Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dakwah Pendidikan KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari Azriel Muhammad; Muhammad Jaelani Arifin; Sendi Ramadhan; Murodi; Syamsul Yakin
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v9i2.11265

Abstract

Dakwah dalam pengertian sederhana berarti menyampaikan pesan dan seruan kepada khalayak ramai untuk menjalankan perintah agama dan menjauhi apa-apa yang dilarang melalui berbagai media.1 Dalam konteks ke Indonesiaan khususnya Betawi, penyebaran Islam yang terjadi di Indonesia tidaklah terlepas dari peran para mubaligh yang tak kenal lelah menyampaikan dakwah Islam ke berbagai penjuru Nusantara. KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari salah satu ulama dari betawi. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui dakwah pendidikan KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari, Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana dakwah pendidikan KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari dengan  memaparkan  informasi  mengenai biografi,  karya,  pemikiran  dan  gerakan  dakwah  KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari. Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penulisan ini yaitu KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari dilahirkan di Kampung Baru, Cakung, Jakarta Timur pada 10 November 1924 dengan nama Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari.  Beliau mengajar di lembaga Dar al-'Ulum al-Diniyyah dan berhasil menyelesaikan pembelajaran kitab-kitab seperti Muwatta Imam Malik, Sunan Abi Dawud, Sunan al- Tirmidzi, Sunan al-Nasa’i, Sunan Ibn Majah, Sahih Bukhari, dan Sahih Muslim. Selama tinggal di Jeddah, KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari meluangkan waktu untuk berziarah ke makam Siti Hawa, kemudian pada malam Zulhijjah, dengan niat umrah, dia berangkat menuju Mekah, yang terjadi sekitar bulan September 1947 M. Selain itu beliau mendalami metode tahqiq (peneguhan) dan tatbiq (penyesuaian) dalam memahami bagaimana metodologi istidlal (berdalil) dan istinbat (penetapan hukum) dari pendapat-pendapat para ulama mazhab; baik Mazhab Maliki, Hanafi, Syafi'i, maupun Hanbali, dengan memperhatikan prinsip prinsip ushul hadits dan ushul fiqh.
Kepemimpinan Transformasional Tutty Alawiyah AS dalam Pemberdayaan Perempuan Muslimah Relevansi Komunikasi Two-Step-Flow di Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Rizky Amalia; Murodi; Syamsul Yakin; Tantan Hermansyah; Muhammad Fanshoby
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 6 No. 02 (2025): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/ge85za50

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi kepemimpinan transformasional Ustadzah Tutty Alawiyah AS dalam mendirikan dan mengembangkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) serta perannya dalam pemberdayaan perempuan Muslimah di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci (termasuk putri almarhumah dan kader BKMT), serta studi pustaka. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan Ustadzah Tutty secara konsisten menunjukkan ciri transformasional melalui pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Model komunikasi Two-Step Flow terbukti efektif dalam menyebarkan visi dakwah beliau, di mana Ustadzah Tutty bertindak sebagai pemimpin opini sentral yang pesannya kemudian disebarluaskan oleh kader BKMT di tingkat lokal. Kolaborasi antara kepemimpinan karismatik Ustadzah Tutty dan strategi komunikasi yang terstruktur ini secara signifikan memberdayakan perempuan Muslimah di berbagai bidang, menjadikan mereka agen perubahan yang aktif dalam masyarakat. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner dan strategi komunikasi yang adaptif dalam gerakan dakwah kontemporer dan pemberdayaan komunitas.
Eco-Ta’dib as an Islamic Educational Ethics Framework for Environmental Sustainability: A Conceptual Analysis of Syed Muhammad Naquib Al-Attas’s Thought Abdurrahman Hilabi; Murodi Murodi; Ade Putra Primadani; Yanti Rostiyanti; Asep Lukman Hamzah
Al Irsyad: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Al Irsyad: Jurnal Studi Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/alirsyad.v5i2.1061

Abstract

This research addresses the lack of an integrated eco-ta'dib framework that systematically connects ta'dib, Islamic environmental ethics, and ecological pedagogy. It aims to formulate eco-ta'dib as an Islamic educational ethics framework that comprehensively promotes ecological awareness, moral responsibility, and environmental sustainability. This qualitative grounded theory study employed a literature review, documentation, open coding, axial coding, and selective coding to develop concepts. The findings formulate eco-ta'dib as an integrated ethical framework for Islamic education, comprising five interconnected dimensions: ontology grounded in tawhid; epistemology grounded in adab; axiology emphasizing khalifah, amanah, and mizan; pedagogy fostering ecological awareness; and da'wah praxis encouraging social transformation. This framework extends al-Attas's concept of ta'dib beyond educational philosophy into an operational model of Islamic environmental ethics. Eco-ta'dib promotes spiritual consciousness, moral responsibility, and sustainable ecological behavior through curriculum development, an environmentally responsible school culture, eco-boarding school programs, ecological preaching, and training for environmental preachers. It provides a comprehensive foundation for addressing contemporary environmental challenges within Islamic educational institutions. In conclusion, eco-ta'dib offers an integrated Islamic educational ethics framework strengthening ecological awareness, environmental responsibility, and sustainable action through adab and da'wah. This research enriches Islamic educational ethics by providing a conceptual foundation for sustainability-oriented curricula, environmental education, and ecological da'wah initiatives.
Peran Perempuan Dalam Dakwah Digital: Peluang Dan Tantangan Nur Kholifah; Murodi; Muhamad Ardiansyah; Septiyadi; Salma Nur Zahro Maharani
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i2.1221

Abstract

This study aims to explore the role of women in the context of digital da'wah, which has increasingly developed alongside advancements in information technology. The research focuses on three main aspects: (1) the concept of digital da'wah, (2) the role of women in digital da'wah, and (3) the opportunities and challenges faced by women in conducting da'wah through digital platforms. Using a qualitative approach and literature study, the research finds that digital da'wah is a form of religious communication that utilizes digital media—such as social media and other online platforms—to reach a broader and more diverse audience. In this context, women play a significant role, not only as content consumers (objects of da'wah) but also as producers and disseminators of religious messages (subjects of da'wah). They use digital platforms to convey religious messages, initiate discussions, and build communities centered around religious values. However, this role is not without challenges, including social stigma, limited access to technology, and pressure from cultural norms that continue to marginalize women. On the other hand, digital da'wah presents significant opportunities for women to actively participate in spreading religious values, building networks, and expanding their influence in the public sphere. This study concludes that digital da'wah opens new spaces for women to play a more active role in religious activities, although various challenges must still be addressed.
Dakwah Pendidikan Kyai Haji Muhammad Ilyas Ruhiat (Ajengan Cipasung) M Jaelani Arifin; Bagya Husna; Aniq Nahdia Lulu Annawawie; Murodi; Syamsul Yakin
Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/meyarsa.v5i2.15561

Abstract

This research aims to examine the significant role of Kyai Haji Muhammad Ilyas Ruhiat in Islamic educational dakwah through Pondok Pesantren Cipasung. Kyai Ilyas, a prominent scholar known for his moderate and inclusive approach, successfully modernized the pesantren education system by integrating religious knowledge and general sciences. His educational dakwah not only focused on religious teachings but also shaped the character of students to be prepared for global challenges. This study employs a descriptive biographical method, where data is gathered from relevant literature and analyzed to gain a deeper understanding of Kyai Ilyas's dakwah strategies. The findings show that his approach to pesantren education has become a model for Islamic educational development in Indonesia and significantly contributes to the formation of a well-mannered and knowledgeable society.