Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Effort-Reward Imbalance dan Burnout terhadap Organizational Citizenship Behavior melalui Organizational Commitment Zia’ul Fatwa Andini Yusuf; Tjipto Rini; Rian Adi Pamungkas
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 2 (2026): Journal of Language and Health: June 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i2.2215

Abstract

Berdasarkan laporan SSGI 2024 prevalensi kasus stunting di Indonesia sebanyak 19,8%, underweight sebanyak 16,8%. Berdasarkan umur, jumlah bayi (0-11 bulan) stunting sebanyak 21,6%, underweight sebanyak 9,9% dan wasting sebanyak 10,1%. Pijat bayi juga merupakan satu alternatif upaya untuk meraih derajat kesehatan yang paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah, namun banyak ibu yang merasa takut melakukan pijat terhadap bayinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap pertumbuhan berat badan bayi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest-post-test design.   Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil. Sampel sebanyak 20 bayi usia 0-12 bulan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar checklist. Data dianalisis menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berat badan bayi sebelum dipijat adalah 4,61 kg dengan SD 0,75 dan rata-rata berat badan bayi setelah dipijat adalah 6,54 kg dengan SD 0,80. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05) artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap pertumbuhan berat badan bayi. Terdapat perbedaan rata-rata skor berat badan bayi sebelum dan sesudah diberikan pijatan dengan perbedaan rata-rata sebesar 1,93, maka dapat disimpulkan pijat bayi dapat meningkatkan pertumbuhan berat badan bayi di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil. 
The Role of Service Regulation in Pharmacy Waiting Time with Information Systems as Intervening Yusni Sulastri; Rina Mutiara; Tjipto Rini
Global Management: International Journal of Management Science and Entrepreneurship Vol. 3 No. 1 (2026): February: Global Management: International Journal of Management Science and En
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/globalmanagement.v3i1.523

Abstract

The waiting time for outpatient pharmacy services at Permata Jonggol Hospital had not met the minimum service standards, potentially reducing service quality and patient satisfaction. This issue was suspected to be influenced by human resource (HR) competence, service regulations, and the utilization of the Hospital Management Information System (HMIS). This study aimed to analyze the effect of HR competence and service regulations on pharmacy waiting time, with HMIS utilization as an intervening variable. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected at a single point in time using instruments that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The results showed that HR competence, service regulations, and HMIS utilization simultaneously had a significant effect on pharmacy waiting time. Partially, HR competence and service regulations significantly affected HMIS utilization and waiting time. HMIS utilization also significantly influenced waiting time and mediated the relationship between HR competence, service regulations, and pharmacy waiting time. In conclusion, improving pharmacists’ competence, strengthening service regulations, and optimizing HMIS utilization in an integrated manner were important strategies to reduce waiting time and improve service efficiency and quality