Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Yulia Eka Yanti; Imron Ali
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 2, September 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i2.14870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran daring di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel penelitian sebanyak 3 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sumbermajing Wetan, yang terdiri dari 33 guru dan 45 siswa kelas 3 sampai kelas 6. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data, menggunakan statistik deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi relatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, sekolah berperan membuat sejumlah perencanaan dalam implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Pada aspek pelaksanaan pembelajaran, sekolah berperan menentukan bahan ajar dan bacaan. Bahan ajar disesuaikan dengan pembelajaran daring dan dapat diakses secara online. Pada aspek penilaian dan evaluasi, sekolah berperan dalam menentukan kriteria penilaian dan evaluasi pembelajaran daring menggunakan kurikulum 2013 serta berperan untuk mengatasi kendala yang ditemui selama pembelajaran. Penerapan kirikulum 2013 dalam pembelajaran daring menemui banyak kendala, khususnya pada awal pelaksanaan.
ANALISIS PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN PENYESUAIAN DIRI ANAK DIDIK USIA 7-9 TAHUN fitri rika; Yulia Eka Yanti; Vika Cahya Intani
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian anak berpengaruh terhadap proses penyesuaian diri anak. Anak yang kurang diberi kepercayaan atau kurang diberi kebebasan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, kedepannya akan terus bergantung kepada orang tua yang akan berakibat menghambat proses perkembangan penyesuaian anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemandirian dan penyesuaian diri anak usia sekolah dasar. Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan menggunakan wawancara. Perkembangan kemandirian serta pola asuh orang tua berperan penting dalam penyesuaian anak Sekolah Dasar. Saran yang dapat penulis berikan adalah diharapkan orang tua lebih memperhatikan lagi perkembangan anak. Karena perkembangan anak tergantung bagaimana pola asuh orang tua dirumah
IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR Tety Nur Cholifah; Yulia Eka Yanti; Hendra Rustantono
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v6i1.10173

Abstract

Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam menumbuhkan karakter peduli sosial pada peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS serta dampaknya terhadap karakter peduli sosial siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas V sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS dilakukan melalui integrasi nilai gotong royong, kerja sama, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial ke dalam materi pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan budaya dan tradisi lokal mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan sosial, menumbuhkan rasa empati, serta memperkuat sikap saling membantu antar teman. Dengan demikian, kearifan lokal dapat menjadi sumber belajar yang efektif dalam mengembangkan karakter peduli sosial siswa sekolah dasar.
SHARING BERSAMA DALAM ETIKA PENGGUNAAN SMARTPHONE UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Tety Nur Cholifah; Dhea Ayu Selamita; Salsa Zania Isabella Agita; Nisa Lutfiana; Yulia Eka Yanti; Hendra Rustantono
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v4i4.8109

Abstract

This community service activity aims to improve elementary school students' understanding of smartphone ethics through an interactive and participatory approach. The program was implemented at SDN 2 Palaan, Ngajum District, Malang Regency, as part of the PPL program at Raden Rahmat Islamic University, Malang. The results showed an increase in students' understanding in three main aspects: ethics towards themselves, others, and the environment. Through the sharing method, students not only gained knowledge but also demonstrated positive behavioral changes in using technology wisely and responsibly.
PENANAMAN NILAI PEDULI LINGKUNGAN DAN KERJA SAMA SISWA LEWAT PENJELAJAHAN PRAMUKA BERWAWASAN PENGHIJAUAN DI SDN SUMBER JAYA Tety Nur Cholifah; Dhea Ayu Selamita; Salsa Zania Isabella Agita; Nisa Lutfiana; Yulia Eka Yanti; Hendra Rustantono
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): JULI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i3.8881

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter peduli lingkungan dan kerja sama pada peserta didik sekolah dasar melalui kegiatan yang memberikan pengalaman langsung. Permasalahan yang ditemukan menunjukkan bahwa masih diperlukan pembiasaan kepada siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, merawat tanaman, serta meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam kegiatan kelompok. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai peduli lingkungan dan kerja sama siswa melalui kegiatan penjelajahan Pramuka berwawasan penghijauan di SDN Sumber Jaya. Metode yang digunakan dalam kegiatan iniadalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi kegiatan, dokumentasi, catatan lapangan, serta evaluasi pelaksanaan program. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan kegiatan penjelajahan, aksi pengumpulan sampah, kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon, serta refleksi dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam setiap rangkaiankegiatan, mampu bekerja sama dalam kelompok, membagi tugas, membantu teman, serta bertanggung jawab terhadap peran yang diberikan. Kegiatan pengumpulan sampah dan penanaman pohon memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan membangun kepedulian terhadap alam. Selainitu, kegiatan Pramuka berwawasan penghijauan juga mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan mendukung pembentukan karakter siswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penjelajahan Pramukaberwawasan penghijauan dapat menjadi salah satu alternatif program sekolah dalam meningkatkan karakter peduli lingkungan dan kemampuan kerja sama siswa secara berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERGAULAN BEBAS MELALUI DIALOG EDUKATIF DAN KEGIATAN KREATIF DAUR ULANG Yulia Eka Yanti; As Syafaatussalamah; Dian Novita Sari; Dina Maftuhatul Rizky; Maulidhatul Hasanah; Tety Nur Cholifah; Hendra Rustantono; Bella Cornelia Tjiptady
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i2.8923

