Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Spasial dengan Model Discovery Learning pada Pembelajaran Geografi Dhimas Bagus Virgiawan; Sri Murtini; Ririn Ra'ifatur Rahmah
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.6149

Abstract

ABSTRACTSpatial thinking skills are needed for students in following the geography learning process. This is aims to improve the ability think spatially with the Discovery Learning model in Geography learning. This is a type of Classroom Action Research at quantitative descriptive analysis which aims to improve the learning process from current conditions to expected conditions. The research was conducted at SMA N 13 Surabaya with the research object being class X-4 with 30 students. The class action research cycle is carried out twice with one face-to-face meeting each. Data collection techniques use observation, projects, and documentation consisting of teaching modules, attendance, and pictures of learning activities. The observation sheet is guided by the PPL 2 PPG Pre-service observation rubric. The conclusion is that there is an increasse the spatial abilities of students through the application of the discovery learning modelKecapakan berpikir spasial diperlukan bagi siswa/i untuk melaksanakan kegiatan belajar di kelas. Tujuan dari penelitian ini meningkatkan kemapuan berpikir spasial dengan model Discovery Learning pada pembelejaran Geografi. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA N 13 Surabaya dengan objek penelitian adalah kelas X-4 sebanyak 30 peserta didik. Siklus penelitian ini berjumlah dua siklus. Pengumpulan data dengan cara: observasi, proyek, dan dokumentasi yang terdiri dari modul ajar, presensi, dan gambar kegiatan pembelajaran. Lembar observasi berpedoman pada rubrik observasi PPL 2 PPG Prajabatan.. Kesimpulan adalah terjadi kenaikan tingkat keterampilan berpikir spasial peserta didik dengan model discovery learning
Partisipasi Masyarakat Di sekitar Pura Gunung Kawi Sebatu Dalam Pelestarian dan Identitas Masyarakat Bali Aminatus Zuhria; Olivia Dina Rahmayanti; Hafizah Nadzar; Risky Eka Febrianti; Suci Lutfia Rahmawati; Zyalzyabina Aulia Arifin Arifin; Dhimas Bagus Virgiawan; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 2 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i2.1628

Abstract

Pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi merupakan tantangan besar yang dihadapi masyarakat adat, termasuk di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi masyarakat adat di sekitar Pura Gunung Kawi Sebatu, Gianyar, Bali dalam menjaga identitas budaya melalui pelestarian tradisi dan nilai-nilai lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi, wawancara, dokumentasi lapangan, serta kajian terhadap dokumen sejarah dan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat memainkan peran sentral dalam pelestarian budaya melalui berbagai strategi seperti pelaksanaan upacara keagamaan (Piodalan, Kuningan, Melukat), keterlibatan generasi muda dalam aktivitas adat, pemeliharaan arsitektur pura berbasis kosmologi Bali, serta adaptasi terhadap wisata budaya dan penggunaan teknologi digital untuk dokumentasi tradisi. Di tengah tantangan modernisasi, masyarakat adat tetap mampu menjaga nilai-nilai spiritual dan sosial melalui mekanisme pewarisan budaya yang tidak hanya simbolik, tetapi juga praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan aturan adat kepada wisatawan juga menjadi bentuk edukasi budaya sekaligus proteksi terhadap kesucian situs. Temuan ini menegaskan pentingnya pelibatan aktif masyarakat lokal sebagai subjek pelestarian, bukan sekadar objek. Dengan demikian, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab kolektif yang adaptif terhadap dinamika zaman namun tetap berakar pada nilai tradisional.
DIALEKTIKA ALAM DAN MASYARAKAT : ANALISIS GEOGRAFI CAMPING GROUND TRAWAS SEBAGAI POTENSI OUTDOOR LEARNING Vadhliyati Maulida; Alifia Putri Nasywa Az Zahra; Farah Diana; Farah Zahidah Ayyasyi; Muhammad Rafly Firmansyah; Dhimas Bagus Virgiawan
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10746

