepung kulit pisang ambon yang memiliki kualitas terbaik yaitu pada sus kering dengan penambahan 10% dengan nilai 4.18 dan kriteria berkualitas baik. Hasil rerata skor uji kesukaan menunjukkan menunjukkan bahwa sus kering dengan penambahan tepung kulit pisang ambon secara keseluruhan aspek, sampel yang masuk dalam kriteria suka yaitu penambahan 0% tepung kulit pisang ambon dan penambahan 10% tepung kulit pisang ambon, kriteria agak suka yaitu penambahan 12.5% tepung kulit pisang ambon dan kriteria biasa saja pada penambahan 15% dan 17.5% tepung kulit pisang ambon. Berdasarkan hasil uji kandungan protein dan serat pada susu kering dengan penambahan tepung kulit pisang ambon didapati kandungan protein tertinggi pada sus kering penambahan 17.5% dengan kandungan protein 18.4% dan kandungan protein terendah pada penambahan 10% dengan kandungan protein sebesar 15.6%, lalu kandungan serat tertinggi pada sus kering dengan penambahan tepung kulit pisang ambon sebanyak 17.5% dengan kandungan serat 4.42% dan kandungan serat terendah yaitu pada sus kering dengan penambahan sebanyak 10% dengan kandungan serat 1.02%.
Perbedaan Kualitas Inderawi serta Kandungan Air dan Protein Crust Pie Substitusi Tepung Ampas Tahu dan Tepung Kentang (Solanum tuberosum L.) Najla Khairunnisa Salsabila; Wahyuningsih Wahyuningsih; Pudji Astuti; Muhammad Ansori
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam peneliltian ini tepung ampas tahu dan tepung kentang dijadikan sebagai bahan substitusi pada pembuatan crust pie. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan kualitas (warna, aroma, rasa, dan tekstur) terhadap crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang dan tepung terigu, (2) kesukaan masyarakat terhadap (warna,aroma, rasa dan tekstur) crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang dan tepung terigu, (3) kandungan air terhadap crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang, dan tepung terigu dan (4) kandungan protein terhadap crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang, dan tepung terigu. Desain eksperimen menggunakan desain acak eksperimen rancangan acak lengkap (RAL). Pengumpulan data pada uji inderawi menggunakan 19 panelis agak terlatih dan uji kesukaan menggunakan 80 panelis tidak terlatih yang diambil dari masyarakat Gunung Pati, Semarang. Uji kandungan gizi kadar protein menggunakan metode Kjeldahl dan uji kadar air menggunakan metode pengeringan. Hasil analisis data uji inderawi terhadap crust pie tepung ampas tahu, tepung kentang dan tepung terigu pada indicator warna, aroma, rasa, dan tekstur terdapat perbedaan nyata diantara masing-masing sampel. Hasil rerata uji kesukaan menunjukkan sampel A memiliki rerata tertinggi yaitu 4,1 (cukup suka), diikuti oleh sampel K sebesar 3,88 (cukup suka), sampel B sebesar 3,34 (agak suka), dan sampel C  memiliki rerata terendah yaitu sebesar 3,12 (agak suka). Hasil kandungan gizi kadar protein dan kadar air crust pie substitusi tepung ampas tahu dan kentang pada sampel K menghasilkan sebesar 8,98% ; 2,24%, sampel A sebesar 15,85% ; 3,21%, sampel B sebesar 18,1% ; 3,82, dan sampel C sebesar 21,23% ; 4,11%. Kesimpulan berdasarkan hasil uji inderawi terdapat perbedaan nyata pada setiap sampel,  uji kesukaan menghasilkan crust pie yang agak suka sampai cukup suka, serta kandungan protein dan kandungan air yang sudah memenuhi syarat SNI.
Pemberdayaan masyarakat Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal berbasis optimalisasi IPTEK dan pengolahan pasca panen gula aren Rizki Setiadi; Widiyanto Widiyanto; Pudji Astuti; Moch Faizal Rachmadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35566

Abstract

AbstrakGula aren merupakan suatu bentuk produk olahan sari nira yang tercipta dari hasil tanaman aren. Gula aren mengandung banyak nutrisi diantaranya seperti kalium, zat besi, serat, magnesium, antioksidan, fosfor dan sebagainya. Gula aren juga sangat aman dikonsumsi untuk penderita diabetes, karena kadar inulin memiliki indeks glikemik yang rendah sebesar 35. Salah satu kelompok masyarakat pengolahan gula aren di Provinsi Jawa Tengah adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) UMKM Sukses Bersama “Sukma” yang beralamatkan di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Kendala yang masih dihadapi sekarang ini adalah terbatasnya alat-alat produksi pengolahan pasca panen, sehingga jual beli gula aren belum sampai pada produk olahan pangan. Tidak hanya keterbatasan secara sarana alat produksi fisik, melainkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran juga masih terbatas untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomis produk gula aren. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Beberapa Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diserahkan pada mitra sasaran diantaranya meliputi mesin pengaduk, kompor, tungku penggorengan, oven dan sebagainya. Sementara olahan pasca panen gula aren adalah mengolahnya menjadi brownies alpukat, brownies crispy alpukat, sus ula alpukat dan wedang kaduga. Sementara itu, pendampingan pemasaran digital usaha dilakukan dengan turut serta melibatkan peran aktif para mahasiswa. Kata kunci: diversifikasi produk; gula aren; pasca panen; pemberdayaan masyarakat; teknologi tepat guna. AbstractPalm sugar is a processed product made from the sap of the sugar palm plant. Palm sugar contains many nutrients, including potassium, iron, fiber, magnesium, antioxidants, phosphorus, and so on. Palm sugar is also very safe for consumption by diabetics, because the inulin content has a low glycemic index of 35. One of the palm sugar processing community groups in Central Java Province is the Joint Business Group (KUB) of the UMKM Sukses Bersama "Sukma" located in Peron Village, Limbangan District, Kendal Regency. The current obstacle is the limited production tools for post-harvest processing, so that the sale of palm sugar has not yet reached processed food products. Not only are there limitations in physical production facilities, but the knowledge and skills of target partners are also still limited to increase the added value and economic value of palm sugar products. The implementation method is socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. Some Appropriate Technologies (TTG) handed over to target partners include stirring machines, stoves, frying pans, ovens and so on. Meanwhile, post-harvest palm sugar processing includes avocado brownies, crispy avocado brownies, avocado milk and kaduga drink. Digital marketing assistance for the business is provided with the active involvement of students. Keywords: product diversification; palm sugar; post-harvest; community empowerment; appropriate technology.