Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDIDIKAN INSPIRATIF Firmansah Kobandaha
Irfani (e-Journal) Vol. 14 No. 1 (2018): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dapat disimpulkan pembahasan mengenai Pendidikn Inspiratif itu adalah usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik untuk menggerakan atau membangkitkan semangat para peserta didik untuk menciptakan suatu proses pembelajaran yang bermakna. Dalam usaha untuk meningkatkan iklim pembelajaran yang inspiratif, aspek paling utama yang harus diperhatikan oleh pendidik adalah bagaimana pendidik mampu untuk menarik dan mendorong minat peserta didik untuk senang dan menyukai terhadap pelajaran
REORIENTASI PEMBELAJARAN FIKIH DI MADRASAH Rakhmawati Rakhmawati; Muh. Rusli; Firmansah Kobandaha
Irfani (e-Journal) Vol. 20 No. 1 (2024): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v20i1.4861

Abstract

abstract The learning of fiqh in madrasah generally emphasizes religious comprehension without linking it to contemporary socio-religious problems. There is also the problem of the traditional curriculum that tends to be defended by traditionalists and conservative scholars. This article aims to reorient fiqh learning by answering various problems that surround it. In answering these problems, the method used is qualitative with a content analysis approach. The results show that maximum effort is needed to review the curriculum, the need for integration of critical thinking and problem-solving skills in the fiqh curriculum; Application of various methods that suit the needs of students; Fulfillment of the number of educators who are equipped with various training in order to support their professionalism; Commitment to contemporary fiqh issues and ethical dilemmas; And Collaboration with educational institutions and Islamic jurists.    
Epistemologi Pola Asuh Anak Berbasis Tauhid: Membentengi Anak Dari Gawai Melalui Konsep Pendidikan Agama Islam Rakhmawati Rakhmawati; Firmansah Kobandaha; Muh. Rusli; Annisa Nuraisyah Annas
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fondasi epistemologis pola asuh berbasis tauhid sebagai strategi membentengi anak dari kecanduan gawai serta merumuskan konsep Pendidikan Agama Islam (PAI) yang aplikatif di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-filosofis, mengkaji Al-Qur'an, hadis, kitab tarbiyah, serta literatur psikologi dan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi tauhid dalam pola asuh bertumpu pada tiga pilar: wahyu sebagai kebenaran mutlak pengarah penggunaan gawai, akal sebagai alat filter kritis konten digital, dan fitrah sebagai potensi dasar yang wajib dijaga. Konsep PAI yang dihasilkan menekankan internalisasi nilai tazkiyatun nafs, pembiasaan muraqabah, serta keteladanan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh tauhidik tidak melarang gawai secara total, tetapi mentransformasi penggunaannya menjadi aktivitas bernilai ibadah melalui kesadaran spiritual, sehingga kecanduan dapat diatasi dari akar epistemologisnya.
Model Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Ilmu Kalam Bayu Mandala Putra Hibo; Firmansah Kobandaha; Annisa Nuraisyah Annas
Educazione: Jurnal Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): EDUCAZIONE 2026
Publisher : Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/educazione.v2i2.51

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan menguji model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menggunakan pendekatan Ilmu Kalam sebagai cara untuk meningkatkan pemahaman teologis, keterlibatan aktif siswa, dan kemampuan berpikir rasional mereka. Kecenderungan pembelajaran PAI masih informatif dan kurang melibatkan proses dialogis yang membutuhkan analisis mendalam, yang merupakan masalah utama dalam penelitian ini. Identifikasi kebutuhan, pembuatan model, validasi ahli, uji coba terbatas, dan evaluasi hasil belajar adalah semua bagian dari desain penelitian dan pengembangan (R&D). Untuk mengumpulkan data, observasi, angket, dan tes pemahaman konsep digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis Ilmu Kalam dapat membantu siswa lebih memahami masalah aqidah, membuat argumen teologis yang rasional, dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi reflektif. Selain itu, telah ditunjukkan bahwa model ini meningkatkan kejelasan alur berpikir peserta didik. Akibatnya, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, kritis, dan bermakna. Oleh karena itu, metode Ilmu Kalam dapat menjadi alternatif model pembelajaran PAI yang lebih sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini.  
Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Pendekatan Ilmu Kalam Cahyanifa Mokodompit; Firmansah Kobandaha; Annisa Nuraisyah Annas
Educazione: Jurnal Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): EDUCAZIONE 2026
Publisher : Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/educazione.v2i2.52

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era kontemporer dihadapkan pada tantangan meningkatnya nalar kritis peserta didik serta kompleksitas persoalan keagamaan dalam masyarakat yang dinamis dan plural. Model pembelajaran PAI yang bersifat normatif-doktrinal dinilai belum sepenuhnya mampu membentuk cara berpikir keagamaan yang rasional, reflektif, dan moderat. Artikel ini bertujuan menganalisis secara konseptual model pembelajaran PAI melalui pendekatan Ilmu Kalam, dengan fokus pada karakteristik model, tahapan implementasi, dan implikasi pedagogisnya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelaahan kritis terhadap buku dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Ilmu Kalam berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis-keagamaan peserta didik melalui dialog argumentatif yang berlandaskan rasionalitas dan wahyu. Model ini menekankan penguatan iman rasional, peran guru sebagai fasilitator dialog, serta keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Secara pedagogis, pendekatan ini mendorong terbentuknya sikap religius yang moderat, reflektif, dan bertanggung jawab, serta relevan untuk menjawab tantangan pembelajaran PAI masa kini.