Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Dengan Teknologi Pengolahan Buah di Kelurahan Sekaran Gunungpati Siti Fathonah; Sarwi; Sus Widayani; Noer hayati Lestari; Melissa Ardelia H; Aris Hariyanto
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v5i1.1287

Abstract

Ibu rumah tangga di Keluarahan Sekaran cukup banyak dan memiliki waktu luang apabila pekerjaan rumah tangga sudah selesai. Kelurahan memiliki potensi sebagai sentra buah-buahan. Produk penggulaan yang dibuat adalah buah dalam sirup, selai dan asinan. Teknologi penggulaan mudah dilakukan, sederhana dan murah. Agar produk penggulaan yang dihasilkan mudah diangkat, diangkut dan menarik untuk dijual maka harus dilakukan pengemasan. Kegiatan pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada ibu-ibu rumahtangga se Kelurahan Sekaran, dengan 3 peserta/RW, yang dihadiri oleh Bapak Lurah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan Asset Based Community Development (ABCD). Pada saat pelaksanaan pengabdian tidak sedang musim buah rambutan, sehingga diganti dengan buah mangga. Setiap rumah di Sekaran memiliki tanaman mangga yang saat pelaksanaan sedang berbuah dan siap di panen. Prinsip pengolahannnya dengan penggulaan, termasuk resep yang digunakan. Ibu-ibu sangat antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan. Hasil penggulaan sudah sesuai dengan kriteria produknya. Yang belum dengan baik dilaksanakan adalah pengemasan yang sesuai dengan berat yang telah dicantumkan dalam label. Alat kemasan, bahan kemasan dan bahan praktek diberikan kepada setiap RW dan mereka telah mengulang kembali kegiatan praktek di wilayah masing-masing dengan pendampingan oleh tim pengabdian. Bahkan telah dikembangkan dengan bahan lain, yaitu bengkuang dan tomat. Produk yang dihasikan diterima dengan baik oleh peserta. Tingkat kesukaan buah dalam sirup 6,1 suka, selai dan asinan sangat suka. Produk yang dihasilkan sudah layak jual ke masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bakaran Wetan, Kabupaten Pati Berbasis Kearifan Lokal dan Optimalisasi Olahan Pasca Panen Sektor Perikanan Muh Fakhrihun Naam; Sus Widayani; Lili Marliyah; Ari Dwi Nur Indriawan Musyono; Moch Faizal Rachmadi; Maulana Malik Al-Gribrani
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i2.9141

Abstract

Tujuan kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) adalah melakukan pendampingan intensif dan komprehensif, pembinaan inklusif, peningkatan daya perekonomian daerah dan peningkatan level keberdayaan mitra berdasarkan potensi kearifan lokal Desa Bakaran Wetan. Desa Wisata Budaya ini memiliki berbagai keunggulan termasuk ciri khas kearifan lokal seperti batik bakaran, punden bersejarah, mitos/legenda sampai pada peluang besar budidaya perikanan bandeng maupun udang windu. Meskipun demikian, kondisi tersebut belum diberdayakan, dikelola, diintegrasikan dan dimanfaatkan dengan optimal. Berbagai kendala mulai dari terbatasnya akses kerja sama, minimnya daya inovasi dan kreasi masyarakat, pengetahuan integrasi budaya yang belum optimal dan sebagainya. Metode pelaksanaan kegiatan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan adalah berupa teknologi inovasi baik berupa fisik maupun non fisik. Teknologi inovasi fisik yang dimaksud adalah untuk tata kelola bidang wisata maupun perikanan. Pada bidang wisata diantaranya adalah dengan penciptaan kreasi seni kriya berbasis kearifan lokal, yang dikolaborasikan dengan pendampingan tata kelola wisata budaya yang terintegrasi dan berkelanjutan, elaborasi yang konsisten antara seni kriya, seni budaya, seni tari dan seni pertunjukan. Sementara pada bidang perikanan diantaranya adalah dengan implementasi penggunaan panci presto dan terintegrasi sterilisasi retort, vacuum sealer, praktik diversifikasi produk dan edukasi olahan pangan. Sementara pendampingan manajemen usaha, kelembagaan dan pemasaran digital dilakukan pada kedua mitra sasaran.