Abstract

ABSTRACT This Community Service Program (PKM) was carried out in response to the increasing vulnerability of adolescents to risky behaviors associated with free association, which is often triggered by limited parental supervision and a lack of understanding about its consequences. The program aimed to enhance adolescents’ awareness of the dangers of free association while providing them with positive alternative activities that support healthier behavioral development. The implementation methods included educational dialogues, interactive discussions, field observations, and a practical session on creating keychains from recycled bottle caps. Throughout the program, participants demonstrated noticeable improvements, reflected in their growing confidence to ask questions, engage in discussions, and share personal experiences. In addition to gaining new insights into the impacts of risky social interactions, the adolescents were able to develop creativity through the craft-making activity, which offered them productive options for spending their free time. Overall, this PKM activity contributed positively to strengthening awareness, preventive attitudes, and responsible social behavior among adolescents, fostering a healthier and more mindful approach to peer interactions.
MENGEMBANGKAN POTENSI DESA REJOYOSO MELALUI BUDIDAYA MAGGOT SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK Yulia Eka Yanti; Tety Nur Cholifah; Hendra Rustantono; Hamidi Rasyid; Fahmanisatul Rodiyah; Muhammad Abdul Aziz
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tipis Wiring Vol 3 No 1 (2024): Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/tepiswiring.v3i1.4212

Abstract

Rejoyoso Village has the potential to utilize organic waste from leftover household activities. However, the people of Rejoyoso Village are less motivated to develop skills regarding organic waste processing. This is because people have no interest in or understanding of waste management. The aim of the KKN-T 16 UNIRA Rejoyoso Village activity program in 2024 is to utilize household organic waste effectively and innovatively and improve residents' skills in waste management. This KKN-T activity was carried out for 40 days with 16 participants in Rejoyoso Village, Bantur District. The activity stages are observation and identification of potential problems, processing observation data, program planning, implementation, which includes Focus Group Discussion (FGD), carrying out location permits, preparing tools and materials, carrying out socialization, and training on organic waste management through maggot cultivation. The final stage is monitoring and evaluating the results of the activities. The conclusion of this activity is that by empowering the community, people can broaden their knowledge and develop their skills through cultivating maggots in Rejoyoso Village, Bantur District, as an alternative use of organic waste.
PENDAMPINGAN PAMERAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MENUMBUHKAN CINTA BUDAYA DI SDN 4 ARDIREJO Tety Nur Cholifah; Yulia Eka Yanti; Hendra Rustantono; Rahmad Zulfikar Ramadani; Haniyah Bilqis Wakhidah; Maftukhatul Muniroh; Trio Erawati Siregar
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v4i4.8162

Abstract

Pelestarian budaya lokal menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus globalisasi yang menyebabkan generasi muda semakin jauh dari warisan budaya daerahnya. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan berbasis kearifan lokal yang diterapkan sejak jenjang sekolah dasar. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang melaksanakan kegiatan pengabdian berupa pendampingan pameran kearifan lokal di SDN 4 Ardirejo. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Malang, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat rasa bangga terhadap identitas budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, edukasi budaya (seminar Tari dan Topeng Malangan), pendampingan pembuatan karya seni siswa (mewarnai rumah adat, kolase budaya, topeng Malangan), pendampingan penampilan seni (tari, drama, puisi, dan paduan suara), hingga puncak kegiatan berupa pameran gelar karya. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa PPL, guru, dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan wawasan budaya siswa, keterampilan berkarya, dan keberanian tampil di depan umum. Selain itu, siswa merasa lebih bangga terhadap budaya lokal Malang, sementara guru memperoleh inspirasi untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran. Apresiasi positif dari orang tua, pihak sekolah, dan perguruan tinggi memperlihatkan bahwa kegiatan ini efektif sebagai sarana edukatif sekaligus hiburan yang bermakna. Dengan demikian, pendampingan pameran kearifan lokal terbukti mampu menjadi media pembelajaran kontekstual yang menumbuhkan cinta budaya sekaligus membangun karakter siswa. Kegiatan ini layak untuk direplikasi di sekolah lain sebagai bentuk sinergi perguruan tinggi dengan sekolah dasar dalam upaya melestarikan warisan budaya bangsa.
SOSIALISASI ANTI BULLYING DI SDN JAMBESARI 01 UNTUK PENCEGAHAN KEKERASAN Hendra Rustantono; Nahdziya Nafisatulkhoiroh; Andriyansah Andriyansah; Masri rahayu; Bella Cornelia Tjiptady; Yulia Eka Yanti; Tety Nur Cholifah
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.8475

Abstract

Bullying in elementary schools is a serious issue that negatively impacts children’s physical, psychological, social, and academic development. This community service program aims to provide anti-bullying socialization to students of SDN Jambesari 01 to increase their understanding of the forms, impacts, and prevention strategies of bullying. The program applied a participatory approach through counseling, interactive discussions, and case simulations. The results showed an increase in students’ knowledge of bullying types, greater empathy for victims, and a collective commitment to creating a safe and comfortable learning environment. Challenges such as students’ limited initial understanding and low parental attention were addressed through communicative strategies and collaboration with teachers. Thus, anti-bullying socialization is effective as a preventive step in reducing violence in elementary schools.