M. Ikrar Budijaya
STIA YPPT PRIATIM Tasikmalaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Phenomenology of Bureaucracy Amidst the Chaos of State Civil Apparatus in the Papua Conflict Region Elazhari Elazhari; M. Ikrar Budijaya
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 1 (2026): PERSPEKTIF January
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i1.16263

Abstract

This study aims to understand the adaptation strategies of State Civil Apparatus (ASN) in carrying out bureaucratic functions in conflict areas. This study used a qualitative approach with an interpretive phenomenological method. Informants were selected purposively, consisting of six ASN: three district employees, two civil servant teachers, and one health worker. Data were collected through in-depth interviews, contextual observation, and documentation. Analysis was conducted through rereading, thematic tagging, and hermeneutic interpretation. The results of the study: (1) physical and spatial adaptation, namely the transfer of services from offices to residents' homes or security posts; (2) relational adaptation, through negotiations with traditional leaders and armed groups; (3) psychological and spiritual adaptation, in the form of communal prayer, collective humor, and emotional solidarity; and (4) moral adaptation based on service motivation, where ASN persist not because of formal orders, but because of a sense of responsibility to the community. These findings strengthen the relevance of the theories of street-level bureaucracy (Lipsky), adaptive governance (Folke), public service motivation (Perry & Wise), and coping strategies (Lazarus & Folkman).
Transformasi Digital dalam Tata Kelola Pemerintahan: Analisis Efektivitas Pelayanan Publik Berbasis Aplikasi di Era Society 5 0 M. Ikrar Budijaya; Mahyudin Situmeang
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.787

Abstract

p Transformasi digital telah menjadi fondasi utama dalam pembaruan tata kelola pemerintahan di era globalisasi yang semakin kompleks dan dinamis Perubahan ini dipicu oleh tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang lebih cepat transparan efisien dan mudah diakses Seiring dengan berkembangnya era Society 5 0 di mana manusia dan teknologi saling terintegrasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial pemerintah di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada keharusan untuk memodernisasi sistem pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana efektivitas aplikasi pelayanan publik digital yang dikembangkan oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada beberapa daerah yang telah mengimplementasikan aplikasi layanan publik digital seperti JAKI Jakarta Kini Surabaya Single Window dan Smart Kampung di Kabupaten Banyuwangi Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam observasi lapangan dan studi dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi digital telah membawa dampak positif terhadap penyederhanaan prosedur pelayanan percepatan proses administratif dan peningkatan transparansi layanan Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik meningkat seiring dengan kemudahan akses dan keterbukaan informasi yang disediakan melalui platform digital Namun penelitian ini juga menemukan berbagai tantangan signifikan seperti kesenjangan infrastruktur TIK antarwilayah rendahnya literasi digital pada aparatur dan masyarakat serta belum optimalnya integrasi sistem informasi antar instansi pemerintahan Keberhasilan transformasi digital dalam pelayanan publik sangat ditentukan oleh sinergi antara kebijakan yang adaptif kompetensi sumber daya manusia dan penguatan tata kelola teknologi Oleh karena itu upaya digitalisasi pelayanan publik tidak dapat dipisahkan dari strategi jangka panjang dalam pembangunan kapasitas institusional peningkatan literasi digital serta penguatan regulasi terkait keamanan dan privasi data masyarakat Temuan ini memperkuat pentingnya implementasi smart governance sebagai langkah konkret menuju pemerintahan yang responsif inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era Society 5 0 p
Inovasi Administrasi Pemerintahan dalam Mendukung Tata Kelola Pembangunan Daerah yang Transparan dan Akuntabel Khairuddin Tampubolon; M. Ikrar Budijaya
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi administrasi pemerintahan dalam mendukung tata kelola pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel Perkembangan teknologi informasi dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas mendorong pemerintah daerah untuk melakukan berbagai inovasi dalam sistem administrasi pemerintahan Inovasi tersebut dilakukan melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik e government reformasi birokrasi digitalisasi pelayanan publik serta penguatan sistem pengawasan administrasi pemerintahan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi inovasi administrasi pemerintahan dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pembangunan daerah Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi terhadap instansi pemerintahan daerah yang menerapkan inovasi pelayanan publik berbasis digital Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi administrasi pemerintahan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik efektivitas birokrasi keterbukaan informasi publik serta akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Penerapan sistem administrasi digital mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah Selain itu penggunaan teknologi informasi juga membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan sehingga potensi penyimpangan dapat diminimalkan Namun demikian implementasi inovasi administrasi pemerintahan masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan infrastruktur teknologi rendahnya kompetensi sumber daya manusia dan resistensi birokrasi terhadap perubahan sistem kerja digital Oleh karena itu diperlukan penguatan kapasitas aparatur pengembangan infrastruktur teknologi dan dukungan kebijakan pemerintah agar inovasi administrasi pemerintahan dapat berjalan secara optimal dalam mewujudkan tata kelola pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel
Pelatihan Tata Kelola Administrasi dan Strategi Manajemen Operasional bagi Koperasi Digital Berbasis Komunitas Khairuddin Tampubolon; Elazhari Elazhari; M. Ikrar Budijaya; Nurhalimah Sibuea; Marihot Manullang; Syamsul Bahri Arifin; Darmawan Sriyanto
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.836

