Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DESA DALAM PENYUSUNAN APBDES DI DESA MERTANI KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN Heru Irianto; Tri Prasetijowati; Robichah Miladiyah
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v10i1.1044

Abstract

The purpose of this research to describe the participation of village communities in the preparation of APBDes in Mertani Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency. The type of research used is descriptive method with a qualitative approach and the data analysis used in this study is data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data collection techniques with in-depth interviews, documentation, and library studies. The informants in this study consisted of 6 (six) people who were considered to be able to provide detailed information on community participation in the preparation of the village income and expenditure budget. Through the results of research conducted by researchers using the theory of Cohen and Uphoff, it shows that community participation in the preparation of the village income budget, namely: (1) Participation in decision making, the community is involved in the preparation of the APBDes by expressing their opinions, conveying ideas and ideas, and also the village government considering even programs that are planned to be carried out by the village government are discussed once a year at the village development planning meeting (2) Participation in implementation, the existence of a mutual cooperation attitude of the village community in implementing the APBDes program (3) Participation in taking benefits, the village government using self-management that utilizes Mertani Village community. (4) Participation in the evaluation, the community is still less involved. Keywords: Participation, Society, APBDes
PERAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (UPTD PPA) KABUPATEN SIDOARJO DALAM MENANGANI KEKERASAN TERHADAP ANAK Tri Prasetijowati; Fierda Nurany; Sarah Ayundasari Rudhito
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v10i2.1089

Abstract

This study used qualitative research methods. The role of the UPTD PPA as a regulator is the existence of rules and regulations related to the protection of victims and underlies protection activities with the issuance of Regional Regulation of Sidoarjo Regency Number 18 of 2006 2015 concerning the protection of women and children victims of violence. The role of the UPTD PPA as a facilitator is the availability of facilities, infrastructure, and human resources that support the process of handling victims of violence. The role of the UPTD PPA as executor itself, namely complaint services, health rehabilitation, social rehabilitation, to the return of victims to their environment. The role of UPTD PPA as a coordinator is to network and coordinate with various related parties, such as OPD, LSM, and the community itself. Then the inhibiting factors are clients or victims who don't want to be open, limited human resources. And the efforts made by the UPTD PPA in dealing with violence against children are by socializing and increasing the competence of their human resources
THE IMPACT OF MARKET REVITALIZATION ON THE SOCIO-ECONOMIC STATUS OF TRADERS IN NEW TURI MARKET Heru Irianto; Tri Prasetijowati; Bagus Ananda Kurniawan; Lusiani Putri Anggraini
DIA: Jurnal Administrasi Publik Vol 22 No 01 (2024): PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/dia.v22i01.9597

Abstract

The revitalization of Pasar Turi Baru in Surabaya City is a response to the unfit condition of the market due to fire in 2007. The purpose of this research is to analyze the implementation of market revitalization, its impact on the socio-economy of traders, and the optimization of government policies in the revitalization program of Pasar Turi Baru in Surabaya City. This research method uses a qualitative method with a descriptive approach, using purposive sampling to select informants. The data were collected through interviews and documentation, and the analysis included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the revitalization of Pasar Turi Baru was carried out through several stages, including planning to the opening of the market. This revitalization involves changes such as buildings, facilities, and market amenities. In addition, there are non-physical changes, such as the rights and obligations of traders, placement procedures, trader financing, market management services, social interactions, and trader income. However, there are still some obstacles after revitalization, such as land utilization that has not been maximized, facilities that are less than optimal, toilet cleanliness that is not maintained, difficulties for traders to get capital loans, and the influence of events and promotions. The revitalization of Pasar Turi Baru has had a positive socio-economic impact on the traders, such as increasing the feasibility and comfort of their business, opening up jobs, and changing their status to legal traders. However, there are also negative impacts, namely a decrease in income and an increase in operational costs. To maximize the results of revitalization, Pasar Turi Baru made several efforts, such as the selection of an experienced workforce, the use of a good financial program, the application of professional SOPs, training for market management employees and traders, and regular maintenance of market facilities.
INOVASI PELAYANAN AKTA KELAHIRAN MELALUI WEBSITE PLAVON DUKCAPIL DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIDOARJO Tri Prasetijowati; Bagus Ananda Kurniawan; Amara Nasya Damayanti
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jipags.v8i1.21388

