Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluating Islamic Religious Education Programs Through the Cronbach Decision-Oriented Model: Implications for Instructional Effectiveness Siti Nur Hasanah; Sofiatil Aliyah; Moh. Sahlan; Mundir; Sofyan Hadi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 3 (2026): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v7i3.1409

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Islamic Religious Education programs through the Cronbach decision-oriented evaluation model and to examine how evaluation findings contribute to instructional improvement and educational decision-making. The study was conducted at SMA Negeri 1 Kencong and SMA Negeri 2 Jember using a qualitative multi-site evaluative research design. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation analysis involving school principals, Islamic Religious Education teachers, curriculum coordinators, and students. Data analysis employed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, conclusion drawing, and cross-site analysis. The findings indicate that Islamic Religious Education programs in both schools were generally implemented systematically through structured instructional planning, religious culture development, and classroom-based evaluation practices. However, evaluation systems remained predominantly focused on cognitive assessment and administrative reporting, while affective, spiritual, and behavioral dimensions were not yet evaluated comprehensively. The study further found that institutional culture, reflective learning interaction, and the integration of evaluation findings into instructional supervision significantly influenced instructional effectiveness and students’ moral-spiritual development. Moreover, the utilization of evaluation findings for sustainable educational decision-making and long-term program improvement remained relatively limited. The novelty of this study lies in the application of the Cronbach decision-oriented evaluation model within Islamic Religious Education using a qualitative multi-site approach integrating input, process, output, and outcome dimensions comprehensively. This study contributes theoretically to the development of Islamic educational evaluation studies and practically provides recommendations for strengthening holistic, reflective, and evidence-based evaluation systems within contemporary Islamic education.
Implementasi Game Based Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Bahasa Indonesia Siswa Kelas III MI Nurul Islam Lumajang Alvi Syafa’atu Rosidah; Maulida Putri Rizkiyah; Anzilna Qotrun Nada; Ainur Rafik; Sofyan Hadi; St. Mislikhah
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 3 No. 6 (2025): November: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v3i6.1511

Abstract

Penelitian mini ini mengkaji dampak penerapan Game Based Learning (GBL) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas III MI Nurul Islam Kunir Lor, Lumajang. Selama satu hari intervensi, tiga jenis permainan: tebak kata/gambar, memory kosakata, dan Role-Play “Petualangan Cerita” diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kosakata, struktur kalimat, dan motivasi belajar. Data dikumpulkan melalui pre-test  dan post-testpemahaman bahasa, observasi kelas, serta wawancara singkat dengan wakil kepala sekolah dan guru Bahasa Indonesia. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kenaikan skor rata-rata pemahaman dari 65.4% menjadi 82.8% , peningkatan partisipasi aktif siswa, dan respons positif terhadap elemen tantangan serta penghargaan dalam permainan. Namun, meskipun GBL terbukti efektif dalam konteks singkat, keberhasilan jangka panjang memerlukan pelatihan guru untuk merancang dan menilai permainan secara objektif, penyesuaian kurikulum, serta dukungan fasilitas yang memadai. Penelitian ini memberikan gambaran awal tentang potensi GBL di lingkungan sekolah dasar dengan sumber daya terbatas dan merekomendasikan studi longitudinal serta pengembangan materi low-tech yang dapat direplikasi.
Implementasi Permainan Tradisional Dalam Mengurangi Kecanduan Gadget dan Bullying Pada Anak Rasyidah Primadita Anggraini; Farhatul Adawi; Adam Rizki Purnawan; Ammalia Nur Medina Putri Hardandy; Farhan Matluba; Muhammad Miftahul Ulum; Striniricwari Erif Machmud; Aisyah Madu Retno; Qamaruz Zaman; Muhammad Abdullah Ubaidi; Dias Fitria; Alfi Laila; Muhammad Syavicky; Nidaaur Rohmawati; Sofyan Hadi
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Februari 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/y4dmkh61

Abstract

Menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai warisan bangsa di tengah kehidupan sehari hari. Permainan tradisional dipilih sebagai media utama  karena mampu mendorong interaksi sosial, kolaborasi, dan pengembangan karakter yang positif di kalangan anak-anak Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang dipilih karena melibatkan secara aktif masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan ini melibatkan kerjasama antara panitia dan masyarakat setempat dalam merancang dan melaksanakan kegiatan festival permainan tradisional. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas yang melibatkan fisik dan sosial, serta mendidik mereka mengenai nilai budaya lokal. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam partisipasi anak-anak dalam permainan tradisional, yang berdampak positif terhadap pengurangan jumlah waktu yang dihabiskan di depan layar gadget dan menurunkan insiden bullying. Hasil pelaksanan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan ini cukup efektif, dapat dilihat dari anak anak yang sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget, setelah mengikuti festival ini mereka lebih memilih bermain permainan tradisional di halaman rumahnya  bersama teman sebayanya yang lebih seru dibanding bermain gadget. Dengan demikian, pengabdian  ini menggarisbawahi pentingnya penerapan permainan tradisional sebagai alat, tidak hanya untuk mengalihkan perhatian dari gadget, tetapi juga untuk membentuk karakter dan menciptakan lingkungan bermain yang sehat, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas masa kanak-kanak. Dalam hal ini dibuktikan dengan adanya festival yang diadakan mahasiswa KKN juga terlihat perkembangan kreativitas anak yang mulai berkembang seperti dalam halnya bermain dan belajar, anak-anak mulai menyadari senangnya bermain bersama secara langsung dengan teman sebayanya.
MADRASAH EDUCATION PATTERNS IN BOARDING SCHOOL (CASE STUDY AT NURUL ISLAM BOARDING SCHOOL ANTIROGO JEMBER) Sofyan Hadi; Bambang Eko Aditia
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 11 No 1 (2026): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/alashr.v11i1.5517

Abstract

In the early twentieth century, pesantren developed madrasah education as a response to the colonial Dutch education system. Pesantren adopted formal instructional systems while maintaining their traditional characteristics, particularly the study of classical Islamic texts. This study aims to examine the process of establishment, management practices, curriculum, and student development programs of madrasah education at Pesantren Nurul Islam Jember. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach and a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis used the interactive model proposed by Miles and Huberman. The findings indicate that Pesantren Nurul Islam Jember originated from the establishment of the Nurul Islam Jember Islamic Education Foundation in 1985 and later developed into an integrated pesantren with collective leadership based on modern management principles. The curriculum implemented is an integrated curriculum encompassing religious, moral, general, and skills education through a combination of traditional and modern learning methods. Student development programs are carried out synergistically through the roles of the board of trustees, guidance and counseling services, student organizations, and institutional regulations. This study is expected to contribute both academically and practically to the development of pesantren education.