Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN AJARAN MARHAENISME BUNG KARNO DALAM MEMBENTUK TATANAN SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA YANG ADIL DAN MAKMUR Yadri Irwansyah
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3847.937 KB)

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan Bung Karno, dan ajaran marhaenismenya di Indonesia. Disamping itu juga untuk mengetahui penerapan ajaran marhaenismenya di berbagai dibidang kehidupan. Dalam membahas skripsi ini digunakan metode sejarah dengan tahapan yaitu, pemilihan judul, heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Dalam penulisan skripsi ini dapat diambil kesimpulan bahwa Soekarno atau yang akrab di sapa Bung Karno, adalah putra kedua dari pasangan Raden Soekemi Sosrodiharjo dan Ni Njoman Rai Siremben dan mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Soekarmini. Di masa kecilnya Bung Karno pernah tinggal dengan kakeknya Raden Hardjokromo di Tulung Agung dan juga pernah di asuh oleh pembantunya yang bernama Sarinah. Bung Karno termasuk anak yang pandai diantara teman-temannya dan juga termasuk anak yang nakal karna selama tinggal dengan kakeknya ia sering pulang larut malam karna sering menonton pertujukan wayang. Bung Karno adalah Presiden pertama Republik Indonesia, dalam perjuangannya untuk mencapai Indonesia merdeka Bung Karno merumuskan sebuah ajaran yang dikenal dengan marhaenisme, yang menginginkan terciptanya suatu tatanan masyarakat yang dapat menyelamatkan kaum marhaen yaitu masyarakat adil dan makmur. Artinya mengingankan hilangnya sistem kapitalisme, imperialisme borjuisme dan feodalisme yang menyebabkan terjadinya kepincangan di masyarakat. Niscaya apabila ajaran ini diinsitusikan dalam sistem negara akan berdampak besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, Meskipun sampai sekarang ajaran tersebut belum sepenuhnya di institusikan secara resmi di sistem negara Indonesia, tapi nilai-nilai yang terkandung di ajaran tersebut sangat berpengaruh dalam proses revolusi kemerdekaan Indonesia yang sampai sekarang masih berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN PENDIDIKAN SEBAGAI PENENTU MASA DEPAN BANGSA DI DESA KERTA DEWA KECAMATAN RAWAS ULU KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Sarkowi S.; Agus Susilo; Yadri Irwansyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2308.308 KB) | DOI: 10.31540/jpm.v1i2.221

Abstract

Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan pendidikan di Desa Kerta Dewa ini dilaksanakan untuk menyelesaikan permasalahan mitra dari Pemerintahan Desa Kerta Dewa, yakni rendah motivasi masyarakat dalam mendukung anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilaksanakan Pengabdian kepada Masyarkat (PkM) dengan metode penyuluhan tentang pentingnya pendidikan sebagai penentu masa depan bangsa pada masyarakat Desa Kerta Dewa. Dari keseluruhan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk penyuluhan pendidikan ini menunjukkan hasil yang sangat baik, diantaranya: Pertama, peserta yang terdiri dari masyarakat Desa Kerta Dewa menyambut dengan positif dan antusias pelaksanaan kegiatan PkM ini. Kedua, bertambahnya pemahaman dan pengetahuan peserta tentang pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka, hal ini ditunjukkan dari pertanyaan dan tanggapan mereka pada sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber pada saat kegiatan berlangsung. Dan ketiga, besarnya harapan peserta agar intensitas penyuluhan atau kegiatan sejenisnya sering dilaksanakan di desa mereka.
Latihan Kepemimpinan, Managemen dan Organisasi Bagi Siswa SMA Negeri Selangit Kabupaten Musi Rawas Yadri Irwansyah; Maria Ramasari; Sarkowi Sarkowi
Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal Vol. 1 No. 3 (2024): Juli: Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/masyarakatmandiri.v1i3.259