Abstract

This study aims to analyze the dialectic between natural conditions and community dynamics in shaping the potential of the Alas Veenuz Trawas Camping Ground as a model of social-geography learning based on outdoor learning. The study employed a descriptive quantitative approach with data collection techniques consisting of field observation, questionnaire distribution, and in-depth interviews with site managers and visitors. Physical condition measurements were carried out through zoning analysis, air temperature and elevation measurements, and Temperature Humidity Index (THI) calculations across four functional zones. The results indicate that all zones exhibit comfortable thermal conditions, with temperatures ranging from 24-26°C, well below the tropical THI discomfort threshold of 27°C. Questionnaire analysis revealed an overall mean score of 4.35 (very high category) across all indicators: location (4.41), spatial interaction (4.31), utility value (4.39), and accessibility (4.29). The physical geographical characteristics combined with community social dynamics form an authentic and contextual learning ecosystem. The dialectic between nature and society contributes significantly to the potential of Alas Veenuz as an integrative, sustainable, socially-grounded outdoor learning model, worthy of further development as an environment-based educational laboratory. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dialektika antara kondisi alam dan dinamika masyarakat dalam membentuk potensi Camping Ground Alas Veenuz Trawas sebagai model pembelajaran geografi-sosial berbasis outdoor learning. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan wawancara mendalam kepada pengelola serta pengunjung kawasan. Pengukuran kondisi fisik dilakukan melalui analisis zonasi, pengukuran suhu udara, ketinggian elevasi, serta perhitungan Temperature Humidity Index (THI) pada empat zona fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh zona berada dalam kondisi termal nyaman dengan suhu antara 24-26°C, jauh di bawah ambang ketidaknyamanan THI tropis sebesar 27°C. Hasil kuesioner menunjukkan skor rata-rata 4,35 (kategori sangat tinggi) pada seluruh indikator: lokasi (4,41), interaksi keruangan (4,31), nilai guna (4,39), dan aksesibilitas (4,29). Karakteristik geografis fisik berpadu dengan dinamika sosial masyarakat membentuk ekosistem pembelajaran autentik. Dialektika alam dan masyarakat berkontribusi signifikan terhadap potensi Alas Veenuz sebagai model outdoor learning berbasis geografi-sosial yang integratif, berkelanjutan, dan layak dikembangkan sebagai laboratorium pendidikan berbasis lingkungan.  
Strategi Masyarakat Lokal dalam Mengelola Pariwisata untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Desa Penglipuran Desita Putri Pratama; Ike Kusuma Maryani; Kharisma Reza Oktavia; Hervina Mahasrian Putri Asmarani; Firman Hidayah; Kusnul Khotimah; Dhimas Bagus Virgiawan
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/deha3e56

Abstract

Desa Penglipuran di Bali merupakan salah satu desa wisata berbasis budaya yang berhasil mempertahankan nilai-nilai tradisional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata. Namun, keberhasilan ini tidak lepas dari tantangan seperti ketimpangan distribusi manfaat ekonomi, minimnya peran pemerintah, serta ketergantungan tinggi pada pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi masyarakat lokal dalam mengelola pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan menggunakan pendekatan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas). Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku usaha, pengelola wisata, dan komunitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara aktif menerapkan strategi pelestarian budaya fisik dan non-fisik, promosi digital melalui media sosial, pengembangan homestay, kerajinan bambu, dan kuliner tradisional sebagai sumber pendapatan. Strategi kolaboratif berbasis Pentahelix juga mulai diterapkan, meskipun kontribusi pemerintah masih dirasakan minim. Dengan pendekatan 3A yang dijalankan masyarakat terbukti memperkuat daya saing Desa Penglipuran sebagai destinasi wisata berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Untuk keberlanjutan jangka panjang, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta agar distribusi manfaat ekonomi menjadi lebih adil dan pembangunan desa wisata lebih inklusif.