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi dari inovasi pelayanan akta kelahiran melalui website Plavon Dukcapil, faktor-faktor pendukung dan penghambat inovasi, upaya mengatasi hambatan inovasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Kabupaten Sidoarjo telah mewujudkan pelayanan efektif ditinjau dari lima atribut inovasi menurut Everett M. Rogers (1983), yaitu: 1. Keuntungan relatif mengurus dokumen akta kelahiran mendapat 3in1 dokumen lain seperti Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak; 2. Kesesuaian prosedur sama dengan inovasi sebelumnya, perbedaan media dalam segi persyaratan di website Plavon Dukcapil http://plavon.sidoarjokab.go.id; 3. Kerumitan terkendala jaringan karena menggunakan jaringan terpusat KOMINFO saat akses kurang stabil; 4. Kemungkinan dilakukan percobaan dilakukan uji coba website Plavon Dukcapil langsung kepada pegawai dan masyarakat pada program sosialisasi; 5. Dapat diamati terdapat menu riwayat pengajuan jadi masyarakat dapat mengakses pengajuannya sudah sampai mana. Faktor pendukung inovasi adanya modal manusia, modal kepemimpinan, lingkungan organisasi. Faktor penghambat adanya tekanan dan hambatan administrasi serta teknologi ada tapi terhambat budaya organisasi. Upaya dalam mengatasi hambatan inovasi adalah mengkonsultasikan dan validasi ulang data ke dinas, mengadakan sosialisasi di media sosial Instagram dan melakukan program Jemput Bola Terpadu yang Gemilang.
Klinik Apung sebagai Upaya Ditpolairud Polda Jawa Timur untuk Meningkatkan Rasa Aman Masyarakat Pesisir Tri Anggarani Wulandari; Ismail Ismail; Tri Prasetijowati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4276

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat pesisir melalui program inovatif klinik apung. Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat pesisir terhadap pelayanan kesehatan dan kehadiran aparat keamanan di wilayah yang sulit dijangkau. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali pelaksanaan program berdasarkan pendekatan manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dan menganalisis dampaknya terhadap persepsi rasa aman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klinik apung tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kehadiran negara melalui kepolisian, yang berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan dan kenyamanan masyarakat pesisir. Meski menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, SDM, dan sarana prasarana, Ditpolairud Polda Jatim tetap mampu menjalankan program ini dengan pendekatan humanis dan kolaboratif. Masyarakat merasa diperhatikan dan terlindungi, yang memperkuat dimensi psikologis rasa aman mereka. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan anggaran, peningkatan kualitas SDM, dan integrasi lintas sektor agar klinik apung dapat terus berlanjut dan menjadi model pelayanan publik di daerah terpencil. Temuan ini menegaskan bahwa keamanan dan kesehatan tidak bisa dipisahkan dalam membangun kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Inovasi Program Satrolda oleh Ditpolairud Polda Jatim sebagai Langkah Menciptakan Rasa Aman Azwa Safrina Alya; Ismail Ismail; Tri Prasetijowati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4278

Abstract

Dalam upaya menciptakan keamanan bagi masyarakat pesisir, Ditpolairud Polda Jawa Timur menghadirkan inovasi melalui program SATROLDA (Satuan Patroli Daerah). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana inovasi tersebut dirancang dan diterapkan serta sejauh mana efektivitasnya dalam meningkatkan rasa aman dan partisipasi masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti menggali dinamika pelaksanaan program, tantangan di lapangan, serta respon masyarakat pesisir terhadap keberadaan SATROLDA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan patroli rutin, melainkan bentuk nyata kehadiran negara yang responsif, humanis, dan partisipatif. Inovasi SATROLDA telah memberikan dampak positif dalam membangun kepercayaan publik, memperkuat kolaborasi antara aparat dan warga, serta menurunkan angka kejahatan laut. Namun, keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan personel, dukungan teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat. Studi ini merekomendasikan penguatan sistem kolaboratif dan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan guna menjaga efektivitas inovasi di wilayah perairan.
Pemberdayaan Masyarakat Pra Lansia dan Lansia di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan Sidoarjo Muhammad Fadeli; Musahadah -; Tri Prasetijowati; Fierda Nurany; Tira Fitriawardhani; Bagus Ananda K; M. Hilmi Azis
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 5 No 2: JULI 2024
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/cvec8x66

Abstract

Karena penurunan kapasitas intrinsik dan fungsional dan resiko mengalami keterbatasan, masalah kesehatan yang lebih sering muncul dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu diperlukan pemberdayaan potensi lansia untuk beraktivitas dan lebih produktif. Kondisi pra lansia dan lansia di desa Kepuh Kemiri Tulangan belum memiliki potensi yang dapat menunjang produktif. Melalui pelatihan budidaya dan pengolahan kelor serta literasi digital diharapan mampu secara mandiri mengolah kelor untuk kebutuhan pemenuhan nutrisi serta mampu menjual produk-produk kelor melalui internet Keberlanjutan program ini adalah terbentuknya taman lansia tempat bertemunya para lansia untuk usaha produktif. Melalui pemberdayaan masyarakat oleh tim pemberdaya Fisip Ubhara Surabaya mampu memberikan peluang kemandirian masyarakat lanjut usia di Desa Kepuh Kemiri Tulangan – Sidoarjo.