Abraham Rahman
Universitas Halu Oleo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK BRIKET DARI LIMBAH KULIT BIJI JAMBU METE (Anacardium occidentale) DENGAN PEREKAT CASHEW NUT SHELL LIQUID (CNSL) Muhamad Chalvin Pratama; Abraham Rahman; Rahmanpiu Rahmanpiu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11188

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyze the characteristics of charcoal briquettes produced from cashew nut shell waste (Anacardium occidentale) using Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) as a binder. The research was conducted experimentally using three binder compositions: A (25 g charcoal : 15 mL CNSL), B (25 g charcoal : 20 mL CNSL), and C (25 g charcoal : 25 mL CNSL), with each treatment replicated three times. Cashew nut shells were carbonized through a pyrolysis process, mixed with CNSL binder, and molded into briquettes. The briquettes were characterized based on moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon, calorific value, density, and burning rate. The results showed that increasing the amount of CNSL binder increased moisture content, ash content, volatile matter, and density, while decreasing fixed carbon and calorific value. The moisture content values were 9.21%, 9.62%, and 13.07%, respectively; ash content was 4.31%, 6.40%, and 7.23%; volatile matter ranged from 15.36% to 21.89%; and fixed carbon decreased from 70.71% to 57.81%. The highest calorific value was obtained in treatment A, reaching 5,928 cal/g. Based on the overall parameters evaluated, treatment A produced the best briquette characteristics. The findings indicate that CNSL has potential as a binder for biomass briquettes; however, several parameters, particularly moisture content, volatile matter, and calorific value in some treatments, did not fully comply with the requirements of SNI 01-6235-2000. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik briket arang dari limbah kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale) dengan menggunakan perekat Cashew Nut Shell Liquid (CNSL). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga variasi komposisi perekat, yaitu A (25 g arang : 15 mL CNSL), B (25 g arang : 20 mL CNSL), dan C (25 g arang : 25 mL CNSL), dengan masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Kulit biji jambu mete dikarbonisasi melalui metode pirolisis, kemudian dicampur dengan perekat CNSL dan dicetak menjadi briket. Karakteristik yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, nilai kalor, kerapatan, dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah perekat CNSL meningkatkan kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan kerapatan briket, tetapi menurunkan kadar karbon terikat dan nilai kalor. Nilai kadar air berturut-turut sebesar 9,21%; 9,62%; dan 13,07%, kadar abu 4,31%; 6,40%; dan 7,23%, kadar zat terbang 15,36%–21,89%, serta kadar karbon terikat 70,71%–57,81%. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan A sebesar 5.928 kal/g. Berdasarkan keseluruhan parameter, perlakuan A menghasilkan karakteristik briket terbaik. CNSL berpotensi digunakan sebagai perekat briket biomassa, meskipun beberapa parameter, terutama kadar air, kadar zat terbang, dan nilai kalor pada beberapa perlakuan, belum sepenuhnya memenuhi standar SNI 01-6235-2000.
Pengaruh Gaya Belajar dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Kimia Winni Shafirah; Aceng Haetami; Abraham Rahman
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol. 9 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpkim.v9i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar kimia, pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar kimia dan pengaruh gaya belajar dan pola asuh orang tua secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Instrumen penelitian berupa angket. Sampel penelitian; peserta didik kelas XI MIPA 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara gaya belajar terhadap prestasi belajar kimia siswa (sig 0,564>0,05). Terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar kimia siswa (sig 0,061>0,05). Dan terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara gaya belajar dan pola asuh orang tua secara bersama-sama terhadap prestasi belajar kimia sebesar (sig 0,167>0,05), dengan angka koefisien determinasi (R2) diketahui sebesar 13,9% terhadap prestasi belajar kimia. Hal ini berarti ada faktor-faktor lain yang lebih dominan dibandingkan dengan faktor gaya belajar dan pola asuh orang tua yang berpengaruh terhadap prestasi belajar kimia
The Effect of Project Based Learning on Students’ Learning Outcomes in Colloidal System Elvi Safitri; Esnawi; Abraham Rahman
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpkim.v10i3.218

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on students’ chemistry learning outcomes on the colloid system topic in Grade XI of SMA Negeri 1 Raha. This research employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group design. The sample consisted of 60 students divided into an experimental class and a control class. The research instruments included a validated multiple-choice achievement test and observation sheets of students’ learning activities and instructional implementation. Data were analyzed using N-gain analysis, normality test, homogeneity test, and an independent sample t-test. The results showed that the posttest and N-gain scores of the experimental class were higher than those of the control class. The t-test result indicated a significant difference between the two classes (p < 0.05). Students’ learning activities in the experimental class were categorized as very good. Thus, PjBL was proven to be more effective than direct instruction.