Abstract

p Perkembangan teknologi digital telah memberikan peluang dan tantangan baru bagi pengelolaan koperasi, khususnya koperasi berbasis komunitas yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan. Di tengah transformasi menuju era Society 5.0, koperasi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan sistem administrasi dan manajemen operasional berbasis digital guna meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi kelembagaan. Namun demikian, masih banyak koperasi komunitas yang mengalami keterbatasan dalam penguasaan teknologi, rendahnya literasi digital pengurus, serta lemahnya sistem manajerial yang sistematis. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang dalam bentuk pelatihan daring yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam mengelola administrasi digital dan menerapkan strategi manajemen operasional yang adaptif. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan mitra koperasi, penyusunan modul pelatihan kontekstual, pelaksanaan pelatihan daring melalui Zoom Meeting, serta evaluasi dan tindak lanjut. Materi pelatihan mencakup digitalisasi pencatatan keuangan, manajemen dokumen kelembagaan, penyusunan SOP, dan penggunaan aplikasi manajemen koperasi seperti Google Workspace dan BukuKas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap administrasi digital sebesar 35 Persen, serta meningkatnya kemampuan manajerial dalam menyusun rencana kerja, SOP, dan indikator kinerja koperasi. Selain itu, metode pelatihan daring dinilai efektif oleh 92 Persen peserta karena fleksibel dan mampu menjangkau koperasi di wilayah terpencil. Hal ini mendukung temuan Knowles et al. yang menekankan efektivitas pembelajaran orang dewasa melalui pendekatan berbasis pengalaman dan praktik langsung. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan perangkat digital dan infrastruktur internet masih menjadi kendala bagi sebagian koperasi peserta. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan daring dapat menjadi solusi strategis dalam mendukung transformasi koperasi berbasis komunitas menuju tata kelola yang modern dan profesional. Diperlukan upaya kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan koperasi itu sendiri untuk menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan koperasi akar rumput di era digital.
Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara Elazhari Elazhari; Jarungjung Hutagaol; Anto Tulim; M. Ikrar Budijaya; Pangeran Pangeran; Hilda Ayu Marlina
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1169

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Sosialisasi: Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar tradisional melalui keterlibatan aktif pedagang, pengelola pasar, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pedagang dalam penerapan prinsip tata kelola partisipatif, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas manajemen pasar, serta mengembangkan Pasar Kamu sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pengunjung. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan pasar, sosialisasi dan pelatihan interaktif, pendampingan lapangan, serta evaluasi dan monitoring berkelanjutan. Identifikasi dilakukan melalui survei dan wawancara untuk memetakan kendala operasional dan kebutuhan pengunjung. Sosialisasi dan pelatihan menekankan prinsip tata kelola berbasis komunitas, penataan fasilitas, komunikasi edukatif, serta praktik pelayanan yang ramah dan informatif. Pendampingan lapangan memastikan penerapan praktik secara konsisten, sementara evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuisioner pengunjung untuk menilai efektivitas dan kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas pedagang, keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, perbaikan fasilitas pasar, serta pengalaman edukatif pengunjung yang lebih optimal. Peningkatan kinerja manajemen pasar tercermin dari koordinasi yang lebih baik, efisiensi operasional, dan pelayanan yang lebih profesional. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk melanjutkan pelatihan lanjutan, pengembangan fasilitas edukatif, penguatan forum komunitas, serta monitoring berkala agar keberlanjutan implementasi tata kelola partisipatif dapat terjaga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis partisipasi komunitas efektif untuk mentransformasi pasar tradisional menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan, profesional, dan memberdayakan seluruh pemangku kepentingan.
Edukasi Smart Farming dan Penguatan Administrasi Desa Digital dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat secara Daring M. Ikrar Budijaya; Ramadha Yanti Parinduri; Ahmad Nadhira; Ardi Ardi; Riyanti Riyanti; Dhea Agusty Ningrum; Vinna Pratiwi Agustyn
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1354

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan peluang besar dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kualitas tata kelola pemerintahan desa melalui konsep smart farming dan administrasi desa digital. Namun, rendahnya literasi digital masyarakat desa masih menjadi kendala utama dalam optimalisasi pemanfaatan teknologi tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai smart farming dan penguatan administrasi desa digital dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi masyarakat secara daring. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui webinar yang melibatkan masyarakat desa, kelompok tani, aparatur desa, dan pelaku usaha mikro. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, evaluasi, dan tindak lanjut. Materi yang diberikan meliputi konsep smart farming, pemanfaatan teknologi pertanian digital, pengelolaan administrasi desa berbasis elektronik, serta strategi penguatan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan teknologi digital dalam sektor pertanian dan administrasi pemerintahan desa. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, metode webinar dinilai efektif karena mampu menjangkau peserta secara luas, fleksibel, dan interaktif. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung percepatan transformasi digital di pedesaan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis teknologi informasi.