Abstract

This basic leadership, management and organization training stems from the very minimal knowledge and experience of students in these materials, students who participate and are active in organizations at Selangit State High School only view organizations as merely additional or extracurricular activities, without understanding the substance in them. management of the organization. The aim of this training is to provide students with direct insight and experience regarding leadership and organizational management theories. The method in this training is an interactive lecture and discussion method, where students are invited to actively participate in these activities. As a result of this training, students gain additional knowledge and experience regarding organizational management.
Aktualisasi Wacana Critical Pedagogy Menuju Pendidikan Inklusif Irwansyah, Yadri
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.536 KB) | DOI: 10.32533/03102.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana jika wacana critical pedagogy di aktualisasikan dapat membentuk satu model pendidikan baru yang lebih inklusif sekaligus anti diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang sulit mendapat akses pendidikan karna keterbatasan biaya dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus secara fisik. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan mengumpulkan dan mengkaji sumber-sumber referensi buku dan tulisan-tulisan lain yang relevan terhadap penelitian ini. Dengan jalan menganalisis dan meyimpulkan antara teori dan temuan fakta di lapangan. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa critical pedagogy adalah satu konsep kritis dalam pendidikan yang menginginkan semua unsur yang terlibat dalam institusi pendidikan dari mulai penyelenggara administrasi pendidikan, pendidik dan peserta didik dosen-mahasiswa, guru – murid harus memiliki pemahaman tentang critiqal pedagogy agar mampu membaca dan melihat fenomena-fenomen yang terjadi di dunia pendidikan kita pada hari ini, tidak hanya berdiam diri dan berpangku tangan terhadap masalah-masalah pendidikan saat ini, agar praktek-praktek eksklusi terhadap peserta didik bisa di tekan. Hasil dari rekomendasi pemahaman tersebut adalah kebijakan-kebijakan yang terukur terhadap mereka yang kekurangan biaya dan kelompok yang memiliki kebutuhan khsusus.
LUBUKLINGGAU DURING THE RULE OF THE SINDANG KELINGI ILIR CLAN FROM 1855 TO 1942: Lubuklinggau Masa Pemerintahan Marga Sindang Kelingi Ilir Tahun 1855-1942 Yadri Irwansyah; Suryani; Ira Miyarni Sustianingsih
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 6 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i6.5564

Abstract

The purpose of this study is to discuss Lubuklinggau during the governance of the Sindang Kelingi Ilir Marga (clan) from 1855 to 1942. The background of this research focuses on the history of the formation of the Sindang Kelingi Ilir Marga and the political conditions in Lubuklinggau during its administration.The method used in this research is the historical method, which includes the stages of heuristics, criticism, interpretation, and historiography.Based on the findings and discussion, it can be concluded that the formation of the Sindang Kelingi Ilir Marga was driven by the implementation of the Simbur Cahaya Law in 1854. According to this law, the Dutch colonial administration required indigenous community units or hamlets under the Palembang Residency that had not yet formed a marga to immediately establish one. Therefore, starting in 1855, many new marga were established, including the Sindang Kelingi Ilir Marga, which was centered in the village of Lubuklinggau.As for the political situation in Lubuklinggau during the administration of the Sindang Kelingi Ilir Marga from 1855 to 1942, it was led by seven depati (traditional leaders) and one pesirah (head of the marga). Significant political development occurred during the leadership of Depati Ramitan (1916–1936). During his leadership, Lubuklinggau, as the center of the Sindang Kelingi Ilir Marga, was designated as the capital of the Onder Afdeeling Moese Oeloe (a Dutch colonial administrative division), replacing Muara Beliti in 1934. This change was supported by the development of various infrastructure projects in Lubuklinggau, such as highways and a railway line, which were inaugurated during Depati Ramitan’s administration.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 52 LUBUKLINGGAU Rahman Aditiya; Yadri Irwansyah; Akmal Rijal
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljse.v6i1.998

Abstract

This study aims to determine the completeness of the science learning outcomes of fourth-grade students of SD Negeri 52 Lubuklinggau after the application of Wordwall learning media. This study uses Pre-test and Post-test. Sampling was obtained from the population, the sampling technique in this study is using saturated sampling. The instrument used is in the form of Multiple Choice with a total of 20 questions. The data analysis technique uses the z-test at a significance level of a = 0.05. The results of the study obtained that Zhitung = 5.28> Ztabel = 1.64 so that it is proven that Ha is accepted and Ho is rejected the science learning outcomes of fourth-grade students of SD Negeri 52 Lubuklinggau after the application of Wordwall learning media is significantly complete. The average value is 80.46 and the percentage of students who completed is 88%.